Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
Tak terasa...


โ€โ€


*****


Empat bulan tak terasa setelah kejadian na'as yang dialami Nathan...


Kini semua orang sudah mulai terbiasa dengan keadaan Nathan. Mereka kembali menjalani aktivitas masing-masing untuk menjalani hidup.


Seperti Barbara yang kembali terbang keparis untuk mengurus perusahaan yang ada disana. Dia juga sedang mencari-cari Dokter spesialis yang terbaik, untuk menyembuhkan Nathan.


Namun sayang nya dari semua Dokter yang ia temui. Kebanyakan berkata " Maaf, saya tidak yakin akan hal ini "


Itulah kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Walaupun hanya beberapa kata, tetapi itu berhasil membuat hati Barbara seperti teriris. Sakit sekali....


Apa tidak ada kesempatan untuk anak semata wayang nya itu hidup kembali? Dia sempat putus asa, tetapi dia harus tetap kuat, sebagai seorang ibu dan seorang grandma dari calon cucu nya kelak.


Dia juga tak mau mematahkan hati menantu kesayangan nya, yang memerlukan dorongan semangat darinya.


Sedangkan beralih pada keluarga Louis, Louis dan Maria serta Tara begitu bahagia. Mereka telah menerima kehadiran Derren atau Kevin yang selama ini mereka cari-cari.


Sungguh tak pernah dipercaya jika takdir mereka begitu dekat. Bagaimana bisa tuhan memberikan seseorang jalan hidup seperti ini.


Anak sulung keluarga Louis telah kembali. Louis Wilton tak lagi memaksa Tara untuk mengambil alih perusahaannya. Karna telah hadir Kevin yang menjadi pewaris utama Grup Louis.


Sangat terbantukan juga untuk Tara, kini dia telah lulus kuliah dan bekerja dirumah sakit XXX ternama sebagai dokter spesialis penyakit dalam. Itu memang sudah menjadi impian nya sejak dulu....


Sedangkan hubungan nya dan Sheila sudah berkembang maju walaupun sedikit. Sheila telah sepenuhnya mendapat kembali ingatan nya. Tara mencoba untuk membuka hatinya untuk Sheila, meskipun masih sedikit susah.


Awal nya dia sempat tak menduga dan tak percaya. Dia sempat drop dan harus dirawat dirumah sakit selama sebulan penuh. Sampai akhir nya dia mulai terbiasa dan menerima ingatan itu....


Dia pun juga sudah bertemu Rens serta mengunjungi Nathan sesekali dengan ditemani oleh Tara. Sedih pastinya dia rasakan, walaupun sudah tidak ada lagi perasaan cintanya pada Nathan. Tetapi dia masih sangat peduli dan prihatin akan keadaan mantan nya tersebut.


Sheila juga terus menyemangati Rens untuk menghadapi cobaan tersebut. Terlebih kepada baby yang kini dia kandung, sangat tak mudah menghadapi situasi seperti ini ditengah dirinya saat ini mengandung. Pasti begitu berat....


Sedangkan hubungan Mia dan Kevin berkembang sangat pesat. Kini Mia telah mengantongi restu dari ketiga orang tua Kevin.


Mia dan Kevin telah berencana untuk melanjutkan hubungan mereka kejenjang yang lebih lanjut, yaitu pernikahan.


Namun mengingat keadaan Nathan, serta Rens yang masih hamil. Mia dan Kevin mengurungkan niat mereka sampai Nathan siuman atau Rens telah melahirkan baby nya.


****


Kini Rens tengah duduk diruang kerja nya, dikantor Nathan. Mengingat kondisi Nathan yang saat ini masih terbaring koma.


Mau tidak mau Rens sebulan ini telah turun tangan mengurus kantor, karna dia juga sudah lulus kuliah. Sedangkan Kevin telah mengambil alih perusahaan Louis. Namun tetap saja sesekali dia kadang membantu Rens dan mengajari nya beberapa yang tidak dimengerti oleh Rens.


Sebenarnya Kevin juga tidak tega melihat Rens yang hamil mengurus perusahaan Nathan. Tetapi apa boleh buat, jika wanita itu sangat keras kepala.


Dia malah bersikeras untuk mengurus perusahaan Nathan, sampai Nathan siuman kelak. Entah kapan hari itu akan terjadi....


Setelah sebulan dirawat dirumah sakit, Rens meminta izin pada dokter untuk membawa Nathan pulang. Dan mengurus nya dirumah saja....


Akan sangat nyaman baginya untuk mengurus Nathan jika dirumah, terlebih mengingat baby yang dikandung nya pasti juga ingin berada didekat Daddy nya setiap hari.


Dokter tidak melarang keinginan Rens, namun harus tetap dengan anjuran yang telah ditentukan oleh dokter. Nathan harus tetap mendapat perawatan yang maximal, awalnya dua bulan Nathan masih memerlukan beberapa alat medis ditubuhnya. Namun setelah lewat dua bulan semuanya telah dilepas dan hanya menyisakan selang oksigen saja yang masih terpakai. Untuk membantu sistem pernafasan nya....


Selama itu juga Dokter yang menangani Nathan dengan setia, mengecek datang untuk memeriksa kemajuan Nathan selama sebulan hampir delapan kali kunjungan. Dokter itu bernama Daniel Bramasta.


Selama empat bulan ini dia sudah begitu mengenal sosok Rens serta yang lain. Karna sudah terlalu sering bertemu dan berinteraksi membuat nya dekat pada orang-orang disekitar Nathan, tak terkecuali Rens.


Daniel begitu takjub akan sosok Rens, dia kagum dengan wanita hamil tersebut. Walaupun dengan keadaan hamil Rens sangat tekun dan ulet dalam merawat Nathan.


Dia tidak pernah menampakan rasa lelahnya sekalipun didepan semua orang. Dia tetap tersenyum.....


Bagaimana bisa ada seorang istri yang begitu sempurna dimata Daniel seperti Rens. Dengan setia dia merawat suaminya tersebut, walaupun bisa dikatakan jika kemungkinan kecil untuk suaminya itu siuman. Namun dia tetap percaya jika kekuatan cinta mereka akan mengembalikan keadaan seperti semula lagi....


*****


Hari pun sudah sore....


Dengan senyuman yang terukir jelas diwajah nya, Rens telah bersiap-siap untuk pulang dari kantor.


Seperti biasa dia begitu semangat jika sudah waktunya pulang. Dia mengambil jaket tebal yang digantungnya ditempat yang telah disediakan disana.


Jika pergi kerja Rens biasa memakai dress kemeja selutut, karna mengingat perutnya yang semakin hari semakin membesar. Kini kehamilan nya memasuki delapan belas minggu atau empat bulan lebih.


Karna sudah hampir akhir tahun biasanya setiap hari pasti turun hujan. Musim dingin telah datang....


Tok...tok...tok


Pintu ruang kerja nya diketuk...


" Masuk lah.... "


Dari balik pintu masuk lah seorang wanita muda cantik, perawakan nya kulit putih dan tinggi. Dia adalah asisten baru Rens bernama Viera atau panggil saja Vie.


Vie adalah junior Rens saat masih kuliah, karna Vie sempat meminta pekerjaan pada Rens. Akhirnya Rens mengajak nya untuk bekerja sebagai asisten nya....


Kehadiran Vie sangat membantu bagi Rens, hitung-hitung untuk mebantunya dibeberapa pekerjaan, terlebih Vie sangat cekatan dan pintar dalam keahlian nya sebagai asisten.


Kenapa dia tidak meminta bantuan Mia saja? Padahal Mia adalah sahabatnya kan? Bukan nya tak mau, namun....


Rens sangat tidak enak jika terlalu banyak memakan waktu Mia. Dia juga mempunyai kehidupan nya sendiri, terlebih hubungan nya dan Kevin.


Sangking apanya, dia sampai mengorbankan diri. Untuk mengundurkan pernikahan nya karna merasa tidak enak hati pada Rens.


Karna itulah Rens tak mau terus membuat Mia hanya memikirkan dirinya dan tak memikirkan diri sendiri. Kasihan kan....


.


.


.


.


.


Happy Reading guys๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Jangan lupa untuk like dan komentar positif kalian, untuk yang mau vote juga boleh author makin senang๐Ÿ˜ biar author juga bisa tahu keberadaan kalian yang dukung cerita Author๐Ÿค—๐Ÿค—


Sekali lagi Author ucapkan terima kasih untuk yang selama ini udah ngedukung author dari awal ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™