Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
MUSIM KE-3 : Episode 27


Rey memberhentikan mobil nya tepat di depan sebuah gedung apartemen yang terbilang sederhana biasa saja.


"Terima kasih untuk tumpangan nya Tuan dan Nona...." Ucap Shina sopan kepada Gavin dan Reghata.


"Sama-sama, Rey cepat kau antar Shina sampai di depan pintu apartemen nya...." Ucap Gavin kepada Rey.


"....apakah kau akan membiarkan seorang wanita pulang sendiri?" Lanjut Gavin.


Rey melirik menatap Gavin skeptis dari kaca sepion tengah nya. "Untuk apa? Bukan kah dia sudah terbiasa pulang sendiri...benarkan asisten Shina...." Ucap Rey.


"Hah? Benar-benar Tuan, saya sudah biasa sendiri tidak perlu repot-repot..." Shina merasa tidak enak.


"Pergi Rey, apa perlu aku mengulang perkataan ku?" Ucap Gavin.


Kini dia menatap tajam asisten nya itu. Rey menelan saliva nya. Dari sorot mata Gavin dia bisa melihat sebuah ancaman akan pemotongan gajih nya bulan depan.


"Baiklah Bos, mari asisten Shina...." Ucap Rey.


Lelaki itu tersenyum paksa seraya turun dari mobil. Shina jadi merasa tidak enak. Dia tahu jika Rey melakukan nya dengan terpaksa.


Sesampainya di depan pintu gedung. Shina menghentikan langkah nya.


"Asisten Rey, terima kasih sudah mau mengantar diriku" ucap Shina. Wanita itu membungkuk sedikit kepada Rey.


"Kenapa sampai disini? Ayolah aku akan mengantarmu sampai tepat di depan pintu..." Ucap Rey.


"....apa kau mau manusia sadis itu memotong gajih ku bulan depan" lanjutnya sembari melirik ke arah mobil.


Shina ikut melirik ke arah mobil. Ia pun tertawa pelan dengan anggun nya, dengan menutup mulut nya. Rey tertegun melihat Shina yang tersenyum. Jantung nya juga jadi berdegup tak menentu.


Ternyata dia juga bisa tersenyum polos tanpa terpaksa....


Reghata sangat keras terhadapnya, hingga senyuman aslinya bisa tersembunyi di balik senyuman paksa yang selalu ia tampilkan....


Shina melambaikan tangan nya di depan wajah Rey. Membuat pria itu tersentak kaget dan membuyarkan lamunan nya. "Asisten Rey, apa yang sedang kau pikirkan?"


Mereka berdua pun masuk bersama ke dalam gedung. Rey menepati janjinya untuk mengantar Shina sampai di depan pintu masuk apartemen nya.


***


Sedangkan keadaan di dalam mobil nampak sangat hening dan tenang. Gavin dan Reghata terlihat sibuk dengan kesibukan mereka masing-masing.


Reghata sedang membaca sebuah berkas yang dia keluarkan dari dalam tas nya. Namun tiba-tiba saja Gavin meringis kesakitan. Sontak Reghata terkejut dan langsung panik.


"Awwhh...." Gavin meringis memegangi perut nya. Wajah nya memucat dan keringat dingin membasahi seluruh tubuh nya.


"Gavin? Kau kenapa? Apa yang sakit?" Reghata panik memegangi tubuh Gavin yang membungkuk kesakitan.


"Aku tidak tahu kenapa, yang jelas perut ku sangat sakit.... Awwh"


"Haduh, bagaimana ini? Rey, tolong....kamu dimana? Kenapa lama banget sih? Rey?"


Reghata semakin panik. Ia pun berteriak memanggil-manggil Rey. Meminta pertolongan. Reghata tidak tahu harus berbuat apa. Dia begitu cemas terhadap Gavin, sampai-sampai ia kebingungan sendiri.


"Nona Reghata? Apa yang terjadi?" Tanya Rey yang baru saja kembali. Lelaki itu langsung masuk ke dalam mobil.


"Aku tidak tahu, Gavin tiba-tiba kesakitan....ayo cepat kita ke rumah sakit....ayo Rey cepetan, jangan bengong aja....." Ucap Reghata seraya terus mendekap Gavin ke dalam pelukan nya.


Rey pun langsung menancap gas dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit terdekat. Rumah sakit Louis Wilton milik kakek Gavin sendiri. Tapi sekarang yang mengelola adalah paman nya yaitu Tara Louis ayah dari Daniel Louis.


Diperjalanan, Reghata tak mengendorkan pelukan nya. Bahkan tanpa sadar air mata nya menetes. Apalagi ketika Gavin mulai tidak sadarkan diri akibat menahan rasa sakit yang sangat-sangat sakit dia rasakan.


"Vin, bertahanlah....jangan diam saja, aku takut kamu kenapa-kenapaVin....bertahanlah...."


Air mata berlinangan di wajah cantik nya. Reghata benar-benar merasa sangat takut. Jika terjadi apa-apa terhadap suaminya itu. Reghata menggenggam tangan Gavin yang sudah dingin seperti es itu.


TBC.


Note : Jangan lupa like dan koment🌹🌹