Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
Kemungkinan yang kecil...


‍‍‍‍‍Sepeninggal Rens dan Barbara.....


Nathan ternyata telah dipindahkan diruangan ICU VIP, memang tidak terlihat karna telah dibawa melewati jalur yang terhubung didalam ruangan operasi.


Kevin dan Mia pun langsung pergi keruangan ICU VIP itu, dan menunggu didepan nya.


Kevin nampak sedikit gelisah, mungkin saat ini dia ingin sekali masuk dan menemui Nathan. Tetapi dia tak tega meninggalkan Mia sendiri diluar sana. Jadi dia hanya bisa menatap ruangan dengan kaca itu dari luar saja.


" Bee.... "


Mia menggenggam tangan Kevin, Kevin pun menoleh kearahnya.


" Kenapa bee? "


Kevin menatap Mia dengan sendu.


" Masuklah dan lihat keadaan Nathan "


" Maksud kamu apa bee? "


" Maksud aku, pergilah masuk dan lihat keadaan Nathan!! Aku tahu jika sekarang ini kamu begitu mencemaskan nya "


" Tapi bee kamu? "


" Aku akan menunggu disini, masuklah bee.... "


Mia pun memaksa Kevin untuk masuk kedalam ruangan itu. Mau tidak mau Kevin pun masuk, dan saat melewati pintu. Kevin disambut dengan dua orang perawat yang memberikan jubah hijau untuk pengunjung yang ingin menemui pasien.


Kevin berjalan perlahan mendekati ranjang tempat Nathan kini terbaring. Tanpa sadar air matanya menetes membasahi wajah tampan Kevin.


Dilihatnya dari ujung kepala hingga ujung kaki Nathan, yang dipenuhi dengan alat-alat bantu medis. Perban ada dimana-mana. Begitu miris sekali....


" Apa itu sangat sakit? "


" ....bagaimana kamu masih bisa bertahan? "


" ....ini semua salah ku, aku tidak bisa melindungi mu "


" .....Maafkan aku Nathan, hiks...hiks...hiks "


Kevin menangis sembari memegang tangan Nathan.


Tak sanggup ia berlama-lama menatap kepedihan itu. Wajah pucat serta tubuh yang lemas tak berdaya Nathan, membuat Kevin juga merasakan sakit yang dirasa Nathan.


Kevin langsung berbalik dan keluar dari ruangan itu.


Mia langsung memeluk Kevin yang keluar dari ruangan itu dengan keadaan menangis. Dia sangan mengerti perasaan Kevin saat ini.


Kevin benar-benar tak bisa menahan tangisnya lagi, hingga dia menumpahkan air matanya dipundak Mia.


****


Diruangan Dokter Rey....


" Bagaimana keadaan suami saya dok? "


belum saja duduk Rens sudah menyambar Dokter Rey dengan pertanyaan nya.


" Silahkan anda duduk terlebih dahulu "


Dokter Rey mempersilahkan keduanya untuk duduk.


" Jadi bagaimana keadaan anak saya Dokter Rey? "


Kembali Barbara yang bertanya.


, dengan raut wajah cemasnya.


" Jadi begini.... "


" ...Tuan Nathan untuk sementara masih belum sadar karna kemungkinan nya sangat kecil.... "


Ucap Dokter Rey menjelaskan


" Maksud dokter apa? "


tanya Rens yang cemas serta tak mengerti maksud dari ucapan Dokter Rey.


" Maksud saya Tuan Nathan mengalami koma, karna benturan didada nya bagian depan nya saat jatuh, membuat cedera yang sangat parah "


" ....saat operasi berlangsung ditengah jalan tiba-tiba detak jantung Tuan Nathan berhenti berdetak, namun berdetak kembali setelah kami melakukan pengejutan dijantungnya "


" ....rusuk kanan nya patah, hampir saja Tuan Nathan mengalami gagal ginjal "


" ....tulang kering dikaki kanan pun bergeser dari tempat nya dan pundak kanan nya ada tulang yang patah "


" ....menurut saya seperti nya saat terjatuh Tuan Nathan, berusaha menahan tubuhnya disebelah kanan, karna itu bagian tubuh sebelah kanan nya yang mengalami cedera sangat parah "


Rens dan Barbara, dibuat merinding serta merasa teriris hati mereka mendengarnya. Mereka saja yang mendengarnya, sangat sakit apa lagi Nathan yang mengalami nya.


Tangisan Rens semakin pecah, dadanya begitu sesak. Dia menangis dipundak Barbara, miris sekali nasib suami nya itu.


" Jadi apa suami saya masih bisa sadar Dok? "


tanya Rens lagi dengan suara bergetar, dia hampir tak bisa berkata karna bibir nya yang kelu.


" Seperti yang saya bilang tadi kemungkinan nya sangat kecil....saya pun sebenarnya begitu kagum atas tekad dan keinginan hidup Tuan Nathan begitu tinggi!! "


" .....saya berharap keluarga bersabar dan terus berdoa akan kesembuhan Tuan Nathan "


Tak menunggu lama Rens langdung beranjak dan berlari keluar dari ruangan Dokter Rey. Dengan cepat Barbara menyusul Rens.....


" Rens may ketemu Nathan Mih....hiks hiks hiks "


" Iya sayang mamih tau ,pasti saat ini kamu ingin sekali bertemu dengan nya "


" ....tetapi kamu tidak boleh berlari, ingat kamu sedang hamil sayang "


Rens kembali menangis dipelukan Barbara saat itu.


" Rens takut mih...hik...hik "


" Tenang sayang, tenang yah mamih yakin Nathan akan segera sadar "


" Tapi kata dokter Rey, kemungkinan nya begitu kecil Mih!! "


" .....ini semua salah Rens, jika saat itu Rens mendengarkan ucapan Nathan untuk memenjarakan Jimmy, pasti kejadian na'as seperti sekarang tidak akan terjadi "


" .....hik...hik...hik ini semua salah Rens, salah Rens "


Jika saja saat itu dia mendengarkan ucapan Nathan untuk memenjarakan Jimmy. Pastinya dia tidak akan melihat Nathan terluka seperti ini.


Dia berfikir kalau ini semua terjadi karna nya....


****


Dengan langkah sedikit ragu, Rens masuk kedalam ruangan dimana Nathan terbaring dengan lemah.


Deg...deg...deg


Jantungnya seperti berdetak dengan sangat lambat, seiring dengan kaki nya melangkah mendekati Nathan.


Air matanya tak dapat terbendung lagi, hati nya begitu hancur mendapati keadaan Nathan yang begitu miris.


Bercak darah diperban yang terbalut dibagian tubuh Nathan yang terluka dan juga alat bantu pernafasan yang kembang kempis seiring dengan hembusan nafas Nathan.


Rens duduk dikursi yang telah disiapkan disisi kanan ranjang tempat Nathan terbaring. Dia menggapai tangan Nathan dan menggenggam nya erat.


Diciumi nya beberapa kali punggung tangan Nathan yang lemas itu. Wajah sendu Nathan, membuat Rens semakin tak sanggup melihatnya.


" Sayang.... "


" ....kamu pasti dengar kan..hik..hik."


" ....maafkan aku, jika saja aku mendengarkan mu pastinya ini tidak akan terjadi "


" ....hik...hik.. "


Rens menghapus air matanya, dia tak mau Nathan melihatnya bersedih dan meneteskan air matanya. Mengingat dia tidak akan suka jika melihat istrinya itu sampai meneteskan air matanya....


Rens mencoba untuk memaksa kan senyum nya, walau sangat sakit dirasanya...


" Sayang...tau nggak? Aku punya kabar bahagia buatmu "


" ....aku yakin kamu pasti akan bahagia mendengar nya...cups "


Kembali ia mengecup punggung tangan Nathan, dan mengelus pipinya menggunakan tangan Nathan.


" Kamu akan menjadi seorang ayah Sayang.... "


" .....beneran kamu akan menjadi seorang ayah "


" .....karna itu kamu harus segera sadar supaya bisa memanjakan diriku yang sedang mengandung baby "


Seketika hening, Rens menatap kembali wajah Nathan. Air matanya pun kembali tumpah membasahi wajah cantik nya.


Dia menangis tertunduk diatas tangan Nathan, tak berhenti dia mengecup dan melepaskan kan tangan Nathan.


Sungguh sampai kapan cobaan ini berlanjut, kenapa orang-orang yang dicintai nya selalu berakhir seperti ini. Akan kah dia sanggup jika melewati ini semua tanpa Nathan?


" Aku mohon cepat lah sadar Sayang, biar kita bisa melewati masa-masa kehamilan ku bersama "


" ....Aku sangat mencintai mu Nathan "


Tanpa disadari oleh Rens, dari sudut mata Nathan terlihat cairan bening yang keluar. Sepertinya Nathan bisa mendengar dan merasakan keberadaan Rens saat itu.


Ingin sekali dia juga mengusap air mata istrinya itu, dan memeluk nya erat sembari berkata....


" *Aku juga mencintaimu Renesmee, aku tidak apa-apa kamu tidak perlu mengkhawatirkan ku dan fokus untuk menjaga Baby kita "


" ...Tunggu aku Sayang* "


Sungguh luar biasa, keinginan Nathan untuk hidup begitu besar. Terlebih sekarang dia telah mengetahui bahwa dia akan menjadi seorang ayah. Pastinya menambah semangatnya untuk sadar demi istri dan Baby dikandungan istrinya.....


.


.


.


.


.


.


***Maaf yah Author baru up sekarang.🙏🙏


Terus dukung Karya Author yah dengan like dan komentar positif nya. Jangan lupa untuk Vote juga yah biar Author tau keberadaan kalian dan apresiasi kalian dalam menunggu up selanjutnya🙏🙏😊😊🤗🤗***