
Benar saja dalam detik yang sama, para anak buah nya langsung menyerang Nathan juga Kevin. Hingga terjadilah perkelahian sengit sepuluh orang dengan tongkat baseball besi dengan dua orang bertangan kosong.
Nathan dan Kevin sangat pandai dalam bertarung, mereka sudah belajar bela diri dari kecil. Karna mereka tahu suatu saat akan ada saat dimana itu diperlukan seperti sekarang ini.
Setelah beberapa menit kemudian, nampak setengah dari mereka telah tumbang tak berdaya. Sedangkan yang setengah nya lagi masih tetap menyerang keduanya. Meskipun dengan tenaga yang hampir habis terkuras pula....
Mereka semua bonyok-bonyok terkapar dilantai. Ada sudah yang berdarah digaian hidung nya, patah tangan, patah kaki, bahkan ada yang srmpat dipatahkan lehernya oleh Nathan.
Nathan dan Kevin pun juga lebam-lebam diwajah mereka, bahkan Kevin sempat termuntah darah dari mulut dan hidung nya. Begitu pun Nathan, kepala nya bocor dan mengeluarkan banyak darah. Kaki nya juga sempat terpukul oleh tongkat baseball besi, hingga membuat nya sedikit terpincang.....
Melihat anak buah nya yang hampir semuanya dapat dikalah kan Nathan dan Kevin, membuat Jimmy semakin panik. Dia langsung berlari keluar dari pintu belakang ruangan tadi diam-diam...
Tetapi Nathan srmpat melihat nya, dia pun ingin mengejar Jimmy tapi dia terhenti menoleh pada Kevin. Dia tak tega ingin meninggalkan nya sendiri melawan lima anak buah Jimmy.
Namun.....
" Pergilah....aku bisa menangani disini sendiri, pastikan jika dia menerima sesuatu yang setimpal.... "
Ucap Kevin sembari menahan pukulan yang terus melayang kearah nya. Dia tersenyum lalu mengangguk pada Nathan....
Nathan pun mengangguk juga dan tersenyum yakin kearah Kevin. Lalu dia berlari dengan langkah yang sedikit pincang karna kaki nya yang sakit itu.
Dia mengejar Jimmy yang ternyata telah berlari ke rooftop gedung berlantai lima itu. Dia berdiri tidak jauh dari Nathan sekitar lima belas meter dari Nathan, dengan memegang sebuah pistol ditangan nya.
Nathan terkekeh dan meludahkan darah dari mulut nya, dia tersenyum miring melihat ketakutan besar dalam sorot mata Jimmy. Makanya jangan berani-berani nya berurusan dengan Nathan.....
" Berhenti.....jika tidak aku akan menembak mu "
Ucap Jimmy dengan nada bergetar.
" Kenapa? Apa kau takut padaku hahahaha "
Sahut Nathan lalu tertawa, betapa mengerikan sekarang wajah tampan Nathan yang berubah menjadi seperti malaikat pencabut nyawa dimata Jimmy.
Nathan semakin melangkah kan kaki nya maju. Membuat Jimmy semakin panik dan ketakutan. Dengan sorot mata membunuh dan suara gertakan dari gigi Nathan. Begitu menyeramkan baginya....
Dorr.....
Kevin yang masih berada diruang tadi, tersentak kaget mendengar suara tembakan dari arah rooftop. Dia sedikit panik mencemaskan Nathan, hingga dia kehilangan fokus.
Akhirnya satu pukulan dari tongkat baseball besi, mengenai kepalanya. Membuat dia tersungkur lalu disambut tendangan dan pukulan lagi bertubi-tubi dari anak buah Jimmy.
Brakk.....
Pintu berhasil didobrak oleh team khusus dan mereka langsung berlarian masuk membantu Kevin melawan anak buah Jimmy.
.
.
.
Masih dengan keadaan dirooftop....
Karna merasa sangat terancam Jimmy melepaskan satu tembakan pada kearah Nathan. Hingga mengenai lengan kiri Nathan.
Nathan terhenti dan sedikit membungkuk meringis kesakitan. Tetapi dia kembali berdiri tegak, membuat Jimmy terkejut dan terheran-heran...
Nathan pun kembali lanjut berjalan maju kedepan mendekat pada Jimmy. Meskipun dengan langkah gontai dan tangan terluka, Nathan masih bertekad untuk menghabisi Jimmy dengan tangan nya.
" Aku bilang berhenti..... "
Jimmy berteriak kembali, dia langsung menarik kembali pelatuk pistol dan menembak kearah Nathan kembali. Namun tak disangka tidak ada peluru yang keluar, ternyata pistolnya telah kehabisan peluru.
Nathan tersenyum mengerikan kearah Jimmy, lalu dia berlari mendekatinya. Dan langsung melayangkan tinju dan tendangan hingga Jimmy terhempas kelantai.
Jimmy pun bangun dan hendak membalas pukulan Nathan. Hingga mereka kembali berada didalam perkelahian yang sangat sengit. Tendangan, pukulan, bertubi-tubi dilayangkan Nathan pada Jimmy. Begitu pun sebaliknya.....
Sampai akhirnya Nathan berhasil mencekik leher Jimmy dan mendorongnya hingga kepinggiran rooftop. Dengan sekuat tenaga Jimmy menahan dorongan dari Nathan.
Ucap Nathan dengan tersenyum dan menatap dengan penuh kepuasan.
" Egggghhh....aku tidak akan membiarkan hidup mu tenang Nathan "
Masih sempatnya dia mengancam Nathan, mengingat dia telah berada diujung kematian.
Tiba-tiba saja Kevin pun datang berlari dengan nafas yang tersengal-sengal....
" Nathan..... "
Teriaknya.
Saat melihat Jimmy menusupkan tangan kesaku jaketnya, hendak mengeluarkan pisau belati. Lalu........
Dorr...dorr...dorr
Kevin sempat melepaskan tembakan pada Jimmy tiga kali berturut-turut hingga membuat nya tersentak mundur beberapa langkah. Nathan pun terkejut melihat Kevin menembak Jimmy.....
Nathan menoleh pada Kevin cengkraman nya dileher Jimmy pun terlepas dengan seiring langkah Jimmy termundur. Beberapa langkah kebelakang hingga terhempas keluar dari gedung...
Tetapi lebih mengerikan nya, sebelum dia terjatuh Jimmy sempat tersenyum licik pada Kevin. Lalu tangan nya juga sempat menarik baju Nathan hingga membuat Nathan ikut terjatuh bersamanya.....
Kevin terkejut dan langsung berlari dengan sekuatnya hendak menyelamatkan Nathan. Namun tangan nya tak sempat meraih Nathan.....
" NATHAN.....TIDAKKKKK "
Teriak Kevin kencang, dengan tangan yang terulur kebawah dipinggiran rooftop. Beberapa team khusus pun yang berada dibelakang Kevin, ikut menahan tubuh Kevin yang hampir menyusul jatuh......
Bughhh.....bughhh....brakk
Nathan ikut terjatuh bersama dengan Jimmy.
Kevin terduduk lemas, air matanya mengalir dengan deras. Sesaat kemudian dia berlari kembali turun kebawah untuk melihat keadaan Nathan.
Dengan langkah gontai dan air mata yang mengalir deras. Dia berlari sekencang nya dan langsung memeluk tubuh Nathan yang terkujur lemas tak berdaya.
Seketika hujan turun begitu derasnya seiring dengan bercakan darah yang mengalir entah dari tubuh Jimmy atau Nathan kala itu.
Pasukan Medis pun langsung datang ketempat kejadian untuk menolong.
Kevin dengan cepat menggendong tubuh Nathan ditengah hujan dan berlari menuju ambulance. Air matanya terus mengalir dengan derasnya.
Bagaimana bisa ini terjadi, untuk kedua kalinya dia melihat Nathan terkujur lemas tidak sadarkan diri dengan bersimbah darah lagi. Perasaan nya begitu kacau, dia tak mengurus lagi bagaimana keadaan Jimmy. Yang paling penting baginya adalah keadaan Nathan.
Apa yang akan dia katakan pada Barbara dan Renesmee dengan keadaan Nathan. Sungguh dia tidak tahu apa yang harus dilakukan nya......
Diperjalanan didalam ambulance Kevin terus-terusan menggenggam erat tangan Nathan. Dia sangat sedih dan merasa dirinya tidak bisa menyelamatkan Nathan.
Jimmy benar-benar nekat, dia tidak mau mati sendirian melainkan mengajak Nathan bersamanya. Tanpa sadar tangan Kevin mengepal mengingat sosok Jimmy.
" Nathan....aku mohon bertahan lah!! jika kali ini sampai terjadi apa-apa padamu, aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri "
Kevin bergumam dalam hatinya, air matanya juga menetes terus menerus.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like,vote, dan komentar positif nya yah my readers!! Biar Author makin semangat yah ๐๐