Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
Penggerebekan....


Dua hari setelah kejadian mengejutkan yang membuat Rens syok berat. Dia memilih untuk tidak melakukan aktivitas luar rumah sementara.


Karna diyakini takut nya akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Begitu pun dengan Nathan, Dia tidak mengizinkan Rens keluar rumah.


Jadi selama dua hari itu dia hanya berdiam diri diapartemen . Dari pagi hingga menyambut malam begitu pun besok harinya.


Nathan dan juga Kevin sudah berhasil menemukan tempat persembunyian pelaku yang hampir menabrak Rens. Mereka yakin sekali itu adalah Jimmy.


.


.


.


Malam ini Kevin mengajak Mia untuk menemani Rens diapartemen milik Nathan. Karna Nathan dan Kevin sudah membuat rencana, pada malam hari ini mereka akan menggerebek tempat yang diyakini persembunyian Jimmy.


" Bee...aku pergi dulu yah "


Ucap Kevin, sambil memeluk kekasihnya itu.


" Tapi Bee.... "


Ucap Mia yang terhenti karna Kevin menutup mulut Mia dengan telunjuk nya.


" Husshhh....tenang saja Bee, kamu tak perlu khawatir "


Sambung Kevin, menatap lekat wajah cantik Mia.


" Baiklah Bee...tapi kamu juga harus hati-hati yah "


Mia menatap cemas pada Kevin, kemudian Kevin langsung mengecup kening nya dengan lembut. Sembari mengangguk tersenyum....


Sedangkan disisi lain Rens nampak memeluk erat tubuh Nathan. Seakan-akan sangat takut untuk membiarkan Nathan pergi.....


" Aku ngga mau kamu pergi....terlalu bahaya mungkin saja Jimmy punya anak buah yang banyak hiks...hiks...hiks "


Ucap Rens sembari menangis terisak didekapan Nathan.


" Sayang tenang lah....liat aku....sini liat aku "


Nathan meregangkan dekapan nya agar bisa saling menatap dengan Rens. Kini mata mereka saling bersitatap membaca isi hati masing-masing. Lalu Nathan menghapus air mata Rens yang deras mengalir di kedua pipi chuby nya.


" Percaya sama aku.....aku ngga akan membiarkan Jimmy menang "


Ucap Nathan.


" Tapi Nathan, aku sangat tahu Jimmy itu begitu keras kepala dan nekat "


" Kamu tau aku kan, aku ini lebih keras kepala dan nekat dari dia!! Apa lagi dia sudah berani -berani nya ingin menyakitimu "


" Aku mohon Nathan...... "


" Aku harus menyelesaikan ini semua.....Prinsip ku kali ini, harus ada yang mati diantara aku atau Jimmy "


Rahang nya seketika mengeras, dada nya pun berdebar dengan kencang. Tangan nya mengepal dengan sempurna mengingat wajah sialan Jimmy.


Sangat jelas nampak jika Nathan saat ini begitu murka akan Jimmy. Dia bersumpah akan membunuh Jimmy dengan tangan nya sendiri....


" Aku pergi dulu, ingat jangan pergi kemana pun aku akan mengirim dua orang pengawal untuk berjaga disini "


Mau bagaimana lagi, Nathan sangat keras kepala. Jika dia sudah nekat siapa pun tidak akan didengar nya , termasuk Rens.


Rens hanya bisa pasrah dan mengiyakan ucapan Nathan......


Cups....


Sebelum melangkah pergi, tak lupa dia untuk mengecup kening istrinya dengan kecupan hangat dan lembut. Saat itu Rens hanya diam dan menutup matanya, air mata nya menetes terus menerus tiada henti....


" Aku mencintai mu..... "


Kata terakhir Nathan sebelum pintu lift menutup sepenuh nya.


Seketika Rens langsung terduduk lemas dilantai kala itu. Dia benar-benar mencemaskan Nathan, dia takut jika terjadi apa-apa pada suami nya itu. Entah mengapa perasaan nya begitu tidak tenang.....


Mia yang melihat nya pun langsung merangkul pundak Rens dan membawanya masuk kedalam kamar untuk berbaring. Dia sangat mengerti bagaimana perasaan Rens saat ini, karna dia juga merasakan hal yang sama.


" Rens tenaglah....kamu tidak boleh banyak pikiran ingat baby yang ada didalam perut mu "


Rens menangis sesegukan, Mia pun langsung memeluk nya.


" Kasian baby mu jika kamu menangis terus, kamu ngga kasian sama dia? "


Seketika Rens tersadar, dia melepaskan pelukan Mia dan langsung mengelus perut nya yang masih rata itu.


" Maafkan Mommy yah baby......pasti kamu ikut sedih maafin Mommy "


Ucap nya sembari mengelus perut dan mengusap air matanya.


Mia pun tersenyum melihat tingkah sahabat nya itu, ternyata Rens sudah sangat dewasa fikirnya. Dia pasti bisa menjadi ibu yang baik untuk anak nya kelak.....


*****


Terjadi peristiwa baku tembak yang berlangsung lama, digedung bekas pabrik yang terletak dipedalaman hutan didaerah xxxx. Tempat persembunyian Jimmy....


Apa yang telah dikatakan Rens benar, Jimmy memiliki anak buah yang banyak. Kisaran dua puluh lebih orang disana, bahkan ada beberapa yang memiliki senjata api.


Nathan dan Kevin juga tidak tanggung-tanggung, Nathan telah menyiapkan team khusus untuk membantu penggerebekan ini. Tak kalah banyak dengan anak buah Jimmy.


Suara tembakan-tembakan menyelimuti daerah itu, untung saja di tengah hutan yang jauh dari kota. Jadi tidak ada masyarakat yang dapat mendengar nya.


Tiba-tiba suasana menjadi hening, tidak ada lagi serangan tembakan dari dalam gedung. Nathan Kevin beserta tim pun memanfaatkan waktu tersebut. Mereka menyusup perlahan masuk kedalam gedung pabrik itu.


Berpencar beberapa regu untuk menyusuri setiap sudut gedung. Sedangkan Nathan memilih untuk berdua bersama Kevin.....


Mereka berdua menyusup kedalam suatu ruangan yang diduga sebagai tempat nya Jimmy berada. Saat memasuki nya, nampak sangat gelap gulita sama sekali tidak terlihat apa-apa.


Nathan melangkah maju ketengah ruangan dengan diikuti Kevin yang menjaga dibelakang nya. Sengaja mereka membawa masing-masing pistol untuk menjaga diri jika tiba-tiba Jimmy atau anak buah nya menyerang.


Saat telah mencapai tengah ruangan gelap itu, terdengar suara pintu tertutup dan dikunci. Membuat Kevin dan Nathan langsung menoleh kiri kanan waspada.


" Keluar kamu brengsek, aku tahu jika itu dirimu cihhh "


Teriak Nathan geram,lalu dia meludah kesembarang arah.


Dia begitu tidak sabar untuk menemukan Jimmy, untuk membalas atas kejadian waktu itu. Kejadian yang hampir menewaskan istrinya.


" Hahahaha....... "


Kevin dan Nathan dibuat terkejut saat mendengar suara Jimmy tertawa menggelegar diruang gelap tersebut. Sesaat kemudian....


Klik....Lampu menyala menerangi setiap sudut ruangan itu.


Bugh..bugh...bugh...bugh


Suara pukulan keras dari tongkat baseball yang dipukulkan seseorang pada Kevin dan Nathan. Membuatkeduanya tersungkur dan melepaskan pistol nya. Sebelum sempat diambil kembali, pistol mereka langsung dirampas oleh anak buah Jimmy tadi.


Ternyata sedari tadi mereka berdua telah dikelilingi oleh anak-anak buah Jimmy didalam ruangan itu. Ada sekitar 10 orang disana, mereka semua masing-masing membawa tongkat baseball besi ditangan mereka.


Sedangkan Jimmy tepat berada didepan Nathan sembari duduk dikursi dengan santai. Dia menyeringai memasang wajah iblis nya.....


" Heheh.....ternyata ini dia sih pengecut nya "


Ucap Nathan terkekeh lalu berdiri mengelap sudut bibirnya yang berdarah. Begitu pun dengan Kevin, dia memandang sekeliling nya.


Mencari-cari celah untuk kabur, namun seperti nya tidak ada sama sekali celah terlihat.


" Cihhh..... "


Nathan meludah tepat diwajah Jimmy, membuat Jimmy geram marah. Dia langsung memerintahkan anak buah nya untuk menghabisi Kevin dan Nathan.


Benar saja dalam detik yang sama, para anak buah nya langsung menyerang Nathan juga Kevin. Hingga terjadilah perkelahian sengit sepuluh orang dengan tongkat baseball besi dengan dua orang bertangan kosong.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan vote nya yah guys, untuk mendukung terus karya Author☺ Thankyou Happy ReadingšŸ¤—šŸ¤—