Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
Kotak Misterius #2


Sore hari nya Kevin seperti biasa mengantarkan Nathan ke apartemen nya terlebih dahulu. Lalu dia langsung bergegas menuju apartemen milik nya, yang kini telah ditempati oleh Mia....


Tit...Tit...Tit...Tit...


Kevin menekan tombol kode password unitnya, dipintu masuk tersebut. Mia yang sedang duduk disofa depan tv, mendengar suara seseorang masuk kedalam unit....


Dia tahu jika itu adalah Kevin, karna yang tau kode password itu hanyalah mereka berdua. Sengaja disetel menurut tanggal jadian mereka....


Mia beranjak dan langsung berlari menyusuri lorong, setelah berpapasan dengan Kevin. Mia pun takenunggu lama menghambur pelukan pada Kevin...


Kevin membalas pelukan Mia dan mendarat kan kecupan hangat dipucuk kepala kekasih nya itu.


" Ada apa bee? " tanya Kevin.


" Hmm....ada sesuatu yang ingin aku perluhatkan padamu " jawab Mia dengan nada ragunya.


Kevin pun mengerinyitkan dahinya dan menatap heran kearah Mia. Membuat Mia semakin gugup, langsung saja Mia mendorong wajah Kevin kearah lain...


Mereka berdua berjalan masuk keruang santai depan tv. Dengan Kevin yang merangkul pundak Mia. Wajah Mia terlihat begitu pucat, dia takut akan diri Kevin jika tak bisa menerima kenyataan itu...


" Kamu sudah makan bee? " tanya Kevin seraya duduk diatas sofa.


Mia masih diam melamunkan sesuatu...


Merasa tak dihiraukan, Kevin pun kembali bertanya sembari menepuk pundak Mia.


" Bee? Kamu sudah makan belum? " tanya Kevin lagi.


" Hah? Apa bee? Sorry aku tadi ngga dengar " jawab Mia gugup.


Mia pun tersadar dari lamunan nya. Kevin semakin merasa aneh dengan tingkah Mia.


" Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu bee? " tanya Kevin dengan lembutnya mengelus rambut Mia.


" Hah? Engga kok bee, aku baik-baik aja " sahut Mia tersenyum pasif.


" Hmm...Kalau begitu apa kamu sudah makan? " Kevin kembali bertanya pada Mia.


" Aku sudah makan bee, kamu? " jawab Mia.


" Aku juga sudah " sahut Kevin, kembali mengecup kening Mia.


" ....jadi apa yang ingin kamu perlihatkan pada ku bee " lanjutnya, penasaran.


Mia menatap lekat kedua mata indah Kevin, lalu dia menyentuh wajah Kevin dengan lembut. Sedangkan Kevin hanya menatap nya dengan tatapan penasaran.


" Ini dia... "


Mia mengeluarkan kotak tadi yang sengaja ditaruh nya dibawah meja. Kevin mengerutkan dahinya, dan menatap Mia. Mencari jawaban atas kotak tersebut...


" Tadi siang ada yang menaruh nya didepan pintu unit kita bee...sebaiknya kamu buka dan lihat didalam nya " tutur Mia menjelaskan asal usul kotak tersebut.


" Benarkah? Siapa yang menaruh nya bee? Kamu sudah lihat isinya? " tanya Kevin bertubi-tubi.


" Sudah bee....kamu lihat sendiri apa isi kotak tersebit "


Mia menyodorkan kotak itu ketangan Kevin....


Tak menunggu lama Kevin langsung membuka kotak itu dan dikeluarkan nya dua map dari dalam nya. Saat membuka map pertama Kevin biasa saja melihat foto dua orang anak kecil itu.


Namun saat melihat isi map kedua, seketika raut wajah Kevin berubah datar, matanya melotot, deruan nafasnya juga terdengar berat, kedua alisnya menjungkit....


" Derren Louis? " ucap Kevin menggenggam kuat kertas pencocokan DNA itu hingga lecek.


Matanya berkaca-kaca hatinya begitu panas menahan tangis. Mia yang melihat kekasih nya itu nampak syok mencoba mendekati dan menyentuh pundak Kevin.


Tetapi saat hendak disentuh Kevin langsung berdiri dan pergi membawa kotak tersebut beserta isinya. Kevin terlihat marah dan emosi saat itu. Bahkan dia melupakan jika ada Mia disamping nya...


Kevin berlalu meninggal kan Mia sendirian bersama pertanyaan-pertanyaan yang terbesit dibenak Mia.


Brukk.....


Kevin keluar dan pintu terbanting kuat....


" Apa dia marah padaku? Tapi kenapa? Kemana dia akan membawa kotak itu.....aku takut dia melakukan hal-hal aneh "


" ....ya tuhan tenangkan lah pikiran nya saat ini, jangan biarkan amarah menguasai dirinya "


Mia mencoba menghubungi ponsel Kevin, tetapi tak juga tersambung. Hingga akhirnya dia berpikir...


" Mungkin bee perlu waktu sendiri untuk berpikir.....aku tidak akan mengganggunya " gumam Mia, sembari mengusap air matanya.


***


Kevin mengemudikan mobilnya menuju entah kemana....


Pikiran nya begitu kalut, sesekali ia menoleh kearah kotak tersebut yang ditaruh nya dikursi sebelah nya. Air mata nya mengalir begitu deras tiada henti.


Sialan....


Kevin memukul-mukul setir kemudinya, sembari menyetir sesekali ia mengusap wajah nya dengan kasar. Dia benar-benar tak percaya, apakah ini takdir atau kebetulan.


Jika dia ternyata adalah Derren Louis anak sulung dari Louis Wilton. Kembali ia mengingat saat dirinya dan Nathan makan siang bersama dengan Louis Wilton.


_____


" Kamu mirip dengan Tara, dia juga tak menyukai kacang "


Itulah kalimat yang ia ingat dengan jelas. Ternyata itu bukan kebetulan, dia dan Tara adalah kakak adik yang tidak menyukai kacang.


" Akhhh..... " Kevin menghela nafas dengan begitu kasar.


Dia pun menoleh kembali kekotak tersebut. Tiba-tiba saja ada sesuatu yang janggal tertulis dibalik kotak itu. Kevin langsung menepikan mobil nya dan berhenti.


Digapai nya kotak itu lalu diputar untuk melihat tulisan yang tertulis dibalik nya.


" Kamu telah dibodohi oleh Nathan, selama ini dia sudah mengetahui nya!! tetapi dia tidak memberitahu kenyataan nya padamu, menyedihkan sekali "


Itulah tulisan nya...


Sontak saja mata Kevin melotot dan alisnya menjungkit, wajah nya memerah, dada nya pun berdebar dengan hebat. Dia terkekeh sejenak, wajah songong nya nampak begitu jelas.


" Aku benar-benar tak percaya dengan tulisan ini "


" .....jika tidak mendengar nya langsung dari Nathan "


Langsung saja Kevin kembali mengemudikan mobil nya dengan kecepatan maximal. Menuju apartemen Nathan, raut wajah nya datar dan dingin. Tak ada lagi air mata yang keluar dari sudut matanya.


Sorot matanya tajam seperti elang dan mulut nya terkatup rapat. Pikiran nya semakin kalut, dia takut untuk mendengar jawaban dari Nathan.


Takut untuk kecewa, jika benar Nathan sudah mengetahui ini lama. Tapi tak ada memberitahu kebenaran kepadanya. Akan sangat kecewa.....


Ponsel nya berdering terus menerus pun dia tidak menghiraukan nya. Fokusnya hanya mengendarai mobil untuk meminta jawaban pada Nathan.


.


.


.


.


Kling.....


Lift terbuka, Kevin langsung melangkah masuk kedalam unit Nathan.


Terdengar suara Nathan yang sedang mengobrol dengan Rens disofa ruang santai. Kevin pun berjalan menyusuri lorong menghampiri Nathan...


Nathan begitu terkejut melihat Kevin yang tiba-tiba berdiri disebelah sofa sampingnya. Kevin seperti hantu yang tiba-tiba muncul. Kedatangan nya bahkan tidak disadari oleh Nathan saat itu.


" Kevin.... " ucap Nathan terkejut.


" Ada yang ingin kubicarakan padamu... " ucap Kevin dingin sedikit ketus.


Nathan mengerinyitkan dahinya, merasa ada yang aneh.


" Sayang aku bicara pada Kevin sebentar yah....kamu tunggu disini dulu "


Nathan mengelus-elus kepala Rens yang berada dipaha nya. Rens mengangguk dan langsung beranjak duduk. Bukan hanya Nathan tetapi Rens juga merasa ada hawa-hawa dingin disekitar Kevin....


Seperti biasa Nathan pasti akan mengobrol dengan Kevin didalam ruang kerja nya. Entah itu masalah pekerjaan atau bukan, tempat itulah yang paling nyaman untuk mengobrol...


.


.


.


.


Jangan lupa untuk like dan vote nya yah readers buat yang ikhlas aja hehehe😋 biar author makin semangat aja.....