
*****
POV Nathan~
Sore itu Nathan melajukan mobilnya dengan sangat cepat menuju apartemen nya. Kekesalan yang sangat-sangat jelas tergambar diwajah tampan nya itu. Jantungnya begitu berdegup dengan kencangnya, dia menggeretakan giginya sesekali. Dibukanya jasnya perlahan saat sedang mengemudi, lalu ditariknya sedikit dasinya hingga melonggar. Sungguh gerah rasanya......
"hahah....mereka kira mereka siapa? hingga aku harus melihat drama yang mereka mainkan itu....Tara Louis huh" geram Nathan, sembari menghela nafasnya dengan kasar.
sesampai dirinya diparkiran apartemen, Nathan pun bergegas turun dari mobil dan berjalan menuju lift.
Ting......Lift pun terbuka
Nathan langsung bergegas menuju dapurnya. Sesampai didapur kemudian Nathan membuka kulkas nya dan mengambil sebotol air mineral dingin, lalu meneguknya hingga habis. Dia minum seperti seseorang yang habis lari maraton 7km atau seseorang yang habis memakan 50 biji cabe merah.
Setelah itu dia pun memutuskan untuk masuk kedalam ruang kerjanya dan membersihkan diri.
setelah selesai mandi, Nathan pun duduk disofa yang biasa dipakainya untuk tidur. Lalu dibuka nya laptop yang memang ada diatas meja depan sofa itu.
Dia pun mulai memainkan cursor dan mencari-cari sebuah file didalam laptop itu. Akhirnya ketemu, Nathan pun mengklik untuk membukanya. Saat file itu terbuka nampak sebuah dua foto seorang pria yang berbeda. Diperhatikan nya dengan seksama foto tersebut. Saat sedang sangat fokus tiba-tiba saja ponselnya bergetar hingga mengejutkan dirinya. Sebelum mengangkatnya terlebih dahulu Nathan memeriksa nama pemanggil nya, ternyata panggilan itu dari Manager apartemen disitu.
"Hallo....." ucap Nathan setelah mengangkat panggilan itu.
"Hallo selamat malam Tuan Nathan, sebelumnya saya minta maaf telah mengganggu waktu istirahat anda" ucap Manager itu diseberang panggilan.
"Yah....Ada perlu apa sampai menelpon saya?" ucap Nathan sedikit ketus.
"Begini Tuan.....sebenarnya saya ingin menyampaikan ada seorang wanita yang sedang mondar-mandir sedari tadi didepan lift VVIP ke unit anda" ucap Manager sedikit gugup.
"Wanita....?" Nathan merasa bingung.
"Benar Tuan.....saya lihat dari cctv wanita itu nampak kelihatan bingung"
"Baiklah....akan saya cek!! terima kasih infonya......"
Betapa terkejutnya dirinya saat melihat sosok yang dibicarakan manager itu adalah Renesmee. Dia begitu lupa jika Rens tidak memiliki kartu akses ke unitnya.
Dia pun juga mulai bingung, bagaimana caranya agar Rens bisa naik tanpa bertemu dengan nya.
Disatu sisi dia kasihan melihat Rens yang mondar-mandir kebingung, namun disisi lain egonya terlalu besar memalukan baginya jika dia terlihat perduli pada Rens karna sekarang dia sedang marah.
Dengan begitu kerasnya dia berfikir, sampai akhirnya ia menemukan sebuah ide. Dia pun merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang yaitu Kevin.
Tut.....tut......tut....
"Hallo Tuan ada apa?" jawab Kevin disebrang sana.
"Kevin kau ada dimana sekarang.." tanya Nathan.
"Saya masih dalam perjalanan pulang kerumah Tuan" jawab Kevin lagi, kini dirinya penasaran.
"....ada apa tuan?" lanjut Kevin bertanya.
"Baguslah....cepat kau ke apartemenku dan jangan lupa bawakan makan malam untuk Rens" Nathan memerintahkan Kevin agar segera datang keapartmen nya dan membawa makan malam untuk Rens.
"Baik tuan...."
Nathan pun memutuskan panggilan itu. Kemudian dia kembali menatap layar laptopnya itu. Tanpa sadar pun dia tersenyum kecil melihat tingkah Rens dari cctv.
Tak berselang lama dilihatnya nampak seorang pria menghampiri Rens dan mengajaknya masuk kedalam lift, pria itu adalah Kevin yang sengaja sudah diperintahkan nya untuk datang.
"Baguslah....Kevin sudah datang!! sepertinya dia sudah kelihatan lelah" gumam Nathan, sembari menutup laptopnya tersebut.
Setelah itu seperti biasa dia meminum segelas wine lalu mulai merebahkan dirinya diatas sofa, sembari menunggu matanya mulai mengantuk dan tertidur.
Bersambung.....