Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~99


Mia tersenyum memandang wajah tampan karismatik dari pria yang kini sedang terlelap dihadapan nya. Alis yang lebat, hidung mancung, mata lentik, bibir tebal, serta rahang yang kokoh menambah ketampanan diwajah Kevin....


Saat sedang asyik-asyik nya menatap, tiba-tiba saya Mia dikejutkan oleh ponsel Kevin yang berdering begitu keras. Sehingga membuat Kevin terbangun seketika....


Kring...kring...kring


Kring...kring...kring


Kring...kring...kring


Kevin tersentak dan langsung duduk diposisinya. Sedangkan Mia panik serta gugup saat itu. Bagaimana tidak, jika dia ketahuan sedang memandangi wajah Kevin....


Belum sempat Kevin mengangkat nya, deringan ponsel nya sudah berhenti. Kevin mengecek panggilan dari siapa itu, yang ternyata adalah dari Nathan...


Saat hendak beranjak berdiri Kevin terkejut melihat Mia yang sedang berjongkok disana. Sedang apa?


Wanita itu terlihat panik dan gugup mencari-cari alasan, Kevin mengerutkan dahinya dan bertanya kepada wanita itu dengan aneh....


" Mia...apa yang kamu lakukan disitu? "


" Ah...a-aku aku sedang mencari antingku yang jatuh hehehe "


" Benarkah? antingmu yang mana? bukan kah masih menyangkut ditelinga mu itu "


" Ohh...iya bener ini dia, aku kira jatuh dibawah sofa hehehe "


Mia semakin gugup menjawab pertanyaan dari Kevin, terlebih wajah Kevin yang menatap nya aneh. Membuat jantungnya berdebar hebat...


Sesaat kemudian Kevin mulai paham apa yang sedang dilakukan oleh Mia. Dia pun tersenyum dan langsung menggapai kedua pundak Mia dan menuntun nya untuk berdiri.


Deg...deg...de**g


Jantung kedua nya berdebar hebat saaat saling menatap, Sorot mata Kevin nampak sangat jelas terlihat. Jika saat ini dia jatuh cinta pada wanita yang sedang berdiri dihadapan nya sekarang...


Begitu pun juga dengan Mia wajah nya memerah seketika. Dia sangat tidak percaya jika dia memiliki pacar yang sangat sempurna seperti Kevin....


Namun tiba-tiba saja.....


Ctarrr.....grugum....dummdum


Suara petir dan guntur yang bergemuruh sangat nyaring membuat lamunan kedua nya tersadar. Mia tersentak dan langsung saja memeluk Kevin yang berdiri tepat dihadapan nya....😋


Kevin pun juga terkejut bukan karna suara guntur, tetapi karna Mia yang tiba-tiba memeluk nya. Sedangkan Kevin menanggapi nya dengan membalas memeluk erat Mia serta mengelus rambut belakang Mia dengan sentuhan lembut.


Hangat nya...! gumam Mia.


Lama berdiam diposisi tersebut, kedua nya pun tersadar kembali. Mia langsung melepaskan pelukan nya, wajah mereka saling bertatap lagi....


Tanpa disadari wajah kedua nya memerah padam, kecanggungan mulai tercipta kembali...


" A...aku pergi dulu yah!! Nanti aku hubungi kamu lagi " ucap Kevin gugup.


" Hmm...baiklah sampai jumpa " jawab Mia, dengan tersenyum.


Kevin pun melangkah dengan canggung kearah pintu, diikuti oleh Mia dibelakang. Ada perasaan aneh membuatnya untuk susah sekali melangkah pergi.


Kevin pun berbalik seketika membuat Mia terkejut. Ada apa? gumam Mia.


Cups...


Kevin mendaratkan kecupan manis dikening Mia, membuat wajah Mia memerah dan panas. Dia hanya bisa terdiam tanpa kata.....


Manis sekali....


" A...aku pe-pergi dulu, bye " pamit Kevin dengan terbata, sebelum akhirnya menghilang dari balik pintu.


Mia pun memegang kening nya yang kini terasa panas, akibat kecupan dari Kevin tadi. Jiwa nya seperti melayang kelangit ketuju saat ini.....


Dia melompat kegirangan dengan wajah merona nya..


" Apa ini mimpi? " ucap nya sembari mencubit kedua pipinya.


" .....Aww sakit, hehehe ternyata bukan " lanjutnya cengengesan.


Sekarang hatinya telah hangat akan kehadiran sosok Mia, tidak dingin kosong tanpa ada yang menghangatkan.....


Dengan sunggingan senyuman dia berlari menuju mobil nya yang terparkir dipinggir jalan tersebut....


Segera mungkin dia kembali pulang kerumah, mungkin saat ini Barbara tengah khawatir. Karna Kevin tidak pulang semalaman.


Terlebih dia harus menjemput Nathan untuk pergi kekantor, karna saat ini ada sedikit masalah yang menghambat pekerjaan mereka....


****


Malam hari nya sekitar pukul delapan malam....


Nathan pulang dari kantor dengan segala penat yang membuat kepalanya sakit. Pekerjaan hari ini begitu sangat menguras tenaga nya.


Kling.....


Nathan melangkah keluar dari lift, dan berjalan keruang santai. Dia langsung merebah kan tubuh nya diatas sofa diruangan tersebut....


Sekejap dia menutup matanya karna lelah. Baru saja dia mulai sadar, jika sedari tadi dia tidak merasakan kehadiran Rens saat itu....


Hati nya mulai gusar dan panik, kemana kah istrinya tersebut. Pandangan nya mulai berputar menyapu sekeliling....


Hening dan sepi tak ada tanda-tanda dari Rens.....


Nathan memanggil-manggil nama istri nya tersebut beberapa kali, namun tetap tidak ada jawaban. Dia langsung beranjak dari sofa hendak mencari istri nya tersebut....


Cklek.....


Nathan masuk kedalam kamar nya, dilihat nya sekeliling sembari memanggil-manggil Rens...


" Rens...Sayang...."


" ....kamu dimana Sayang? "


Rens tetap tidak menyahut dan tidak ada satu pun orang didalam kamar nya. Hanya saja ada atoma sesuatu yang tercium di indra penciuman nya.


Aroma favorite nya, yaitu wangi jeruk yang segar. Sekilas ia melirik kearah kamar mandi. Terdengar bunyi rintikan air shower didalam nya....


Sunggingan senyuman licik tergambar disudut bibir nya. Ternyata Rens sedang mandi, karna itu sedari tadi Nathan tidak menemukan nya dimana-mana.


Aroma jeruk tersebut menyeruak semakin tajam diseluruh ruang tersebut. Hasrat birahi nya pun mulai kembali merasuki fikiran nya.....


Sungguh tak bisa ditahan nya, tubuh Rens memang membuat nya begitu candu. Ditambah wangi jeruk yang segar dari tubuh serta rambut Rens, membuat nya tak bisa menahan lagi....


Nathan berjalan perlahan mendekati pintu kamar mandi. Sembari ia melepaskan dasi yang mencekik dikerah bajunya. Dibukanya dua kancing dari atas kemejanya dan menggulung lengannya.


Pikiran nakal mulai tergambar di benaknya, gambaran akan sosok Rens yang kini sedang mandi dibawah guyuran air shower yang hangat.


Cklekk.....


Nathan membuka perlahan pintu kamar mandi tersebut. Dia berjalan mendekati Rens yang sibuk menyampo rambut nya....


Rens tak mendengar ada seseorang yang masuk kedalam kamar mandi karna suara dari rintikan air dan shower. Terlebih Nathan yang melangkah pelan-pelan masuk kedalam hingga tak terdengar sekalipun.


Melihat lekukan tubuh Rens yang kini polos tanpa sehelai benang, serta kilapan air yang membasahi kulit putih nya itu. Membuat nafsu birahi nya memuncak....


Sangat susah untuk nya menelan saliva nya sendiri, nafasnya mulai berat, tatapan nya mulai sayu, senyuman kecil juga terlukis jelas dari sudut bibir nya...


Nathan pun langsung mendekap tubuh polos Rens dari belakang. Dan langsung menjamah bagian dada Rens kala itu....


Sontak Rens begitu terkejut mendapat perlakuan tersebut. Terlebih dia tidak bisa melihat siapa itu. Dia meronta-ronta bersikeras untuk melepaskan sepasang tangan yang meraba-raba tubuh sensitive nya...


" Akhh...lepaskan aku..."


" Siapa kamu....tolong.... "


" Pliss lepaskan aku....aku mohon "


jeritan Rens sembari berusaha melepaskan diri. Nathan tersenyum nakal, dia semakin mendekap tubuh mungil istrinya tersebut. Dia tak memperdulikan baju nya yang kini basah karna guyuran air Shower....


Next~