Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~68


Tidak lama kemudian Rens kembali kedapur dan ikut bergabung sarapan bersama dengan Nathan juga Kevin.


Seperti biasa setelah selesai sarapan mereka pun berangkat masing-masing ada yang kekantor dan juga kampus.


Namun pagi ini Nathan berniat untuk mengantar Renesmee kekampusnya.


Sesampai nya di kampus Rens, Nathan mengantarnya hingga masuk kedalam kelas Rens.


Semua pandangan mata tertuju kepada mereka berdua, bagaimana tidak jika mereka berdua berjalan bergandengan tangan dengan romantisnya.


Sesampai nya didepan ruangan kelas yang akan dihadiri Rens, tak lupa Nathan untuk mencium lening istri nya itu dengan lembut.


Mungkin didalam hati mereka masing-masing, sangat tidak mau berpisah walaupun sedetik saja. Hahaha...lagi bucin-bucin nya mereka berdua😅😅


.


.


.


.


Pukul 10.00 pagi, Nathan sedang mengetik sesuatu dilaptop nya yang berada dimeja kerja kantornya.


Tok...tok...tok


Suara ketukan pintu terdengar, Nathan mempersilahkan Kevin masuk.


"Ada apa?" Tanya Nathan, yang masih serius dengan pandangan ke laptopnya.


"Semua persiapan diruang meeting telah disiapkan dengan sempurna....sebentar lagi tuan Louis beserta staf nya akan segera hadir" Kevin mengabarkan pada Nathan jika semua sudah siap dan Louis Wilton akan segera datang.


"Baiklah sebentar lagi aku selesai...." Sahut Nathan yang masih sibuk mengetik.


.


.


.


.


Pagi itu dikediaman keluarga Louis Wilton....


Louis beserta istrinya Maria, sedang sarapan dimeja makan yang mewah dan luas. Mereka menyantap sarapanereka dengan perlahan sembari menunggu kehadiran Tara.


Setelah beberapa menit kemudian Tara hadir dan disusul Sheila dibelakang nya. Karna sudah dua hari Sheila dipanggil oleh Louis Wilton untuk membicarakan masalah pabrik dengan nya.


"Sheila honey sini duduk disebelah mamah...." Maria menarik kursi disebelah nya dan meminta Sheila untuk duduk.


Tara pun duduk tepat dihadapan Sheila dan juga Shinta, sedangkan Louis duduk dikursi pemilik rumah sendiri.


"Tar, hari ini papah minta kamu untuk menemani papah rapat yah" Louis langsung to the point saat Tara baru saja duduk dikursinya.


"Apa papah tidak bisa sendiri? Tara sudah banyak tidak hadiri kelas pah" Tara menolak ajakan Louis.


"Papah kan sudah pernah bilang, kamu tidak perlu melanjutkan kuliah mu!! kamu langsung saja ambil alih dan mengurus perusahaan papah nak...." Louis sedikit meninggikan nada bicaranya.


Louis adalah sosok ayah yang sangat menyayangi Tara, sebenarnya dia tidak memaksakan Tara untuk mengambil alih perusahaan milik nya. Namun apa salah nya jika seorang ayah menginginkan putra satu-satunya untuk mengurus perusahaan nya.


Tara memang sejak dulu tidak pernah berniat untuk mengambil alih perusahaan ayah nya itu. Meskipun dia sudah biasa mengurus beberapa masalah jika ayah nya membutuh kan nya hadir.


Mengurus perusahaan bukan lah impian nya, melainkan impian Tara adalah menjadi seorang Dokter spesialis penyakit dalam.


Louis sangat mendukung impian Tara, namun sebagai pemilik perusahaan grup Wilton. Louis pastinya berharap jika Tara lah yang menjadi pewaris selanjutnya.


"Ayolah....jika kakak mu ada disini papah tidak mungkin bersikeras seperti ini padamu nak" Louis memelas kepada putra nya sendiri.


"Suamiku....apa yang kau katakan!! kenapa kau membawa-bawa Derren!! Deren pasti sudah bahagia dikehidupan nya...hiks...hiks" Maria mencoba melerai perdebatan Tara dan juga Louis.


Namun apa boleh buat dirinya tidak bisa menahan air matanya saat mengingat putra sulung nya itu, Derren Louis.


Sheila semakin bingung dan sedikit penasaran apa yang sedang mereka bicarakan, dan siapa itu Derren.


"Istriku....kenapa menangis? maaf...maaf kan aku sudah membuat mu menjadi sedih seperti ini" Louis merasa bersalah karna telah membuat istrinya kembali mengingat putra sulung nya itu yang hilang.


"Tuh kan pah, papah membuat mamah menangis karna mengingat kak Derren" ucap Tara sedikit ketus.


"....aku berangkat kekampus" lanjut Tara sembari ia meninggalkan meja makan.


Sungguh dia tidak sanggup harus melihat ibundanya menangis seperti itu. Dia juga hampir tidak bisa menahan sedih mengingat kembali kakak kandungnya yang bernama Derren Louis tersebut.


Melihat kepergian Tara Sheila bingung harus melakukan apa, dia hanya bisa menepuk-nepuk bahu Maria dan mencoba menenangkan nya.


Setelah melewati sarapan pagi dengan, haru tangis Louis dan Sheila pergi berangkat kekantor karna akan ada rapat penting.


Shinta yang masih sedih karna kembali mengingat Derren, kini duduk diruang keluarga. Dia pun membuka sebuah laci yang berisikan album-album foto. Lalu dikeluarkan nya satu album foto dan menaruh nya diatas meja.


Dengan duduk disofa Shinta mulai membuka album tersebut yang ternyata album masa kecil Tara dan juga Derren. Dibuka nya satu persatu halaman tersebut.


Air matanya pun tanpa sadarenetes dengan sendiri nya hingga membasahi album tersebut.


Derren Louis adalah anak sulung dari Louis Wilton dan Maria muller. Derren dan juga Tara berselisih 6 tahun, jika dihitung sekarang ini Derren telah berumur 29 tahun.


Waktu Tara berusia 3tahun, Kakek Tara bernama Charles Wilton meninggal dunia. Saat itu Derren berusia 9 tahun.


Kematian Charles yang begitu tiba-tiba, membuat notaris keluarga menyatakan Louis lah yang berhak atas semua warisan dan perusahaan milik Charles.


Dan setelah beberapa bulan Louis beserta istri dan anak-anak nya menikmati kekayaan itu. Kebahagiaan menghampiri keluarga mereka.


Sampai akhirnya seketika kebahagiaan itu hancur, Louis memiliki banyak musuh yang tidak terima akan keputusan Charles mewariskan semuanya kepada Louis.


Sejak saat itu keluarga kecilnya mengalami terror terus menerus setiap hari nya. Sampai suatu hari.


Saat Derren pulang sekolah, Maria berniat untuk menjemput putra sulungnya tersebut sambil membawa Tara.


Saat itu Mobil yang digunakan Maria parkir diseberang jalan. Saat mereka hendak menyebrang tiba-tiba saja sebuah mobil van hitam berhenti tepat didepan Shinta dan juga Tara.


Terjadilah baku saling tarik menarik Maria dan para pria bermasker hitam yang turun dari mobil untuk menculik Tara.


Derren yang saat itu sedang menunggu ibunya tersebut didepan gerbang, melihat dengan jelas kejadian itu.


Dia pun langsung berlari kearah mobil Van hitam tersebut, niat nya ingin membantu sang ibu namun apa dayanya.


Penculik itu malah melepaskan Tara dan menarik Derren masuk kedalam Van lalu dengan cepat menancap gas pergi dari sana.


Maria berteriak sekencang-kencang meminta tolong, namun tak ada yang menolong karna kondisi jalanan yang sangat sepi siang itu.


Louis mengerah kan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Derren. Segala koneksi sudah dihubungi nya. Namun tidak mengerahkan hasil, Derren menghilang seperti ditelan bumi bahkan pelakunya saja tidak bisa ditemukan.


.


.


.


.


Keadaan dikantor Louis, Louis meminta Sheila untuk memberikan semua pemasukan dan pengeluaran keuangan dipabrik ikan tuna kalengan yang dikelolanya.


Jangan lupa like nya guys.....


Happy Reading🤗🤗