Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
MUSIM KE-3 : Episode 13


Diruang santai depan tv.....


Gavin dan Reghata duduk bersebelahan sambil menonton tayangan tv. Didepan mereka terdapat meja panjang dimana sudah tertata rapi makanan siap saji yang tadi di bawakan oleh Rey.


"Kenapa wajahmu cemberut begitu? Ini sudah malam Re....tubuh mu juga perlu asupan energi, sedari tadi kamu pasti lapar kan belum makan?" Gavin meraih mangkok yang berisi daging yang dicincang-cincang. Entah apa nama makanan nya, yang jelas bentuk nya seperti daging yang di cincang.


"Biar sampai besok siang pun, aku masih tahan tidak makan....." Reghata berucap ketus meraih gelas berisi jus buah.


"Makan dulu...." Gavin menahan tangan Reghata lalu mengambil gelas tadi dari tangan nya.


Reghata mendengus kesal. Menatap sinis Gavin yang menyodorkan sendok ke arah mulutnya. "AAAAAA......" Gavin memperagakan dengan mulut yang terbuka.


Dengan perasaan kesal dan terpaksa Reghata membuka mulutnya. Membiarkan Gavin memasukan ujung sendok berisi makanan ke dalam mulut.


"Sudah....." Ucap Reghata tidak jelas sambil mengunyah makanan itu.


Gavin mengernyit keheranan. "Sudah?" Tanya nya menatap skeptis Reghata. Yang ditatap hanya mengangguk sembari meneguk air putih.


"Baru satu sendok Re......"


"Iya terus? Aku sudah kenyang....." Reghata tersenyum lebar sekilas. Ia meraih ponsel nya memeriksa apa ada pesan yang penting mengenai pekerjaan.


"Gak......kamu harus makan lagi pokok nya" Gavin merampas ponsel Reghata lalu menyodorkan kembali sendok ke depan mulut Reghata.


"Aku sudah kenyang Vin....." Protes Reghata.


"Buka mulutmu....."


Mau tidak mau Reghata pun membuka mulut nya. Membiarkan Gavin kembali menyuapi nya. "Apa kau kira bagus dengan tubuh mu yang kurus itu?" Cetus Gavin memandangi tubuh Reghata dari ujung kepala hingga kaki.


"Aku tidak yakin jika itu ada isinya....." Lanjut Gavin menilai porsi tubuh yang dimiliki Reghata. Matanya menatap bagian dada Reghata.


"YAAA.......Apa yang kau lihat?" Reghata berteriak menyilangkan kedua tangan menutupi dada nya.


"Aku tidak melihat apa-apa.....ayo cepat makan, lihat saja tubuh wanita dewasa sangat kurus seperti ini..." Ucap Gavin meledek.


Mereka pun melanjutkan makan malam bersama yang penuh perdebatan itu. Reghata merasa sangat kesal telah dikatai kurus oleh Gavin. Mengingat dia sudah bersalah tadi siang karena kedatangan Simon. Reghata memilih untuk mengalah dari pada harus bertengkar lagi dengan Gavin.


Setelah selesai makan malam. Reghata dan Gavin bersiap-siap untuk beristirahat. Kini mereka tengah duduk bersandar di atas tempat tidur. Reghata sibuk mengetik sesuatu di laptop yang ia taruh di atas paha nya. Sedangkan Gavin tengah berbicara dengan Reyy ditelpon membahas masalah pekerjaan.


Sambil berbicara dengan ponsel yang menempel di telinga. Tangan nya yang kanan membuka laci kecil di nakas sebelah tempat tidur. Meraih botol kaca kecil berisi pil obat tidur nya. Gavin langsung menelan pil tersebut dan meraih gelas air minum yang ternyata isi nya habis.


Gavin melirik ke arah Reghata yang tengah serius dengan pekerjaan nya. Dia menyodorkan gelas kosong itu. Reghata menatap skeptis Gavin, mulut nya mangap-mangap ekspresi bertanya maksud dari suaminya itu.


"Ambilkan aku minum....." Ucap Gavin dengan isyarat mulut yang juga mangap-mangap.


Reghata mengerucutkan bibir nya sambil berdecak kesal. Dengan gerakan grusuh dia beranjak dari tempat tidur. Merampas gelas tersebut dari tangan Gavin lalu berjalan keluar dari kamar. Dengan langkah kaki yang sedikit di hentakan.


Gavin tersenyum tipis menatap kepergian sang istri yang pemarah itu. Meskipun dia marah-marah tapi tetap saja mau menuruti permintaan Gavin. Apakah Gavin telah berhasi membuat keras nya hati Reghata sudah mulai mencair sedikit demi sedikit?


TBC.


Note : Jangan lupa like, koment, dan votenya🙏🙏


Biar tambah semangat untuk up nya, Thankyou Happy Readings🌹🌹