
"Ok aku turun....ngga usah teriak aku dengar, dasar pria gila" ucap Mia juga kesal terpancing emosi karna Kevin menurun kan nya dipinggir jalan yang entah dia pun tak tahu. Dia keluar dari mobil lalu menutup pintu mobil dengan kasar. Kevin pun tanpa merasa bersalah pergi meninggalkan Mia begitu saja dipinggir jalan.
Setelah sedikit jauh Kevin akhir nya tersadar, mengapa dia bisa begitu tega meninggalkan Mia sendirian bahkan Mia pun tak mengetahui daerah itu. Dia pun dengan cepat memutar balikan mobilnya dan kembali ketempat semula dia meninggalkan Mia.
Kevin menghentikan mobilnya sedikit jauh dari tempat Mia, dilihatnya nampak seorang lelaki mengendarai mobil mewah keluar dan menghampiri Mia.
"Mi....kamu ngapain disini? Sendirian kemana Rens?" Tanya pria itu, yang tak lain adalah Tara.
Tara tak sengaja melewati jalanan itu dan melihat Mia sedang mondar-mandir kebingungan. Dia pun berniat menghampirinya.
"Tar....kamu ngapain disini? Rens sudah pulang duluan bersama Nathan hehehe" Jawab Mia.
"oh gitu.....aku tadi ngga sengaja lewat sini dan lihat kamu lagi kaya kebingungan gitu!! Kamu ngapain disini?" tanya nya lagi.
"hmm....cerita nya panjang deh!! Yang jelas tadi itu ada pria gila yang ninggalin aku disini, tega banget kan" ucap Mia kesal.
"hahaha pacar kamu yah? Yaudah gimana kalau aku kasih tumpangan pulang kerumah kamu?" Tara menawarkan Mia tumpangan pulang kerumahnya.
"Pacar? Hahaha amit-amit jangan sampai deh!! Kalau gitu aku ikut yah nebeng pulang" ucap Mia tak percaya dengan ucapan Tara yang mengatakan Kevin adalah pacarnya.
Mia dan Tara pun masuk kedalam mobil mewah milik Tara. Setelah itu Tara mulai menancapkan gas untuk mengantar Mia pulang kerumahnya.
Sedangkan dikejauhan Kevin sedari tadi menatap mereka berdua yang sedang bercakap, meskipun tidak terdengar ditelinga Kevin karna jarak nya sedikit jaub. Namun Kevin seperti merasa bahwa Mia sedang mengatai dan menyumpahi dirinya.
"Tara Louis.....mau apa dia didaerah sini!! Dan apa yang mereka bicarakan sialan, pasti wanita itu sedang membicarakan ku!!" ucap Kevin, yang berbicara sendiri didalam mobil.
".....mau kemana lagi mereka" lanjutnya.
Kevin pun menancapkan gas perlahan untuk mengikuti mobil Tara. Kevin mengikuti mobil Tara hingga sampai kedaerah rumah Mia. Terlihat Mia sedang keluar dari mobil tersebut, lalu melambai penuh senyuman saat mobil Tara mulai meninggalkan tempat itu.
"Cihh....dia tersenyum begitu kepada pria itu, so manis didepan semua pria" ucap Kevin terkekeh.
"yasudah lah lagi pula untuk apa aku perduli, mau dia melakukan apa yah terserah dirinya" ucap Kevin.
Kevin pun memutar balik mobilnya dan mengemudi pulang kerumah untuk beristirahat.
Hari pun berganti, seperti biasa mereka bertiga sarapan bersama dimeja makan apartment Nathan. Namun tudak ada sepatah kata yang keluar dari mulut mereka bertiga.
Nathan dan Rens sesekali saling melempar pandangan. Rens memandang Nathan dengan sinis tapi Nathan memandang Rens dengan santai. Sedangkan Kevin fikirannya melayang memikirkan wanita rembes itu sih Mia.
"Huh....egois" gumam Rens.
"Kenapa sejak semalam aku ngga bisa berhenti memikirkan wanita itu sih.....Kevin tetaplah fokus jika tidak kerjaanmu akan berantak kan" Bathin Kevin.
"Kevin.....Kevin......Kevin" Awalnya Nathan memanggil pelan hingga akhirnya dia memanggil nama Kevin dengan membentak.
Kevin pun terkejut saat Nathan memanggil namanya, lamunan nya buyar seketika. Nathan menatapnya dengan sinis.
"Pagi-pagi kau sudah tidak fokus....bisa-bisa hari ini pekerjaanmu tidak beres" ucap Nathan kesal.
"Maaf tuan.....itu tidak akan terjadi lagi" ucap Kevin menunduk.
Rens yang melihat tingkah aneh Kevin, hanya diam dan menyimak mereka berdua.
Setelah selesai sarapan mereka pun bersamaan turun dilift, lalu saat dibawah Rens memilih melewati jalan lajn untuk mencari taxi kekampusnya. Sedangkan Nathan dan Kevin langsung bergegas berangkat kekantornya.
Pagi berganti menjadi siang, Begitu bangak pekerjaan yang harus dikerjakan hingga membuat Nathan begitu sibuk pagi itu. Sampai-sampai dirinya tak menyadari bahwa sudah waktunya jam makan siang.
Nathan masih sibuk mengetik sesuatu dilaptop miliknya. Tiba-tiba ponselnya pun bergetar, dengan cepat dia mengangkatnya.
"Gimana? Apa semuanya sudah kau siapkan? Besok aku akan berangkat, kita bertemu ditempat biasa saja" ucap Nathan kepada seseorang dipanggilan itu.
"Sudah Tuan.....semua sudah saya siapkan, baiklah kalau begitu sampai bertemu disini" ucap pria asing itu. Kemudian Nathan memutuskan panggilannya.
Cklek.....Kevin memasuki ruang kerja Nathan sembari membawa Pasport dan Visa milik Nathan kemudian diletakan nya disebelah laptop Nathan.
"Tuan....apa tidak sebaiknya saya juga ikut menemani anda?" ucap Kevin dengan tatapan seriusnya, sebenarnya dirinya sangat curiga mengapa Nathan tidak mengajak dirinya malah mengajak Alex.
Walaupun alasannya karna kantor cabang diseoul sedang bermasalah, tapi mengapa Nathan bersikeras untuk tidak mengajak dirinya.
"Berapa kali sih aku harus katakan Kevin, aku bisa menangani nya sendiri!! Jadi kau tetaplah disini menjaga Renesmee jika dia menginginkan sesuatu" ucap Nathan sedikit kasar, membuat Kevin semakin merasa curiga serta penasaran.
"Baiklah Tuan....jika ada sesuatu yang anda butuhkan hubungi saja saya" ucap Kevin sembari keluar dan tak lupa dia untuk menutup pintu kembali.
Nathan pun hanya membalas nya dengan anggukan, bahkan dia tak menghiraukan Kevin yang keluar dari pintu kantornya.
"Apa yang kau sembunyikan dariku Nathan, apa kau tidak mempercayaiku lagi hingga begitu kerasnya kau menolak untuk aku temani" gumam Kevin.
Meskipun sikap Nathan membuatnya curiga, namun dirinya berusaha mengesampingkan perasaan itu dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sepeninggal Kevin, Nathan kembali menatap ponselnya terus-menerus. Fikirannya melayang memikirkan Rens.
"Apa sebaiknya aku memberi tahunya, jika aku akan berangkat besok pagi?" ucap nya sendiri, sembari menekan kontak Rens yang ada diponselnya.
Dirinya masih dilema, "Telpon...ngga.....telpon....ngga" Akhirnya tak sengaja jarinya memencet tombol telpon dikontak Rens. Nathan pun panik, tak sempat dia memencet tombol akhiri Rens menjawab panggilannya.
"Hallo....." ucap Rens disebrang panggilan. Nathan pun hanya diam tak menyahut.
"Hallo.....apa salah sambung yah, yasudah aku matikan" ucap Rens sedikit kesal, karna tidak ada jawaban saat dia bertanya.
"Tunggu.....ini aku" ucap Nathan sedikit pelan, malu sekali rasanya kenapa harus dia yang menelpon duluan. Jadi ketahuan kan jika dirinya sudah menyimpan lama kontak milik Renesmee.
"Siapa.....?" tanya Rens yang masih sedikit bingung.
"Ini aku.....tapi kalau kau juga tidak mengenaliku matikan saja" ucap Nathan sedikit ketus.
Rens pun menyadari jika suara itu sangat familiar baginya, tak lain adalah suara Nathan.
"Nathan....? apa benar ini Nathan?" tanya Rens bersemangat. Tidak bisa diungkap kan betapa bahagia nya dirinya saat mengetahui Nathan memiliki nomer ponselnya.
"Sejak kapan dia mengetahui nomer ponselku? tapi terserahlah yang penting sekarang dia menelpon ku..." Bathin Rens.
Bersambung.....
Semangat terus yah, untuk kalian hari ini menjalani aktifitas masing-masing......
Happy Reading😉