Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~77


" Boleh kah aku bertanya sesuatu.... " ucap Kevin sembari duduk menghadap kearah Mia.


" hmm....Tanya saja !! aku akan menjawab nya jika asalkan bukan pertanyaan matematika yah, hahaha " Jawab Mia, disusul dengan candaan nya yang garing tak lucu.


" Bagaimana bisa kau mengetahui tempat ini..... " Kevin bertanya dengan serius.


" Oh...itu karna dulu sebelum kakek ku meninggal, aku sering berkunjung kemari bersamanya dan memberikan anakcanak disini santunan walaupun tak seberapa... " Jawab Mia menjelaskan kepada Kevin.


" Ternyata seperti itu, apa kau suka dengan anak kecil? " Tanya Kevin lagi.


" Aku.....suka lah mereka lucu-lucu dan menggemaskan " sahut Mia sembari tersenyum.


" ....Bagaimana dengan mu?" Lanjut Mia bertanya kepada Kevin.


Dia juga penasaran terhadap Kevin, terlebih para pengurus terlihat sangat mengenal sosok Kevin.


Kevin diam sejenak, dia ragu untuk menceritakan kisah nya kepada Mia. Dia memilih untuk memalingkan wajah nya kearah lain.


" Kenapa wajah nya menjadi sedih seperti itu? apa kah aku salah bicara? bagaimana ini.... " Bathin Mia.


" Maaf kan aku, jika kau tidak mau cerita juga ngga papa kok!! yuk kita balik sepertinya para pengurus sudah selesai.... " Mia mencoba mencairkan suasana lagi.


Saat dia hendak beranjak, Kevin pun menggapai tangan nya dan membuatnya kembali duduk.


" Cerita nya panjang....." Kevin berniat untuk menceritakan semua kisah nya kepada Mia.


Dia merasa sudah nyaman kepada Mia, dan dia juga sudah mulai percaya pada Mia. Tapi kenapa? Apa Kevin sudah mulai merasa kan sesuatu yang beda bersama Mia.


" Cerita lah.....aku akan menjadi pendengar yang baik untuk mu!! " ucap Mia tersenyum, untuk meyakin kan Kevin.


Kevin membalas senyuman Mia, dia pun mulai menceritakan tentang kisah hidup nya kepada Mia.


Betapa haru nya Mia mendengar cerita Kevin, ternyata Kevin tidak lah sekejam yang dia fikirkan selama ini.


Bahkan tanpa sadar air mata nya ikut menetes sendiri nya. Kevin menoleh kewajah Mia yang kini basah karna air matanya.


Kevin pun mengusap air mata Mia, dan berkata....


" Kenapa kau menangis? dasar cengeng " Kevin berucap sembari mengusap air mata Mia.


" Aku sedih mendengar cerita mu.....hiks " Mia masih terus menangis bahkan hingga terisak.


" Apaan sih...ngga usah dramatisir gini, aku aja ngga sedih yang ngalamin " sahut Kevin sok kuat, tetapi dia memalingkan wajah nya dari Mia.


Mia tahu benar jika raut wajah Kevin mengatakan jika dirinya ingin sekali menangis saat ini, namun ditahan nya.


Mia pun menggenggam tangan Kevin yang berada diatas paha nya. Digenggam nya erat hingga membuat Kevin sedikit terkejut dan menoleh kearah tangan nya lalu dilihat nya kearah Mia.


Wajah wanita kasar yang biasa dilihat nya, kini sedang menangis karna cerita hidup nya yang begitu miris.


" Aku yakin kamu pasti bisa melewati ini semua, aku yakin itu.... " Mia berucap untuk menyemangati Kevin. Tak lupa dia memberikan senyuman manis kepada Kevin.


Kevin diam tak menjawab dia malah langsung mendekat kearah Mia. Dalam sekejap Kevin langsung menci*m Mia dibibir nya dengan lembut.


Deg....deg...deg


Seketika mata Mia membulat, dada nya berdebar dengan begitu hebat nya. Dia hanya diam mematung dan tak bisa berbuat apa-apa.


Ini adalah pertama kalinya seorang pria mencium nya, karna itu Mia terlihat kaku. Sedangkan Kevin masih menyerang Mia lebih dalam.


" *Ya tuhan.....ini adalah first kiss ku!! " Bathin Mia.


" Ini pertama kalinya untuk ku, tapi rasanya lumayan manis " gumam Kevin*.


Setelah beberapa detik Mia pun mendorong tubuh Kevin. Mereka langsung memalingkan wajah masing-masing yang nampak memerah.


" Em...Sebaiknya kita kembali " ucap Mia gugup sembari ia berdiri dari duduk nya.


" Yah...Be-benar sekali!! ayo kita balik.... " sahut Kevin canggung.


*****


POV Nathan & Renesmee ~


Rens masuk kedalam ruang kerja Nathan, dilihat nya Nathan yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu dimeja kerja nya.


Dihampiri nya Nathan dan memeluk nya dari belakang. Dikecup nya pipi sebelah kiri Nathan lalu Nathan pun menarik tubuh mungil Rens kedepan nya.


Nathan mendudukan Rens diatas meja kerja nya tersebut, hingga membuat dirinya menengadah sedikit keatas untuk menatap Rens.


Dia tersenyum kepada Rens, begitu pun Rens membalas senyuman suami nya itu.


" Aku lihat kau sedang menyiapkan sesuatu didalam tas ransel milik mu? apa kau akan melakukan perjalanan jauh ? " Tanya Rens penasaran, karna sebelum nya Rens melihat Nathan sedang menyiap kan beberapa pakaian didalam tas Ransel nya.


" Apa aku jujur saja padanya ? sebaiknya tidak, aku tak mau dia kepikiran!! lagian aku hanya melakukan perjalanan bisnis saja tidak yang lain...." gumam Nathan didalam hati.


Dia ragu-ragu untuk menjawab nya....


" Aku akan pergi melihat pabrik ikan tuna dipinggiran pantai daerah x " jawab Nathan seadanya.


" Benarkah, apa kau pergi bersama Kevin? berapa lama? " Tanya Rens lagi, kini raut wajah nya terlihat kecewa.


" hmm....aku pergi bersama GM dipabrik itu, aku juga hanya 2 hari saja !! kau tak perlu khawatir aku akan menelpon mu jika sudah berada disana "


" ....apa kau mau ikut juga? aku pasti akan mengajak mu " lanjut Nathan, dia berusaha agar Rens percaya kepadanya.


" Apa boleh ? "


" Jelas boleh lah sayang....cups " Nathan mengecup pipi istrinya itu dengan lembut.


" Em....engga deh!! aku ngga bisa ikut, karna dua hari ini ada tes dikampus "


" Baiklah sayang, lain kali pasti aku akan mengajak mu jalan-jalan jika skripsi mu telah selesai!! hitung-hitung Honey Moon "


" hmm janji yah.... " Rens mengacungkan jari kelingking nya.


" Janji sayang.... " Nathan menyatukan jari kelingking nya dengan jari kelingking Rens, isyarat mengikat janji.


Nathan berdiri dari duduk nya, lalu diarah kan nya wajah nya kewajah Rens. Dici*m nya bibir mungil milik istrinya itu, Rens pun membalas nya dengan lembut.


Deg...deg...deg


Jantung kedua nya berdetak dengan kuat nya, semakin kuat memacu semakin panas cium*n mereka.


Dirangkul nya tangan nya keleher Nathan dan dilingkarkan nya kedua kaki nya dipinggul Nathan. Nathan pun menggendong tubuh istrinya itu, setelah beberapa detik saling ******* Nathan dan juga Rens melepaskan cium*n panas mereka yang hanya sesaat itu.


Nathan tak mau jika nafsuh birahi nya sebagai lelaki menjadi tak terkendali, karna dia sudah berjanji pada Rens untuk menunggu nya hingga siap.


" Sayang, aku ingin mandi kau tunggu aku didalam kamar yah " Nathan berlalu kearah kamar mandi yang ada diruang kerjanya.


Rens pun juga berlalu meninggal kan Nathan dan berjalan masuk kedalam kamar nya.


Dia merebah kan tubuhnya diatas ranjang, dia masih mengingat-ingat tentang cium*n tadi. Dia berputar-putar diatas ranjang nya, ingin sekali rasanya ia merasakan nya lagi.


Bibir Nathan begitu lembut, dan cara dia mencium Rens seperti sudah sangat berpengalaman begitu fikir Rens.


Dia pun kembali mengingat jika Nathan dulunya adalah pria yang suka berganti-ganti wanita setiap malam nya. Yah wajar saja jika Nathan begitu lihai....


Dia mengesampingkan fikiran nya itu, dia tidak perduli dengan masa lalu Nathan. Yang dilihat nya adalah sekarang Nathan bersama dengan dirinya. Dia bertekad akan mengubah Nathan....


Namun ditengah-tengah lamunan nya, tiba-tiba terlintas sosok Sheila difikiran nya. Bagaimana jika Nathan kembali bersama Stephanie jika Nathan tau Sheila adalah Stephanie.....


" Tenang Rens.....percaya kan semuanya pada Nathan!! Nathan sudah berjanji tidak akan meninggal kan dirimu apapun yang terjadi... " Bathin Rens, dia berusaha percaya diri dan tidak Negative Thinking terus.


Bersambung ~