
"Apa maksudnya bertanya padaku seperti tadi...bukan kah dia yang menyuruhku memanggilnya Tuan, setelah peristiwa 4 tahun yang lalu!! Aku benar-benar tidak mengerti jalan fikiranmu Nathan" Gumam Kevin yang melirik dari kaca sepion tengah kearah Nathan di belakang.
Tidak lama kemudian sampailah mereka disebuah landasan pribadi yang sangat mewah dilengkapi dengan sebuah Restauran didekatnya.
Kevin pun turun dari mobil dan disusul oleh Nathan. Kemudian dia berjalan menghampiri Nathan dan mengarahkan Nathan untuk masuk kedalam Jet tersebut.
"Tuan....silahkan masuk"
"hmm....tolong urus semua yang ada disini!! Dan ingat jangan beritahu pada Rens aku berangkat...biarkan saja dia tahu rasa karna telah membuatku marah" ucap Nathan sembari memasuki Jet pribadi miliknya itu.
Kevin pun kembali menuju mobilnya dan berlalu pergi dari sana.
.
.
.
Saat Nathan memasuki Jet pribadi mewah nya itu, didalamnya nampak seorang pria sudah menunghu Nathan dengan memegang sebuah laptop. Pria itu tak lain adalah Alex, Nathan memang sudah dari awal meminta Alex yang ikut dengan nya berangkat ke Seoul hari ini.
Melihat kedatangan Nathan Alex pun menunduk hormat. Sedangkan Nathan kemudian duduk disofa tepat didepan Alex.
Alex pun menyodorkan beberapa dokumen kepada Nathan, lalu disambut oleh Nathan. Nathan mulai membacanya dari atas kebawah tak terlewat satu pun.
"Kerja bagus...." ucap Nathan sembari memandang keluar jendela Jetnya.
5 menit kemudian Jet pun lepas landas menuju Seoul. Jet milik Nathan memang terbilang mewah. Didalamnya terdapat kamar tidur minimalis yang mewah, kamar mandi, dan beberapa elektronik ringan didalamnya. Bahkan terdapat sofa mewah dan bar kecil tempat beberapa wine yang sangat mahal tersusun rapi disitu, jika Nathan ingin meminum wine saat perjalanan bisnis seperti sekarang. Namun sekarang ini dirinya lagi tidak ingin minum sedikit pun, karna perjalanan kali ini sangat penting baginya.
Tak berselang lama sekitar setengah jam perjalanan Jet pribadi milik Nathan, kini telah mendarat dikota Seoul Korea Selatan.
Sebelum bertemu dengan seseorang yang sudah membuat janji padanya, Nathan beristirahat sejenak disebuah hotel mewah bersama Alex.
"Aku berharap kamu bisa aku percaya Alex......" ucap Nathan sedikit mengancam.
"Siap Tuan....anda bisa percaya kepada saya" ucap Alex sedikit gugup lalu menunduk sedikit.
"Jika kamu sampai mengatakan sesuatu pada Kevin......kamu tau sendiri kan apa hukuman nya jika berani mengkhianati ku" ucap Nathan kembali mengingat kan kepada Alex jangan sampi mengkhianati dirinya.
"Ba-baik Tuan saya mengerti" ucap Alex lagi.
Tiba-tiba ditengah-tengah percakapan mereka ponsel Nathan pun berdering. Dengan cepat dia pun mengangkat panggilan tersebut. Panggilan dari seseorang yang pernah berbicara padanya saat sebelum berangkat ke Seoul kemarin dikantornya.
"Hallo....." ucap Nathan.
"Selamat pagi Tuan Nathan......anda bisa langsung datang ketempat saya saat jam makan siang" ucap seseorang disebrang panggilannya.
"Apa kamu bercanda.....aku sudah berangkat sepagi ini dan kamu menyuruhku untuk bertemu disiang hari" ucap Nathan, kekesalan mulai menghampiri dirinya.
"Maafkan saya Tuan....sedang ada festival budaya di dekat kantor saya,mungkin akan sepi saat jam makan siang....sekali lagi saya minta maaf Tuan.." ucap pria itu, dia sangat takut Nathan marah.
"Huh.....baiklah saat jam makan siang saya akan kesana" Nathan mengehela nafasnya pelan, lalu ditutupnya panggilan tersebut.
"Alex cepat siapkan mobil....aku akan mengecek kantor cabang terlebih dahulu" perintah Nathan.
"Baik tuan..."
Dengan sigap Alex pun menyiapkan mobil untuk Nathan setelah itu mereka berangkat menuju kantor cabang perusahaan Nathan yang berada disana sembari menunggu pertemuan pentingnya saat makan siang.
Sampailah mereka dikantor cabang tersebut, Nathan pun dengan gagahnya turun dari mobil menggunakan kaca mata hitam. Semuq karyawan sudah berbaris menunggu kedatangan nya. Manager dikantor tersebut sudah dihubungi terlebih dahulu oleh Alex jika Nathan akan berkunjung, jadi dia sudah memerintahkan seluruh karyawan untuk menyambut kedatangan Nathan.
"Good Morning....Tuan Nathan, selamat datang dikantor cabang ini" sapa Manager tersebut.
"hmm....." Nathan hanya mengangguk saja .
Nathan dan Alex pun memasuki kantor tersebut lalu menuju keruangan Nathan yang telah disiapkan disusul oleh Manager dibelakang mereka.
Nathan duduk dibangku kerjanya, sembari menatap sekeliling jika ada yang berbeda sejak terakhir kali dia berkunjung.
"Manager Kim, bagaimana keuangan akhir-akhir ini apa berjalan lancar semua ?" tanya Nathan.
"Semuanya berjalan dengan lancar Tuan.....anda tidak perlu khawatir saya pasti akan menangani semua masalah disini" Jawab Manager Kim dengan sigap.
"Kalau begitu silahkan keluar, saya ingin membicarakan sesuatu pada asisten saya"
ucap Nathan, bukan nya mengusir namun Nathan hanya ingin privasi saat dirinya berbicara pada Alex.
Manager pun undur diri dan berlalu pergi dari ruang kantor Nathan dan tak lupa ia untuk menutup pintu dengan rapat.
"Lex.....bagaimana menurutmu tentang alasan kita menyembunyikan ini dari Kevin?" ucap Alex lirih, sembari ia menatap sebuah foto yang ada diponselnya.
Nampak dua orang pemuda yang sedang berpose bersama dengan sangat akrabnya. Tak lain 2 pemuda tersebut adalah Nathan dan juga Kevin. Saat itu Kevin berusia 18 tahun sedangkan Nathan 16 tahun. Mereka berpose merangkul satu sama lain ditepi pantai diterangi cahaya sunset.
"Apa maksud anda Tuan...saya tidak mengerti" ucap Alex sedikit bingung.
"Yah....apa menurutmu aku telah egois tidak memberitahukan kepada Kevin alasan kita berada disini" ucap Nathan, kini raut wajah nya menjadi sedikit sedih.
Nathan sangat merasa bersalah karna tidak memberitahukan yang sebenarnya pada Kevin. Namun dia bingung harus menjelaskan dari mana, dan bagaimana jika Kevin tahu dia akan menolak untuk tetap berada disamping Nathan.
"Tuan saya rasa ini adalah yang terbaik, kita akan memberitahukan Kevin jika semua bukti benar adanya.." ucap Alex mencoba meringankan bebean yang ada fikiran Nathan.
Ucapan Alex berhasil menenangkan Nathan yang merasa bersalah pada Kevin. Nathan pun setuju dengan ucapan Alex , dia akan memberitahu Kevin jika semua nya sudah selesai ia selidiki.
.
.
.
.
Pagi berganti siang, sudah waktu nya jam makan siang. Nathan beranjak dari duduknya dan langsung berjalan keluar kantor. Didepan kantor sudah ada Alex yang menunggunya, Alex pun mempersilahkan Nathan untuk masuk kedalam mobil.
"Tuan.....apa anda tidak makan siang terlebih dahulu? setelah itu kita akan pergi ketempat Hyunseok!" Alex menawarkan Nathan untuk makan siang terlebih dahulu. Namun.....
"Tidak......kita langsung pergi ketempat Jung Hyunseok saja!!" Nathan menolak tawaran Alex.
"Tapi Tuan...."
"Alex kamu mau ku pecat? cepat jalan kan mobilnya" ucap Nathan geram karna merasa Alex sedikit membantah omongannya.
"Ba-baik tuan....." Alex gugup, karna Nathan mengancam akan memecatnya.
Alex pun mau tidak mau menuruti ucapan Nathan. Dia mulai menjalankan mobilnya pergi menuju tempat yang sudah ditentukan oleh Nathan dan Jung Hyunseok pria asing tersebut.
Bersambung......