Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~90


Renesmee berjalan menuruni tangga menuju lantai bawah....


Deg...deg... deg


Jantungnya berdebar seirama dengan langkah kakinya yang mengijak dianak tangga.


Ragu dan sedikit canggung untuk bertemu dengan Sheila, yang kini dia rasakan.


Apa yang harus dia katakan dan bagaimana cara dia bersikap.


Kini dia telah berdiri dibalik dinding yang menghalat keteras Villa. Dimana Sheila dan Tara sedang berbincang sambil menyantap sarapan mereka.


Tiba-tiba saja, Rens dibuat terkejut saat mendengar seseorang memanggil namanya. Suara yang familiar dan suara itu juga yang membuatnya semakin panik....


Rens langsung menoleh kearah sumber suara itu, yang diyakini nya itu adalah suara Sheila....


" Renesmee? " Seru Sheila sembari memegang pundak Rens.


" Hah? " kejut Rens.


" Ayo gabung sarapan bareng kita.... " Sheila tersenyum.


" hmm...i-iya " jawab Rens gugup, memaksa tersenyum.


Tara pun mendengar perbincangan mereka, dia langsung menghampiri Rens juga Sheila.


" Rens...kamu sudah bangun? " Sapa Tara yang baru saja datang.


" Em...iya nih hehehe " Sahut Rens yang masih gugup.


" Ayo kita sarapan bareng....." ajak Tara.


" Iya ayo....ngapain masih berdiri disini aja " Ajak Sheila juga...


" Ayo dah ngga usah ragu... " Tara tersenyum dengan manis nya kepada Rens.


Sheila hanya menatap sendu sikap Tara pada Rens...


Tara pun hendak menggapai tangan Rens lalu membawanya kemeja makan yang berada diteras Villa.


Tetapi sebelum tangan nya menggapai tangan Rens, Nathan terlebih dulu menarik tangan Rens. Dia datang secara tiba-tiba tanpa disadari mereka bertiga.


" Tak perlu repot-repot, aku akan mengajak istriku kesana.... " ucap Nathan ketus.


Tara mengepal kan tangan nya dan menarik nafas dalam-dalam. Dia males untuk berdebat dengan Nathan saat itu. Dia lebih memilih mengalah dan memalingkan wajahnya.


" Ayo sayang .... " Nathan mengajak Rens menuju meja makan. Disusul oleh Tara dan Sheila dibelakangnya.


Nathan pun menarik kan kursi untuk Rens duduk, membuat Tara sedikit geram dan cemburu. Dia mengusap wajahnya dengan kasar.


Sedangkan Sheila hanya diam menatap sendu, drama yang ada didepan nya saat ini. Dia sedikit cemburu melihat Rens yang memiliki suami seperti Nathan. Yang terlihat sangat mencintai dan menyayangi nya....


" Andai saja Tara bisa mencintaiku, pasti kami akan sangat bahagia seperti mereka..... " bathin Sheila.


Tanpa sadar sunggingan senyuman kecil terlukis diwajah nya. Melihat Nathan yang begitu perhatian kepada Rens.


Nathan dengan sigap mengambilkan makanan yang diinginkan oleh Rens. Bahkan Rens tidak diperbolehkan menyuap sendiri tetapi harus dia lah yang menyuapi istri nya itu.


Rens sedikit canggung dan malu diperlakukan seperti itu oleh Nathan. Tetapi dia sangat bahagia melihat sikap Nathan bahkan didepan Sheila. Nathan tak sungkan memeperlihatkan rasa cinta nya pada Rens. Membuat Rens semakin yakin padanya.....


Sedangkan Tara hanya manyun dan memaksa untuk menghabiskan makanan nya, meskipun sedari tadi dia sudah tidak nafsu karna melihat tingkah Nathan. Seakan sengaja membuatnya cemburu.....


" Sayang sudah....aku kenyang, kamu makan juga pancake nya " ucap Rens dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.


" Baiklah....ini minum dulu " Nathan menyodorkan segelas susu untuk diminum Rens.


" Makasih .... " Rens tersenyum, dan dibalas dengan senyuman juga dari bibir sexy Nathan.


" Aku kesana dulu yah...kamu makan aja disini " ucap Rens, sembari menepuk bahu Nathan.


" Jangan jauh-jauh yah sayang " ucap Nathan.


Dia berpegangan dipagar dan memandangi pantai. Deruan ombak yang menghantam pesisir serta burung-burung yang beterbangan membuat hatinya sedikit tenang.


Sheila tak sengaja melihat Rens yang sedang termenung sendirian. Dia fikir ini adalah waktu yang tepat untuk menyapa Rens, mengingat semalaman dia hampir tidak bisa tidur karna memikirkan kesalahan apa yang telah ia perbuat.


Perlahan langkah nya mendekat. Setelah itu dia memegang pundak kanan Rens hingga membuat Rens terkejut.


Rens menoleh, dan begitu terkejutnya saat melihat sosok Sheila kini berada tepat dibelakang nya. Sheila melayangkan senyuman nya, namun Rens masih canggung.


Rens kembali memalingkan wajah nya memandang kelaut. Ada sedikit rasa kecewa yang kini dirasakan oleh Sheila.


" Apa ada sesuatu yang menjanggal hatimu ? " Tanya Sheila frontal tiba-tiba.


Rens tersentak dan semakin bingung.....


" Apa yang harus aku katakan, tidak mungkin kan aku harus mengatakan jika dia mantan tunangan Nathan!! Sedangkan dia sama sekali tak mengingat nya " Gumam Rens dalam hati.


Dia memandang wajah cantik Sheila, lalu ia membalas senyuman tadi.


" Maafkan aku, semalam aku tak bermaksud seperti itu...hanya saja aku memang butuh waktu istirahat tadi malam..... " jelas Rens, nada bicara nya sedikit gugup dan bergetar.


" Benarkah....jika aku melakukan kesalahan terhadapmu katakan saja!! " ucap Sheila dengan lembut, menggenggam tangan kanan Rens.


" .....aku akan memperbaiki nya " lanjutnya tersenyum.


" hmm..... " Rens pun mengangguk dan membalas senyuman Sheila.


Rens berbalik dan menyandarkan tubuhnya dipagar memandang kearah meja makan......


" Bagaimana bisa kau akan memperbaiki nya? Aku hanya berharap kelak ingatan mu tidak akan membuat diri kita masing-masing menjadi egois..... " bathin Rens.


Sheila tersenyum dan tertawa kecil memandang kearah meja makan, Rens pun menaikan satu alisnya menatap heran.


" Apa yang kamu tertawakan.... " tanya nya sedikit dingin.


" Coba kamu lihat saja sendiri..... " Sheila menjawab sembari menunjuk kearah meja makan.


Pandangan mata nya pun mengikuti arah yang ditunjukan oleh Sheila.


Nampak Nathan yang sedang berbincang panas bersama Tara. Raut wajah mereka sama-sama lucu seperti anak kecil yang sedang berkelahi. Mereka saling melempar tatapan meledek serta tatapan kesal. Sesekali dari salah satu mereka tertawa dengan lepas, entah apa yang sedang mereka bicarakan....


Tanpa sadar Rens sendiri juga ikut tersenyum melihat tingkah mereka berdua....


" Kau tahu, aku sangat mencintai pria itu.... " ucap Sheila tiba-tiba, sembari dia tersenyum dan menoleh kearah Rens.


Deg...


Rens terksentak mendengar pengakuan dari Sheila, jantungnya seperti berhenti berdetak, raut wajah tak percaya terlukis jelas. Matanya mulai berkaca dan bibirnya bergetar tak tahu harus berkata apa...


" Selama tiga tahun terakhir ini kurasa aku mulai jqtuh cinta padanya, dan sekarang aku akan berusaha merebut hatinya ..... " ucap nya lagi sambil memandang kesana.


Rens semakin gusar matanya yang berkaca kini telah meneteskan beberapa titik air. Tetapi dengan cepat ia hapus sebelum terlihat oleh Sheila....


" Si-siapa yang ka-kamu maksud ? " tanya nya gugup dan terbata-bata.


Bibirnya kelu seakan susah untuk berbicara....


" Dia......pria yang selama ini sudah banyak membantuku " jawab Sheila menunjuk.


Rens enggan untuk melihat siapa yang ditunjuk oleh Sheila, air matanya kembali menetes....


" ......Tara Louis " lanjutnya bersemangat, sembari kembali menoleh kearah Rens.


Rens menghembuskan nafasnya lega, dia menutup kedua matanya dan kembali mengatur pernafasan nya. Dia mengira jika pria yang sedang dibicarakan Sheila adalah Nathan suaminya.....


...****************...


Makasih untuk suport dari kalian....


Jangan lupa untuk like dan votenya....Happy Reading🤗🤗