Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
MUSIM KE-3 : Episode 16


"Jangan pergi Re...." Gavin meraih tangan Reghata yang sedang berjalan menarik kopernya keluar dari kamar.


Reghata menghentikan langkah nya. Lalu ia menoleh ke arah Gavin. Menatap pria tampan yang sudah menjadi suami nya itu. Wajah nya nampak sangat sedih.


"Lepaskan aku, dari awal aku sudah tahu jika akan seperti ini....kamu tidak perlu mencegah ku pergi, kita memang tidak memiliki perasaan cinta kepada masing-masing....." Ucap Reghata menunduk murung. Sakit sendiri hatinya ketika kata-kata itu keluar dari mulut nya.


"Apa kamu tidak memiliki perasaan apa-apa terhadapku Re?" Tanya Gavin mendekati Reghata dan memegang kedua pundak nya. Gavin menatap lekat manik coklat milik Reghata.


Reghata juga menatap Gavin dengan sangat lekat. Dia masih bingung dengan perasaan nya. Hanya saja uang dia tahu memang dirinya tidak memiliki perasaan apapun terhadap Gavin awal nya.


Dengan berat hati Reghata menggelengkan kepala nya, lalu berkata. "Aku tidak memiliki perasaan apapun padamu, maafkan aku" ucap nya pelan.


"Tapi aku mencintai mu....hanya satu wanita yang selama ini aku cintai, yaitu kamu Re....plis jangan pergi" ucap Gavin dengan raut wajah serius.


Reghata tertegun mendengar ucapan Gavin. Pria itu menyatakan perasaan nya yang sudah lama ia pendam. Mencintai seorang wanita dalam diam. Tidak memberitahunya ataupun mendekati nya sekalipun. Gavin hanya lah seorang penggemar rahasia Reghata.


Tapi kini hati nya sudah begitu lega. Karena sudah bisa menyatakan perasaan nya. Tidak ada lagi beban di hatinya.


"Maafkan aku, aku butuh waktu sendiri...." Reghata melepaskan tangan Gavin yang memegang pundak nya. Lalu ia berbalik badan melanjutkan niat nya untuk pergi.


Gavin tidak mencegah Reghata pergi. Setelah mendengar wanita itu mengatakan jika dirinya butuh waktu sendiri. Gavin membiarkan Reghata pergi untuk menenangkan dirinya.


Pergilah Re....


Bila tiba nanti waktunya, kamu pasti akan mengerti dengan perasaan ku ini. Bahkan kamu sendiri yang akan kembali kepadaku....


***


Reghata pulang ke apartemen nya.


Berat untuk meninggalkan Gavin. Reghata tidak mengerti sama sekali perasaan apa yang dia rasakan saat ini. Mendengar Gavin menyatakan perasaan kepada dirinya. Bahagia, benar sekali dia merasa sangat bahagia.


Hatinya lega karena mengetahui Gavin ternyata memiliki perasaan kepada nya. Berarti apa yang dikatakan Araa sang adik semua nya tidak benar. Reghata tahu jika Araa mengatakan itu semua karena dia cemburu. Araa tidak terima jika Gavin menikahi dirinya.


Dari dulu Reghata memang tidak pernah akur dengan Araa. Mereka berdua selalu saja bertengkar mengenai kasih sayang orang tua mereka yang terkesan lebih menyayangi Reghata. Padahal tidak seperti itu, Nathan dan Rens tidak pernah membeda-bedakan antara keduanya. Hanya saja Araa sudah terlanjur sakit hati dan merasa dirinya kurang disayangi. Maka dari itu Araa sangat membenci Reghata.


Mengetahui Reghata menikah dengan Gavin, benar-benar membuatnya marah dan tidak terima. Sudah kasih sayang orang tua yang dan sekarang Gavin pria yang ia sukai harus menikah dengan Reghata sang kakak.


"Kuatlah Re....ada apa dengan mu? Kenapa kau tidak bisa menahan air mata ini keluar? Ada apa dengan ku? Aku ini Reghata Efron, wanita yang sangat kuat dan tegar....jangan sampai kekuatan dan ketegaran yang aku miliki menghilang, membuat aku menjadi wanita yang lemah....tidak boleh, aku harus kuat" Reghata menyemangati dirinya sendiri.


Ia pun pergi masuk ke dalam kamar nya. Merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur yang ia rindukan selama beberapa hari ini.


Tiba-tiba saja terlintas wajah tampan Gavin ketika sedang tersenyum di kepalanya. Reghata ikut tersenyum mengingat nya. Apakah dia sudah jatuh cinta kepada Gavin?


Rasa nya nyaman yang dia rasakan ketika berada di dekat Gavin. Masih bisa dia rasakan walaupun sekarang mereka sedang berjauhan.


Reghata meraih ponsel nya. Menatap layar ponsel nya yang memperlihatkan kontak panggilan. Yang bertuliskan nama 'Gavin Louis'. Antara mau dan tidak, jari Reghata mengambang di atas tombol panggil.


Reghata pun kembali melempar ponsel nya ke sembarang arah di atas tempat tidur. Lalu berguling membenarkan posisi nya untuk tidur.


Rindu, dia pasti merasa merindukan Gavin. Walaupun dia sama sekali tidak menyadari perasaan nya itu. Tapi nampak sangat jelas terlihat jika dia merindukan suami nya. Padahal baru sebentar berpisah. Dia sudah rindu.


TBC.


Note : Jangan lupa di like yah☺️☺️