Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
MUSIM KE-3 : Episode 18


Reghata dan juga Simon terkejut dengan kehadiran Gavin secara tiba-tiba. Kedua nya langsung menoleh bersamaan.


"Gavin..." Lirih Reghata sembari beranjak dari duduk nya.


Simon berwajah masam, dia langsung mengelap ujung bibirnya menggunakan tisu.


"Bisa-bisanya kamu seperti ini Re? Inikah yang kau masuk memerlukan waktu sendiri? Nyata nya kau sedang berduaan makan siang bersama nya?" Bentak Gavin yang terlihat sangat marah.


"Maafkan aku, aku tidak tahu jika kau menghubungi nomor ku....tapi ini hanya sekedar makan siang untuk membicarakan proyek terbaru kami berdua, Gavin berhentilah bersikap seperti ini, aku tidak suka..." Jelas Reghata.


"Seperti ini apa maksudmu Re? Aku ini suami mu salahkah bila aku bersikap seperti ini?" Ucap Gavin.


"....ayo kita pulang, masih banyak yang harus kita bicarakan" Lanjut Gavin meraih tangan Reghata. Hendak mengajak nya pergi.


Tetapi tak disangka-sangka Simon berdiri dari duduk nya. Dia langsung mencengkram lengan Gavin. Menatap nya dengan sangat tajam.


"Jangan memaksanya seperti ini, biarkan dia memilih untuk tetap disini atau ikut bersama mu" ucap Simon.


Gavin menepis tangan Simon dengan kasar. Lalu menatap Reghata dengan penuh harapan. Dari dalam hati Gavin yang paling dalam dia berharap jika Reghata akan mengatakan jika dia bersedia ikut bersama Gavin.


Namun harapan itu pupus. Ketika Reghata tidak menjawab, dia hanya menunduk kan wajah dan diam. Gavin menghela nafas nya, sambil melepaskan genggaman tangan nya perlahan.


"Thank you Re, diam mu ini aku anggap sebagai jawaban....." Ucap Gavin berlalu pergi begitu saja.


"Gavin...." Reghata hendak menyusul tapi ditahan oleh Simon.


"Biarkan dia Re, bukan kah kita mau membahas tentang proyek baru itu?" Ucap Simon sambil melirik Gavin yang berjalan semakin menjauh.


Di dalam mobil.


Gavin duduk bersandar sambil memijit pelipis nya yang tegang dan kepala nya yang penat. "Akkhhh....brengsek kau Simon, aku tidak percaya Re kau lebih memilih bersama nya."


Gavin memaki dengan keras sambil memukul-mukul kursi kemudi yang ada di depan nya. Kesal dan geram ia terhadap Simon. Ingin rasa nya dia menghajar pria yang bersama istri nya tadi itu.


Tapi Gavin tidak mau melakukan nya karena dia pikir tidak ada gunanya dia seperti itu. Malah semakin membuat harga dirinya jatuh. Seorang Gavin Louis mengemis Cinta kepada seorang wanita. Meskipun wanita itu adalah wanita yang dia cintai, tapi harga diri masih menjadi nomer satu bagi seorang pria.


Rey masuk ke dalam mobil. Dia langsung bertanya kepada Gavin soal tadi. Karena dia tidak tahu jika Gavin dan Reghata sedang bertengkar. Apalagi keduanya berpisah rumah dari semalam.


"Apa yang terjadi? Jangan bilang kau dan Reghata bertengkar semalam? Tapi apa penyebab nya?" Tanya Rey membabi buta karena penasaran.


"Berisik....jangan membuat kepala ku semakin sakit dengan pertanyaan-pertanyaan mu itu!! Aku sedang tidak ingin membahas nya..." Decak Gavin kesal, masih dengan mata yang tertutup.


"....bawa aku ke suatu tempat untuk menghilangkan penat ini" lanjut Gavin.


"Jawab dulu, apa yang menyebabkan kalian bertengkar tadi malam" ucap Rey masih kukuh dengan pertanyaan nya tadi.


"Araa!!! Tadi malam Araa datang ke apartemen ku" jawab Gavin pelan dan lirih.


Ada penyesalan di dalam hati nya, karena sudah membiarkan Reghata pergi dari rumah tadi malam. Begitu pun dengan kedatangan Araa yang menyebabkan pertengkaran mereka berdua.


TBC.