Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~84


...~POV Author~...


Disepanjang perjalanan yang hampir memakan waktu 3 jam lebih itu. Suasana didalam mobil terasa sangat dingin, walaupun keadaan diluar nya begitu terik siang itu.


Tara dan Renesmee saling diam, tetapi sesekali Tara melirik untuk memastikan keadaan Rens. Sedangkan Rens hanya diam memandang keluar jendela.


Mereka sama-sama sedang memikirkan sesuatu dibenak masing-masing.


" Untuk apa kau menangisi pria sepertinya, dan apa yang kamu harapkan darinya Rens!! tak bisa kah kau memandangku walaupun hanya sekali " Bathin Tara.


" Apa yang kau lakukan disana Nathan? apa kau senang dan masih berharap pada Sheila? " Bathin Rens.


.


.


.


Pukul 6 sore....


Akhirnya mereka pun sampai di Villa milik Tara. Jantungnya berdebar begitu hebat, kecemasan kembali menghampirinya. Rens sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Nathan. Sembari menunggu Tara yang memarkirkan mobil, Rens gugup sambil menyatukan kedua tangan didadanya.


Setelah memarkir mobil Tara membuka pintu mobilnya dan keluar. Begitu pun dengan Rens yang buru-buru keluar dari dalam mobil.


" Ayo kita masuk.... " Tara mengajak Rens untuk masuk kedalam Villa.


Rens mengangguk pada Tara. Selangkah demi langkah ia mulai memasuki Villa tersebut. Dada nya semakin berdebar, dia begitu gugup sampai-sampai kaki tangan nya dingin seperti es.


Tara yang melihat kegugupan Rens kala itu pun menggapai tangan Rens dan menggenggam nya erat. Mereka saling menatap dan mengangguk bergantian.


Para pelayan dengan sigap menghampiri Tara sang tuan rumah yang baru saja datang itu. Satu persatu mereka menunduk memberi salam pada Tara dan juga Rens.


" Rin....cepat panggil kan Sheila " perintah Tara kepada Rina, pelayan yang biasa melayani Sheila.


" Maaf tuan Nona Sheila sedang tidak dirumah, beliau pergi kepabrik... " sahut Rina dengan sopan.


Tara dan Rens kembali saling menatap lagi.....


" Dengan siapa dia pergi? " Tanya Rens.


Rens menggapai tangan Rina dan bertanya dengan wajah sendu nya. Rina sedikit terkejut melihat sikap Rens yang seperti sedang mencemaskan sesuatu....


" Nona Rens.... " kejut Rina. Para pelayan disana memang sudah tidak merasa asing lagi terhadap Rens. Mengingat Rens dan Mia sering diajak Tara berlibur disana.


" Cepat Rin katakan...apa mereka pergi bersama " Rens semakin gelagapan. Matanya mulai berkaca...


" Ohh maksud nona....Presdir Nathan!! Nona Sheila pergi bersama Presdir dengan berjalan kaki dipesisir pantai nona tuan..... " jawab Rina, sembari menatap Rens dan Tara bergantian.


Rens menutup matanya dan menarik nafas dalam-dalam. Lalu ia menggapai tangan Tara dan menarik nya keluar dari Villa.


" Tar....ayo kita susul mereka " ucap Rens yang masih tidak tenang.


" Sebaiknya kita tunggu saja mereka....kamu juga pasti lelah karna perjalanan jauh tadi " sahut Tara, yang sedikit ragu untuk menyusul Sheila dan Tara.


" Tar.....pliss " ucap Rens lagi memohon dengan menggenggam tangan Tara menggunakan kedua tangan nya.


" Baiklah....tapi tak perlu lari " Tara pun mengiyakan nya.


Mereka berdua kembali keluar dari Villa dan berjalan menyusuri pesisir pantai menuju kepabrik.


.


.


.


Disisi lain Sheila dan juga Nathan sedang ikut breefing bersama Karyawan Shift malam. Nathan memberikan beberapa masukan dan arahan. Setelah itu Sheila mengajak Nathan berkeliling sembari memperkenal kan satu persatu ruangan pengelola ikan tuna disana.


Hari semakin gelap bahkan cahaya matahari juga sudah mulai samar. Nathan mengatakan kepada Sheila untuk kembali ke Villa.


Mereka kembali berjalan kaki menyusuri pesisir pantai. Suasana nya berbeda dari tadi, karna hari semakin gelap dan lampu-lampu hias nya sudah dinyalakan.


Nathan berjalan sedikit didepan dari Sheila, dia tidak mau terlalu dekat dan membuat sheila canggung.


" Presdir..... " panggil Sheila tiba-tiba.


" hmm....ada apa ? " sahut Nathan yang masih berjalan didepan nya.


" Apa anda mencintai istri anda ? " ucap Sheila ragu.


Deg...deg...deg


Jantung Nathan berhenti seketika saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Sheila...


" ...kenapa bertanya seperti itu? " tanya Nathan balik dengan dingin.


" hmm..ti-tidak apa apa !! Jika anda tidak berkenan menjawab yah tidak apa-apa juga " jawab Sheila dengan gugup .


Nathan berfikir sejenak...lalu ia mantap menjawab...


" Aku sangat mencintai istriku.... " raut wajah Nathan berubah tersenyum kecil.


Dirinya kembali mengingat sosok Rens. Istri mungil nya yang cantik dan baik hati itu. Bahkan tanpa sadar nya dia tak lagi menganggap kehadiran Sheila disitu.


Saat itu lah dia mulai sadar jika perasaan nya kepada Rens sangat lah tulus. Sedangkan kepada Stephanie/Sheila hanyalah perasaan bersalah yang terlalu dalam.


" Benar, aku sangat mencintai Rens!! kepada Stephanie sekarang tinggalah rasa bersalah bukan cinta " Bathin Nathan.


Sheila pun tersenyum kecil meskipun tqk terlihat oleh Nathan yang berada didepan nya. Entah mengapa ucapan Nathan barusan sangat membuat nya senang...


" Tapi bagaimana jika ada seseorang yang ingin merebutnya dari anda, apa yang akan amda lakukan " tanya nya lagi, kini pertanyaan nya sedikit extreem.


Dia tidak tahu bagaimana jika Nathan sudah marah, bisa saja saat ini dia menenggelamkan Sheila kembali kelaut jika dia marah....


Langkah Nathan seketika terhenti. Dia menarik nafas dalam-dalam dan mengehembuskan nya dengan kasar. Lalu ditoleh nya kebelakang kearah Sheila.


Sheila terkejut dia pun ikut menghentikan langkah nya. Matanya membulat ketakutan, Nathan menatap nya dengan tajam. Dia menghampiri Sheila perlahan...


" A-ada apa Presdir ? " Sheila gugup dan ketakutan.


" ....Apa perkataan saya sedikit menyinggung perasaan Presdir? " Ucap Sheila kembali.


Nathan semakin dekat kearah nya, dengan ketakutan Sheila mundur selangkah demi langkah menjauh dari Nathan.


" Aku tidak akan membiarkan satu orang pun merebutnya dariku...jangan pernah berkata seperti itu lagi padaku " ucap Nathan ketus.


" Ba-baik lah Presdir, saya janji tidak akan berkata seperti itu lagi... " jawab Sheila semakin takut dan gugup.


" Apa aku harus senang dengan perkataan nya? jika dia sangat mencintai Rens itu artinya dia tidak akan melepaskan Renesmee bersama orang lain !! apa akhirnya penantian ku selama ini kepada Tara akan memiliki kesempatan.... " Bathin Sheila.


Tiba-tiba saja dari arah depan terdengar seseorang meneriaki nama Nathan. Suara itu sangat familiar ditelinga nya, Nathan pun menoleh dengan cepat....


" NATHAN..... " Teriak seseorang itu.


" Rens ? Tara ? "


Benar sekali itu adalah suara dari istrinya yang baru saja dibicarakan nya bersama Sheila. Nathan mengerinyitkan dahinya menatap bergantian Rens dan juga Tara.


Begitu pun Sheila yang terkejut akan kehadiran Tara juga Rens.


.


.


.


.


Rens terus melangkah menyusuri pasir putih yang indah itu. Meskipun dia sedikit lelah, kepalanya juga sangat pusing karna terlalu banyak menangis.


" Pelan-pelan saja....tak usah lari " ucap Tara yang berjalan dibelakangnya.


" Tar....coba lihat kedepan apa itu mereka " ucap Rens tiba-tiba.


Deg..deg...deg


Dada nya kembali berdebar hebat nya, bagaimana tidak jika didepan sana dia melihat suami nya sedang bercakap dengan mantan tunangan nya.


Pedih sekali rasanya, meskipun tidak tahu apa yang sedang dibicarakan mereka berdua hati Rens tetap sakit. Dilihatnya Nathan sedang berjalan mendekati Sheila yang berada dibelakang nya.


Tara sedikit terkejut juga melihat sosok Nathan juga Sheila yang kebetulan muncul.


" Rens jangan berlari.... " Tara mencoba mengejar langkah wanita dihadapan nya itu.


Rens setengah berlari dengan langkah nya yang gontai. Sembari ia berteriak memanggil Nathan....


" NATHAN...... " teriak Rens yang masih sempoyongan berlari dipasir.


Nathan begitu terkejut dan langsung menoleh kearah sumber suara itu. Benar sekali suara itu berasal dari Renesmee.


" Rens, Tara " ucap nya heran, sembari menatap Rens kemudian Tara.


NEXT SABAR SEDIKIT YAH READERS 😊