
Sampailah Rey mengantar Reghata di depan gedung apartemen Gavin.
"Rey, jangan pergi kemana-mana, tunggu aku...." Ucap Reghata.
Rey mengerinyit heran. "Apa maksudmu Re? Ini sudah diluar jam kerjaku, aku tak kan bersikap formal lagi padamu....bagiku sekarang kau adalah istri dari sahabatku tidak lah lebih......"
Rey menghela nafas nya. Menatap Reghata yang sedang membungkuk mengintip dirinya dari luar mobil.
"Iya aku tahu Rey, tapi aku mau kembali ke rumah sakit untuk menemani Gavin...." Reghata sedikit ketus. Kesal rasanya dengan sikap Rey yang seperti itu.
"Dengarkan perkataan suamimu, dia menyuruhmu untuk tetap dirumah...."
"Aku tidak akan berkata dua kali, yang jelas sekarang kau harus menunggu ku disini...." Reghata menatap tajam Rey yang berada di dalam mobil.
Rey mendengus kesal. Mau tidak mau dia menuruti perkataan Reghata. Mengingat betapa keras kepala nya Reghata.
Lima belas menit kemudian.
Reghata kembali ke dalam mobil. Ia duduk di kursi belakang. Sambil membawa sesuatu di dalam Tote bag hitam.
Rey pun mulai menyalakan mesin mobil dan langsung menancap gas. Tanpa berkata atau bertanya kepada Reghata. Sesekali Rey melirik arloji di tangan kirinya seraya menyetir mobil.
Sudah hampir tengah malam. Seharusnya sekarang ini dia sudah pulang ke rumah dan beristirahat. Tapi karena Gavin yang jatuh sakit. Rey mau tidak mau harus bekerja lembur. Sebenarnya Rey juga sangat khawatir dengan keadaan Gavin.
"Terima kasih sudah mau mengantarku, aku akan meminta Gavin untuk membayar uang lembur mu malam ini...." Ucap Reghata seraya keluar dari mobil. Ketika sudah sampai di parkiran rumah sakit.
"Tidak perlu, tolong jaga Gavin saja....katakan padanya besok aku yang akan mengurus pekerjaan, jadi dia hanya perlu istirahat total...." Ucap Rey tanpa memandang Reghata. Sedetik kemudian kaca mobil tertutup Rey pergi meninggalkan Reghata yang masih berdiri di posisinya.
"Tanpa dia bilang pun, aku pasti akan menjaga Gavin....aku juga tidak akan membiarkan nya bekerja, dia harus istirahat total besok...." Gumam Reghata sembari berjalan memasuki rumah sakit. Menuju kamar VIP tempat Gavin berada.
Cklek.
Reghata membuka pintu dengan pelan dan perlahan. Agar tidak menimbulkan suara decitan sedikit pun. Ia tak mau mengganggu tidur Gavin yang terlihat sangat nyaman itu.
Pria itu tidur dengan posisi miring ke sebelah kiri. Sunggingan senyuman pun tercipta di wajah cantik Reghata. Tangan nya menjulur mengusap peluh yang membasahi kening Gavin.
Cups.
Tanpa Reghata sadari, dia telah menghujami kening Gavin dengan kecupan hangat. "Semoga kau cepat sembuh...." Bisik Reghata pelan.
Namun tiba-tiba saja mata Gavin terbuka saat itu juga. Ketika wajah Reghata dan wajah nya berjarak sangat dekat.
Reghata membulatkan matanya karena terkejut. Cepat-cepat ia langsung memundurkan wajah nya. Tapi dengan sigap dan cepat Gavin menarik pinggul Reghata, hingga tubuh istrinya itu menabrak tubuhnya.
Mmhhhmm.
Bibir keduanya menyatu. Gavin ******* habis bibir Reghata dengan lembut. Reghata sangat terkejut dengan ciuman dadakan itu. Sampai-sampai dia tidak bisa bernafas.
Gavin melepaskan bibir nya dari bibir Reghata. Masih dengan posisi wajah yang berdekatan. Gavin dan Reghata sama-sama bernafas dengan tersengal.
"Aku mencintaimu Re...." Ucap Gavin dengan suara pelan dan serak. Ditatap nya dengan lekat wajah Reghata. Begitu pun dengan Reghata.
Sedetik kemudian mereka pun kembali melanjutkan ciuman yang sempat terhenti tadi. Tapi kini dengan ritme yang lembut, karena Reghata juga membalas permainan Gavin.
Saat ini aku sudah menyadari sesuatu yang tidak pernah aku sangka akan secepat ini. Aku sudah mulai merasakan cinta yang tumbuh di dalam hatiku....
Kau menang Gavin Louis, karena kau sudah berhasil memenangkan hatiku....
Setelah itu mereka pun tidur bersama sambil berpelukan diatas ranjang rumah sakit itu. Dingin nya hembusan udara dari AC membuat tidur keduanya nyenyak.
TBC.
Note : Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar☺️☺️
Vote dan beri hadiah Author supaya Author nya semangat untuk up💪🏻💪🏻