
*****
POV Renesmee~
Sore itu Nathan menjemput kami bersama dengan Kevin. Dari kejauhan aku sudah melihat mobil Kevin, Kevin berada dikursi kemudi sedangkan Nathan disebelah nya...
Mereka seperti habis membicarakan sesuatu, karna aku sempat melihat Nathan memgang beberapa kertas dan menaruh nya dilaci kursi depan.
Mobil nya Berhenti tepat didepan ku dan Mia. Aku melihat Nathan langsung membuka pintu mobil dan menghambiri diriku...
Aku masih gugup dan sedikit canggung, mengingat celana dalam tadi siang. Masih terbayang-bayang terus difikiran ku....
" Sudah nunggu lama kah?....cups " Nathan memelukku seketika dan mendaratkan kecupan hangat dikeningku.
Aku pun membalas pelukan nya, dan menggelengkan kepala ku menjawab pertanyaan nya tadi.
" Kalau begitu ayo kita pulang....Kamu juga boleh ikut nanti Kevin yang antar pulang " ucap Nathan pada Mia sembari menggandeng tangan ku.
" Ngga usah, aku bisa pulang sendiri kok " Mia menolak ajakan dari Nathan.
" Jangan gitu dong...kan aku yang sudah ajak kamu kesini, jadi biarkan Kevin mewakilkan aku antar kamu pulang yah... pliss " ucap ku dengan wajah melas.
Aku tahu Mia pasti tidak akan sanggup melihatku jika memelas seperti ini. Akhirnya dia mengangguk dan setuju...
Aku sedikit aneh melihat tingkah Mia seperti sedang malu-malu dan ragu-ragu. Tapi yasudah lah yang penting dia setuju ikut bersama kami....
" Sini aku bawain belanjaan mu sayang ...." ucap Nathan padaku.
Aku terkejut mendengarnya, sebelum dia menggapai paperbag yang aku bawa aku telah duluan memberikan nya kepada Mia.
Bisa mati karna malu aku jika dia tahu aku ke mall hanya untuk membeli Lingerie Sexy, terlebih untuk malam pertama kami.😅
Aku melihat raut wajah Nathan yang memandang ku datar. Tetapi kubalas dengan senyuman manis yang aku yakin bisa meleleh kan hatinya...
" Biar Mia aja yang bawain sayang.... "
Aku bisa melihat Mia yang terkekeh, sedang mengejek ku. Kami pun masuk kedalam mobil. Aku dan Nathan seperti biasa dikursi belakang, sedangkan Mia duduk didepan sebelah Kevin.
Jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh malam, Kevin mulai menancapkan gas dengan kecepatan sedang...
" Apa kalian berdua sudah makan? " tanya Nathan pada kami berdua.
" Tadi kita cuman duduk di J.co aja sayang minum coffee .... " jawab ku polos.
" Kalau begitu Kevin kita ke restauran china terdekat....makan malam bersama " ucap Nathan.
" Baiklah.... " sahut Kevin.
" Saya langsung pulang saja Tuan Kevin....tidak perlu ikut makan malam " ucap Mia tiba-tiba.
Aku pun sontak terkejut dan langsung memasang wajah melas ku lagi, yang akhirnya sukses membuat Mia setuju lagi....
Aku semakin penasaran ada apa dengan Mia yang biasa nya dia banyak omong sekarang dia hanya diam saja. Begitu pun dengan Kevin yang sedari tadi aku lihat sempat mencuri pandang ke Mia...
" Biasa juga kaya kucing dan tikus jika bertemu " Bathin Ku.
Aku juga penasaran ada apa dengan Mamih Barbara, apa yang terjadi saat Nathan pergi kesana. Namun tidak sekarang waktunya untuk bertanya...
Tidak lama kemudian Kevin memarkirkan mobil nya didepan sebuah Restauran masakan China. Dengan bersamaan kami berempat keluar dari mobil...
Aku dan Nathan berjalan didepan mereka sambil bergandengan tangan, sedangkan Kevin dan Mia terlihat canggung...
Pelayan langsung menuntun kami menuju keruangan VIP. Nampak disana sudah ada sebuah meja bundar dengan empat kursi disetiap sudut meja. Hiasan dinding, alat makan, serta dekorasi yang berada didalam ruangan itu membuat suasana semakim mewah...
Aku duduk berhadapan dengan Mia, sedangkan Nathan Berhadapan dengan Kevin. Setelah memesan, tidak lama kemudian pelayan membawakan makanan pesanan kami masing-masing tadi.
Suasana hening menyelimuti seisi ruangan, sesekali Nathan menyuapiku begitu pun aku sebaliknya. Menatap wajah Nathan membuatku malu, entah apa yang terjadi nanti....
" Sayang....apa yang kamu fikirkan? dimakan makanan nya.... " Ucap Nathan.
Aku terkejut, dan tersadar dari lamunan ku. Aku yakin saat ini Nathan pasti bingung dengan sikap ku.
" Aku tidak apa-apa sayang!! Oh uya bagaimana kabar Mamih, apa dia baik-baik saja " aku mencoba menghindari pertanyaan Nathan.
" hmm....Mamih baik-baik saja, dia juga menitip salam untuk mu " ucap Nathan yang raut wajah nya langsung berubah seketika saat aku melihat nya.
Kenapa? Apa yang terjadi? aku semakin penasaran jadinya.....
Aku pun kembali menyantap makanan ku begitu pun Nathan.
" Jadi kapan kamu memperkenalkan wanita mu padaku? " ucap Nathan.
Aku terkejut, begitu pun Mia kami berdua sama berhenti menyuap makanan kami dan saling memandang. Sedangkan Kevin bukan hanya terkejut dia bahkan sampai tersedak.....
" Uhukk...uhukk...uhukk " Kevin tersedak. Raut wajah nya terlihat gusar dan kebingungan.
" Kenapa? apa ada kacang lagi dimakanan mu? " tanya Nathan.
" Tidak....tidak ada " sahut Kevin
" Ohh...jadi kapan kamu akan memperkenalkan nya padaku " tanya Nathan lagi.
Aku melihat Kevin hanya diam tak menjawab. Dia malah saling menatap bersama Mia, sangat aneh kurasa....
" Apa maksudmu sayang? Apa Kevin memiliki pacar? " tanya ku penasaran.
" Entah lah....dia bilang akan memperkenalkan nya dalam waktu dekat ini " ucap Nathan menyahuti pertanyaan ku.
Aku melihat raut wajah Mia yang sedang menyendok makanan nya terlihat sedikit murung..
" Benarkah itu Kevin....Kebetulan juga Mia juga mengatakan padaku katanya dalam waktu dekat ini dia akan memperkenalkan pria nya padaku " ucap ku polos melirik Mia.
Mia melotot padaku, mengisyaratkan untuk aku diam. Kemudian Mia dan Kevin saling menatap lagi, seperti sedang main telepatian gitu. Bicara lewat hati ke hati....
" Baguslah kalau begitu minggu depan kita bertemu lagi disini untuk Double Date....bukan bukan tapi Triple Date, setuju " ucap Nathan bersemangat, aku melihatnya menatap Kevin dengan menantang.
Kami pun kembali menyantap makanan masing-masing hingga selesai. Raut wajah Kevin dan Mia terlihat sama, mereka berdua terlihat Kecewa, Sedih, Putus asa,dan gusar. Sayang sekali jika mereka bukan jodoh, padahal aku berharap sosok dewasa yang dimiliki Kevin sangat cocok dengan sifat bertanggung jawab Mia. Mereka pasti akan menjadi pasangan yang serasi.....
.
.
.
Kevin mengantarkan Nathan dan aku kembali ke apartemen terlebih dahulu, setelah itu dia mengantarkan Mia pulang kerumahnya. Tak lupa aku berpesan agar mengantarnya dengan selamat sampai tujuan kepada Kevin....
Sambil menggandeng tangan ku Nathan mengajak ku berjalan memasuki lift menuju unit apartemen Nathan.
Kurasa jantungku semakin berdebar tak karuan, sangat sulit untuk diriku menelan salivaku sendiri. Nathan sempat bertanya apa aku sedang sakit, tapi aku menjawab nya tidak....
Aku hanya gugup untuk menghadapi malam ini. Malam dimana aku akan menyerahkan diriku seutuh nya kepadamu Nathan.
Setelah mencapai unit, aku melangkah menuju kamar kami. Begitu pun dengan Nathan dia mengikuti langkah ku dari belakang.
Sesampainya dikamar aku langsung masuk kedalam kamar mandi membawa paper bag berisi Lingerie yang aku beli tadi di mall.
Sebelum masuk aku sempat melihat Nathan merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan menutup kedua matanya menggunakan lengan kanan nya.
Nathan dan yang lain sangat aneh sikap nya hari ini menurut ku. Seperti ada yang disembunyikan oleh mereka semua.....
...****************...