
Tiga hari telah berlalu.....
Nathan dan juga Kevin sedang berada diperjalanan menuju kediaman keluarga Phoenix. Yang tak lain adalah rumah mendiang orang tua Rens.....
Nathan sengaja tak memberi tahu Rens jika dia ingin berkunjung kesana. Karna dia tak ingin Rens melihat keadaan dirumah masa kecil nya itu.
Nathan sedang memainkan ponsel nya sedari tafi. Sedangkan Kevin masih fokus menyetir.....
Sangat jelas terlihat jika Nathan tersenyum pasif menatap layar ponsel nya itu. Ternyata dia sedang memandangi wajah seorang wanita cantik, yang sedang makan sepiring pasta diatas sebuah sofa.....
Benar saja, wanita itu pastinya Renesmee istri tersayang nya.....
" Aku pasti akan membuat mereka membayar ini semua padamu sayang.... " ucap nya dengan nada sedikit geram.
Wajahnya memerah karna menahan amarah, dadanya pun berdebar dengan kencang, tangan nya mengepal geram menandakan jika saat ini dia begitu geram dan marah....
Tak lama kemudian, Sampailah mereka. Kevin memarkirkan mobilnya dipekarangan depan rumah tersebut....
" Kita sudah sampai.... " ucap Kevin sembari keluar dari mobil.
Nathan pun menyusul keluar dari mobil dengan angkuh dan arogan nya. Dia melihat sekeliling sampai pandangan nya berhenti disalah satu balkon kamar dilantai 2....
Dia kembali mengingat saat pertama kalinya dia mencium Rens dibalkon kamar nya, saat itu Rens sedang mabuk berat hingga pingsan....
Tanpa sadar sunggingan senyuman terukir disudut bibir nya. Tetapi tak bertahan lama, senyuman itu seketika lenyap. Dia juga kembali teringat waktu itu Rens sempat ingin mau bunuh diri dibalkon itu. Gara-gara perjodohan mereka.....
Kembali wajah nya menjadi datar, dia semakin geram dan sadar jika inilah tujuan mereka memaksa Rens untuk menikah. Agar mereka bisa menguasai semua harta mendiang orang tuanya...
Brakk.....
Kevin menendang pintu depan rumah tersebut dengan begitu kerasnya hingga terbuka. Nampak disana sudah ada Sam dan juga Vera yang sedang asyik nya bersantai sembari meneguk segelas teh hijau masing-masing.....
Mereka terkejut melihat pintu rumah yang terpelanting begitu kerasnya. Sontak mereka langsung berdiri bersamaan....
" Siapa? berani sekali merusak pintu rumah ku, tidak tahu siapa saya " teriak Sam dengan amarah nya. Suara nya menggelegar hingga sudut ruangan besar itu.
Kevin pun berjalan masuk dengan langkah mantap, serta tatapan tajam matanya yang mengerikan itu....
Sontak Sam langsung tersentak tak dapat berkata-kata melihat sosok Kevin. Ketakutan nampak begitu jelas dimata sepasang suami istri tersebut.
Bagaimana tidak jika Kevin sudah menatap seseorang dengan tatapan membunuh nya itu. Pasti semua orang akan ketakutan....
Serasa tatapan nya itu seperti pisau belati yang mengorek-ngorek isi perut mu. Ngeri 😱
" Tu...Tuan Kevin " ucap keduanya bersamaan, yang pasti dengan suara bergetar ketakutan.
" Apa tidak salah dengar? kalian bilang rumah ini milik kalian " ucap Kevin yang langsung berjalan menghampiri Sam.
Kemudian di tarik nya kerah baju Sam dan mendorongnya hingga terhempas kelantai...
" SAM.... kamu tidak apa-apa ? " ucap Vera yang langsung membantu suami nya berdiri.
" Ti....tidak Tuan, anda salah dengar " ucap Sam yang masih dengan ketakutan nya itu.
Sedangkan Vera hanya bisa diam ketakutan, tak berani mengeluarkan suara.
Tatapan Kevin benar-benar dapat mengintimidasi pasangan suami istri itu hingga nyali nya menciut....
Namun tiba-tiba saja, dari arah tangga seorang pria berteriak begitu nyaring nya. Hingga menggelegar diseluruh ruangan itu, terdengar sampai ditelinga Nathan yang masih berdiri diluar.....
" AYAH....HENTIKAN..... " teriak seseorang itu.
Sontak semuanya langsung melihat kearah sumber suqra tersebut, begitu pun Kevin....
" Ayah apa yang kau lakukan....memalukan sekali " ucap pria itu yang berjalan mendekati mereka bertiga.
" Jimmy.... " ucap Sam terkejut.
" Jimmy sayang, kenapa kamu turun sayang cepatlah kembali kekamar mu " Sambut Vera berbisik dan mendorong pelan pria itu.
Mereka begitu terkejut melihat kehadiran putra nya tersebut. Jimmy Phoenix adalah anak pertama dari Sam dan juga Vera. Dia adalah anak yang begitu penurut apa kata orang tuanya, sifatnya pemarah, sombong, dan suka menghambur-hambur kan uang. Dia juga begitu berambisi untuk merebut semua harta keluarga Phoenix, sama seperti kedua orang tuanya itu.
Terlihat dia begitu marah dengan kehadiran Kevin yang begitu mengintimidasi kedua orang tuanya. Terlebih dia melihat ayah nya seperti sedang ketakutan pada Krvin....
" Untuk apa ayah takut padanya..... " ucap Jimmy seraya berdiri tepat dihadapan Kevin.
" Jimmy sudah sayang.... " ucap Vera yang takut jika Krvin menyakiti putra nya itu.
" Awas saja jika kau berani melukai orang tua ku..... " ucap Jimmy dengan nada mengancam lalu menunjuk Kevin dengan jari telunjuk nya.
Kevin hanya terkekeh, jujur saja dia tidak takut terhadap ancaman siapa saja, terlebih orang seperti Jimmy.
" Turunkan telunjuk mu itu atau kupatahkan tangan mu... " ucap Kevin dengan tatapan tajam nya.
Terdengar jika Kevin sedang menggeretak kan gigi nya sendiri, yang artinya dia sangat geram ditunjuk seperti itu....
" Kenapa....ngga terima " ucap Jimmy semakin menantang.
Tatapan songong nya membuat jiwa pembunuh Kevin bangkit....
" .....ini memang adalah rumah kami, dan semua harta keluarga Phoenix telah menjadi milikku, JIMMY PHOENIX " lanjutnya dengan lantang.
" Benar sekali....ini sudah menjadi hak kami " ucap Sam dengan menepuk pundak kanan anak nya.
Sedangkan Vera mengangguk setuju akan ucapan suaminya itu...
kevin hanya diam, dia tidak mau menanggapi ucapa. mereka semua. Dia hanya tidak suka jika ada seseorang berani menunjuk nya tepat didepan wajahnya....
" Aku ingat kan sekali lagi untuk menurunkan tangan mu itu.... " kembali Kevin mengingatkan Jimmy.
" Kenapa? aku tak takut padamu " ucap Jimmy songong.
Bughh......
Tanpa aba-aba Jimmy memukul wajah Kevin hingga tersungkur kebelakang. Kevin menghela nafas dengan kasar, saat ini darah nya seakan mendidih wajah nya memerah.....
Cepat-cepat dia berdiri dan mendekat kearah Jimmy, namun saat akan melayangkan tinju balik nya ke Jimmy. Tiba-tiba saja Nathan masuk dan berteriak menyuruh Kevin agar tenang.....
" Kevin....berhenti.... " teriak Nathanyang masih berdiri diteras.
Tap...tap...tap
Suara langkah kaki nya memasuki rumah itu, raut wajah Nathan terlihat santai tanpa ekspresi.
" Tidak perlu mengotori tangan untuk orang-orang hina seperti mereka.... " ucap Nathan sedikit ketus menghina.
Jimmy menoleh kearah Nathan, ia semakin emosi dan marah mendengar perkataan Nathan barusan. Dia hendak melangkah mendekati Nathan, namun ditahan oleh Vera dan juga Sam....
Dengan santai nya Nathan menghadapi orang tua dan anak yang tidak tahu diri tersebut. Padahal ingin sekali rasanya dia langsung membunuh ketiganya, mengingat rasa sakit yang dialami Rens akibat ulah mereka...
" Tu...Tuan Nathan apa maksud anda!! bukan kah anda telah membawa Rens kami, jadi apa lagi yang inginkan dari kami " ucap Sam.
" Cihhh......tutup mulut kotor mu itu " ucap Nathan setengah berteriak dan membentak.
Membuat ketiganya tersentak dan terkejut....
" ....kalian kira saya tidak tahu apa yang kalian lakukan? " lanjut Nathan berjalan mendekati Jimmy.
" Apa? apa yang kau tahu? " sahut Jimmy yang menantang Nathan.
Kini mereka berdua bersitatap dengan jarak sedikit dekat. Tatapan Nathan begitu tajam sedangkan Jimmy ada kegugupan dikedua matanya. Meskipun dia mencoba untuk tidak manampakan nya, tetapi begitu jelas dimata Nathan.
" Demi harta kalian tega membunuh kerabat sendiri..... " ucap Nathan sembari menghela nafas dalam-dalam.
Cetttttaaarrr......Deg...deg...deg
Seperti tersambar petir disiang bolong, raut wajah ketiga nya begitu terkejut.
Mereka tak menyangka, jika Nathan bisa mengatakan hal tersebut. Mereka terdiam dan saling menatap....
" A...apa yang Tuan bicarakan kami sama sekali tidak mengerti " ucap Sam dengan suara bergetar ketakutan .
Wajahnya pucat seketika, terlihat jelas jika saat ini dia begitu takut.
" Hahahaha....masih tidak mengaku, brengsek sialan ini " tawa Nathan menggelegar begitu nyaring.
Langsung saja dia mendekati Sam dan menendang perutnya hingga tersungkur kebelakang.
Bughh.....uhukk uhukk uhukk
Jimmy yang melihat nya langsung sontak menangkap ayah nya. Lalu ditatap nya Nathan dengan emosi....
" Ayah..... "
" .....Beraninya kau..... "
Jimmy langsung berdiri hendak memukul wajah Nathan, namun sayang nya tangan nya ditahan oleh Nathan....
" Lepaskan tangan ku.... " ucap Jimmy kesal. Mencoba untuk melepaskan genggaman Nathan pada tangan nya.
" Tuan Nathan hentikan....saya mohon " ucap Vera dengan tangisan air mata buaya nya.
Bukan membuat Nathan luluh, tapi semakin membuatnya geram....
Nathan pun semakin memutar lengan Jimmy, hingga membuatnya meringis kesakitan...
" Aghhh.....sakit sakit lepaskan aku "
Semakin lagi Nathan memutarnya, ingin dia patahkan dengan sekali hentakan lagi. Tetapi diurungkan nya niatnya tersebut, lalu didorongnya tubuh Jimmy hingga terhempas kelantai juga....
" Bisa saja aku mematahkan tangan mu tersebut sekarang juga, tetapi menurutku kalian lebih pantas dipenjara " ucap Nathan ketus dan sedikit membentak.
" Cepat tinggal kan tempat ini dan jangan menampak kan diri kalian didepan Renesmee lagi .....ingat itu " ucap Nathan lagi, sembari berjalan kearah luar meninggalkan ketiga orang biadap itu.
Sedangkan Kevin ikut menyusul dibelakang nya, namun tatapan nya masih sama geram nya kearah Jimmy. Dia masih belum puas jika tidak membalas pukulan Jimmy tadi. Namun apa boleh buat ucapan Nathan ada benarnya, untuk apa mengotori tangan untuk orang-orang hina seperti mereka.....
Nathan dan Kevin pun meninggal kan rumah tersebut dan kembali ke kantor mereka. Masih banyak yang harus diurus....
Bersambung...