Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~69


"Sheila....apa kau mau ikut rapat hari ini, soalnya ini menyangkut pabrik yang kau kelola" Ucap Louis kepada Sheila.


"Maaf Tuan bukan nya saya menolak, tetapi saya juga belum terlalu menguasai presentase dirapat besar seperti itu takut ada kesalahan kata" Sheila menolak ajakan Louis dengan sopan, dirinya tidak percaya diri untuk mengikuti rapat tersebut.


"Baiklah...tapi kau harus ikut keperusahaan itu meskipun tidak ikut rapat, paling tidak kamu harus menyemangati rekan yang lain" ucap Louis tersenyum kepada anak angkat nya tersebut.


"Baik Tuan, dengan Senang hati saya pasti akan ikut kesana" Sheila pun berlalu keluar dari ruang kerja Louis.


.


.


.


.


.


.


Perusahaan Grup Efron, Louis dan juga staf nya sudah duduk rapi diruang rapat sembari menunggu kehadiran Nathan dan juga Kevin.


Disana tidak nampak terlihat keberadaan Sheila, karna Sheila mengatakan dirinya akan sedikit terlambat. Dirinya harus kembali kekantor karna ada berkas yang ketinggalan.


Ruang rapat yang berada dilantai lima gedung, mengharuskan Sheila untuk turun menggunakan salah satu lift dilantai itu.


Dia berdiri tepat didepan lift yang pertama, Karna Lift yang dia tunggu bergerak turun dari lantai 9 membuatnya menunggu sedikit lama.


.


.


.


Nathan dan Kevin bergegas untuk pergi keruang rapat yang ada dilantai 5 gedung. Kini mereka berada dilantai 9, jika mereka akan keruang rapat harus menggunakan salah satu lift dilantai itu.


Nathan dan Kevin memasuki salah satu lift, lalu bergerak turun kelantai 5. Bersamaan waktu dengan Sheila yang sedang menunggu lift.


Tidak lama kemudian....


Ting....


Suara pintu lift terbuka, dengan cepat Sheila masuk kedalam lift tersebut. Sedangkan lift sebelah baru saja terbuka saat sheila sudah menutup pintu lift yang ia masuki.


Nathan dan Kevin berselisihan dengan Sheila saat itu, jika Sheila menggunakan lift yang kanan sedangkan Nathan juga Kevin menggunakan lift sebelah kiri.


Setelah sampai dilobby, Sheila pun bergegas kembali kekantor untuk mengambil berkas yang ketinggalan tersebut.


****


...POV Nathan~...


Kevin dan juga Nathan bergegas memasuki ruang meeting dilantai 5 gedung kantor nya. Saat memasukinya Nathan bisa merasakan semua pandangan mata tertuju pada dirinya.


Disana Nathan sudah melihat Louis Wilton tengah duduk bersama dengan staf dan sekertarisnya


Hari ini dia dan Louis akan mengadakan rapat gabungan, untuk membicarakan penanaman saham pada Pabrik ikan tuna dipinggiran daerah xx milik Louis.


Menurut Nathan ini adalah kerja sama yang sangat menguntungkan untuk perusahaan nya. Dia duduk dikursi paling depan dekat dengan monitor tempat Kevin presentase.


Dengan cekatan nya Nathan bisa melihat Kevin melakukan presentase terbaik. Semua staf ,sekertaris, bahkan Louis Wilton begitu terpukau dengan presentase yang dilakukan oleh Kevin.


Kevin bukan hanya memiliki paras yang tampan, tetapi dia juga memiliki kecerdasan luar biasa dalam mengelola perusahaan.


Namun tetap saja dia tidak bisa mengalahkan diri Nathan, tetap dirinya lah yang lebih tampan dan lebih cerdas tentunya......


Hahaha Narsis😅


Setelah Kevin selesai melakukan Presentase, dia pun kembali duduk dikursi sebelah Nathan. Selanjutnya adalah Presentase dari pihak kedua, yaitu dari pihak Louis.


"Tuan Louis silahkan, orang anda yang presentase berikutnya..." ucap Kevin sopan, mempersilahkan Louis Wilton.


"Maaf kan saya Tuan Nathan, ada sedikit kendala yang terjadi!! bisakah kita menunggu 15 menit lagi" ucap Louis Wilton pada Nathan.


"Ada apa Tuan.....ada masalah apa? sampai aku harus menunggu 15 menit lagi, Come on time is money!!" Nathan pun angkat bicara.


Bagaimana bisa seorang Nathan Efron disuruh untuk menunggu. Itu bukan lah sifatnya, Nathan tidak senang jika harus menunggu sesuatu.


"Bukan saya lancang untuk menyuruh anda menunggu, tapi tunggulah sebentar saja lagi!! Demi kerja sama kita" Louis Wilton memohon pada Nathan.


Tentu saja tidak semudah itu untuk meyakin kan dirinya, akhirnya Nathan menolak untuk menunggu.


"Aku tidak bisa melakukan kerja sama dengan seseorang yang diawal kerja sama saja sudah melakukan kesalahan...." Nathan berucap dengan ketusnya.


"....Kevin ayo kita kembali" lanjut Nathan berkata pada Kevin.


"Nathan apa kita tidak bisa menunggu sebentar lagi...." Bisik Kevin pada Nathan.


"Tidak ada yang perlu ditunggu...berlama disini bisa membuatku semakin muak" Nathan beranjak dari duduk nya dan berjalan kearah pintu keluar.


"Tuan Nathan tunggu dengarkan penjelasan kami..." Nathan mendengar sekertaris Louis, mencoba meyakinkan dirinya.


Tetapi Nathan tak mengubrisnya, tetap saja dia berlalu kearah pintu luar. Namun, tiba-tiba saja......


Masuk lah seorang wanita dan berdiri tepat didepan pintu masuk. Wanita itu menghalangi dirinya untuk keluar.


Deg.....


Nathan begitu tercengang saat melihat wanita itu, wajah nya begitu familiar bagi Nathan. Tiba-tiba saja sosok Stephanie terlintas begitu saja dalam benak Nathan.


Tenggorokan nya serasa tercekat, Nathan tidak bisa menelan salivanya sendiri. Ada apa ini? siapa wanita ini mengapa dia terlihat seperti Stephanie.....


Nathan menoleh dan melirik Kevin, namun sepertinya Kevin tidak menyadari jika wanita yang berada dihadapan mereka sangat mirip dengan Stephanie. Walaupun penampilan dan gaya rambut nya berbeda,tetapi Nathan bisa melihat kemiripan mereka.


"Tunggu dulu, perkenalkan aku Sheilla selaku GM dipabrik ikan tuna kaleng yang akan bekerja sama dengan perusahaan anda...." ucap Wanita itu, dia menyodorkan tangan nya untuk bersalaman dengan Nathan.


Namun karna dirinya sangat-sangat terkejut, tubuh Nathan serasa mati rasa, apa ini sebuah mimpi? Seperti nya akibat semalam dia mulai berhalusinasi.


Kevin sama sekali tidak menyadari, dia masih sibuk berbicara pada sekertaris Louis Wilton. Sedangkan Nathan sama sekali tak bergeming, pandangan matanya terus tertuju pada wanita itu....


"Hello.....apakah anda Tuan Nathan?" wanita itu kembali berbicara pada Nathan.


"Stephanie...." ucap nya lirih secara tidak sadar.


"Apa....maaf Tuan saya bukan Stephanie tapi saya Sheilla...perkenalkan" Dia kembali menyodorkan tangan nya.


"Eh....maaf, kenalkan aku Nathan Efron"


Nathan pun membalas salaman tangan wanita itu, bukan hanya wajah nya yang sama tetapi sentuhan tangan nya terasa seperti saat dia menggenggam tangan Stephanie.


"Permisi sebentar....." dia berjalan melewati Nathan, tetapi Nathan terus memandangi diri wanita itu.


Kemudian dia berjalan menghampiri Sekertaris Louis dan memberikan berkas-berkas yang dibawanya. Setelah itu dia ikut duduk dikursi sebelah Louis Wilton.


Nathan melihat wanita itu begitu sangat dekat dengan Louis.


"Nathan...silahkan kembali ketempatmu!!" Kevin kembali menghampiri dan berbisik pelan ditelinga Nathan, dia mengingatkan untuk Nathan kembali duduk.


.


.


.


Mereka pun kembali melanjutkan rapat yang sempat terhenti tadi, kini giliran sekertaris Louis lah yang melakukan Presentase.


Dipresentase kedua ini Nathan sama sekali tidak mengeluarkan pendapat satupun. Sampai akhirnya selesai pun, dia tidak banyak bicara dan langsung menandatangani surat kontrak yang sudah disiapkan.


Sesekali Nathan melirik kearah Sheila, wanita yang sangat mirip dengan Stephanie baginya. Saat dia menatap wanita itu, tak sengaja mereka saling tatap. Hingga beberapa detik mereka saling menatap, karna sedikit risih wanita itu menundukan kepalanya. Entah apa yang dia fikirkan tentang Nathan yang terus melirik nya...


Nathan masih tidak percaya bagaimana bisa wanita itu sangat mirip dengan Stephanie. Sampai-sampai dirinya sempat berfikiran jika wanita itu adalah Stephanie.


Tetapi itu tidak mungkin, jika dia adalah Stephanie pasti dia sudah mengenali Nathan sedari tadi.


Nathan meyakinkan kembali hatinya, jika Stephanie sudah meninggal. Dan wanita itu bukan lah Stephanie.