
Sheila pasrah dan mengikuti langkah Tara yang menarik tangan nya menjauh dari Nathan juga Rens. Ada perasaan senang ada juga perasaan aneh keheranan.
Sampailah mereka disebuah jembatan tidak jauh dari pantai. Sheila menatap gandengan tangan Tara yang seketika terlepas.
Tara membalik kan tubuh menghadap ke Sheila. Sungguh dirinya masih tak percaya dengan kenyataan bahwa Sheila adalah mantan tunangan Nathan.
" Bagaimana bisa semua ini hanya lah kebetulan, apa kau sudah mentakdir kan nya Tuhan " Bathin Tara.
Tara masih menatap diam Sheila, sedangkan Sheila masih bingung dengan apa yang terjadi. Ditambah tatapan aneh Tara padanya semakin membuat hasrat keinginan tahu nya bangkit.....
" Tar..... " Sapa Sheila yang melambaikan tangan nya didepan wajah Tara.
Tara pun terkejut dan tersadar dari lamunan nya saat itu. Dia sedikit gelagapan lalu memalingkan tubuh nya kearah lain.
" Apa yang terjadi, aku benar-benar tak mengerti " gumam Sheila didalam hatinya.
Tara berpegangan dengan sedikit menunduk dipagar jembatan tersebut. Dipandanginya kilatan lampu jalanan kala itu.
Sheila pun mengikutinya dan berdiri tepat disebelah Tara.
" Tar....sebenarnya apa yang terjadi ? " tanya Sheila dengan suara lembut nya.
Awalnya Tara hanya diam, dia bingung juga harus berkata apa. Tidak mungkin kan dia langsung mengatakan kepada Sheila jika dia adalah Mantan Tunangan Nathan.
Dia melirik dan melihat wajah sendu Sheila yang cantik itu.
" Apa kau sama sekali tak mengingat masa lalu mu ? " tanya Tara tiba-tiba.
Sheila terkejut dengan pertanyaan Tara, dahi nya mengkerut.
" Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu ? " ucap Sheila bertanya balik kepada Tara.
Tara membalikan tubuhnya dan bersandar dipagar jembatan itu dengan satu tangan nya didalam saku.
" Aku hanya bertanya.... " ucapnya singkat.
" Oh... " Sheila ikut memutar tubuhnya.
" ......aku belum bisa mengingatnya, tetapi... " ucap Sheila lagi.
" Ada apa ? " tanya Tara menatap nya serius.
" Seharian ini aku mengalami sesuatu yang aneh " ucap nya pelan.
" Aneh apanya, maksudmu ? " Tara semakin penasaran dibuatnya.
Sheila pun menceritakan dengan detail nya kejadian dari pagi kepada Tara. Bahkan semua nya, saat dia bersama Nathan sampai bertemu dengan Tara juga Rens. Dia sangat menjunjung tinggi kepercayaan kepada Tara. Maka dari itu dia tak mau menyembunyikan apa pun pada Tara.
Tara terheran-heran mendengar cerita Sheila,sesekali dia mengangguk isyarat mengerti. Membuat dia semakin yakin jika Sheila adalah Stephanie mantan tunangan Nathan.
" Jadi apa kau masih merasa sedikit pusing? Sebaiknya kita kembali ke Villa, kau harus meng istirahat kan tubuh juga fikiran mu " ucap Tara sedikit tersenyum.
Hati Sheila berbunga-bunga mendengar perkataan Tara, yang menurutnya itu sebuah perhatian dari Tara untuk nya.
" Terima kasih,Kau sudah mengkhawatirkan ku " Bathin Sheila.
Dia membalas senyuman Tara lalu mengangguk setuju. Tara pun kembali menggapai tangan Sheila dan berjalan membawa nya kembali ketempat awal. Tempat dimana Rens dan Nathan berada.
Sheila mengikuti langkah demi langkah kaki Tara, seraya sesekali ia menatap kearah gandengan tangan dan wajah Tara secara bergantian.
.
.
.
Tara melepaskan gandengan tangan Sheila seketika dan berlari menghampiri Nathan dan Renesmee. Dirinya begitu terkejut saat melihat Rens yang sempat tidak sadar kan diri.
Sedangkan Sheila masih terdiam melihat kekhawatiran yang begitu nampak diwajah Tara.
" Baru saja tadi dia mengkhawatirkan diriku, tetapi sekarang dia langsung mengkhawatirkan orang lain " Bathin Sheila.
" Apa yang terjadi...? " tanya Tara dengan cemas nya.
Nathan hanya diam tak menjawab, dirinya masih kukuh memeluk Rens.
" Cepat bawa dia ke Villa..... " ucap Tara lagi.
Nathan pun menggendong tubuh mungil Rens yang terasa dingin karna air laut malam. Meskipun sudah sadar wajah Rens masih pucat, matanya sayu, bibir nya yang merah menjadi biru, tangan dan kaki nya putih seperti mayat hidup.
Sembari menggendong dengan posisi dibopong dibelakang tubuh Rens, Nathan berlari menuju Villa. Begitu pun Tara dan Sheila yang berada dibelakang mereka berdua.
Sambil berlari Tara terus menatap punggung Rens yang dibopong oleh Nathan. Tatapan matanya terlihat sekali jika saat ini dia sangat khawatir.
" Tidak salah jika aku mencintaimu, kamu adalah pria yang baik hati, dan sangat tulus kepada seseorang...." Bathin Sheila yang masih menatap Tara.
.
.
.
Sesampai nya di Villa milik Tara. Nathan bergegas masuk, disusul oleh Tara dan juga Sheila.
" Rina....siapkan kamar tamu satu lagi " perintah Tara pada Rina.
" Baik Tuan...saya.... " belum selesai bicara Nathan memotong ucapan Rina.
" Tidak perlu, dia istriku!! jadi dia akan tidur bersama dengan ku disatu kamar... " ucap Nathan menatap sinis Tara.
Sedangkan Tara hanya bisa menatap Nathan diam dengan penuh kebencian.
" .....jadi tak perlu repot-repot " lanjut nya sebelum berlalu ke kamar nya.
Tara mengusap wajah nya dengan kasar. Kebencian nya terhadap Nathan semakin besar. Sheila hanya bisa diam memandang sendu Tara yang saat ini sedang kesal. Dia pun mendekat pada Tara, lalu ditepuk nya pundak sebelah kanan Tara.
" Bagaimana jika kita memanggil Dokter Wisnu untuk memeriksa keadaan Rens...seperti nya dia tenggelam tadi " ucap Sheila memberi saran.
Tara pun menoleh kearah Sheila, dia hampir lupa jika disana juga ada Sheila. Dia berfikir sejenak....
" Baiklah...aku akan menelpon nya " ucap Tara.
Sheila mengangguk setuju...
" .....berikan beberapa pakaian wanita kepada nya untuk Rens " perintah Tara pada Sheila sebelum dia berlalu pergi.
" hmm baiklah.... " Sheila pun ikut berlalu untuk menjalan kan perintah Tara tadi.
.
.
.
Didalam kamar...
Nathan merebah kan tubuh Rens diatas sofa, karna baju nya yang basah. Nathan mengambil selimut yang ada diatas ranjang lalu menyelimutkan tubuh Rens.
Nathan pun berlalu kearah kamar mandi yang berada didalam kamar tersebut. Setelah mengganti pakaian nya yang basah Nathan kembali kekamar.
Dia memandangi Rens yang masih belum terlalu sadar itu. Dia sedikit bingung baju apa yang akan dikenakan Rens. Mengingat seperti nya Rens tidak membawa pakaian ganti sama sekali.
Tok...tok...tok..
Seseorang mengetuk pintu kamar mereka. Nathan pun langsung berjalan kearah pintu dan membukanya.
Nathan mengerinyitkan dahinya, saat melihat Sheila yqng berdiri dibalik pintu tersebut. Sheila pun tersenyum dan memberikan dress putih selutut dan sepasang pakaian dalam wanita milik nya yang masih baru berpelastik belum sempat dibuka nya.
" Ini masih baru tenang saja aku belum pernah memakai nya.... " ucap Sheila yang sedikit malu.
Nathan menyipitkan matanya menatap sengit Sheila...
" ....Atau saya bisa menggantikan pakaian Rens jika anda berkenan " lanjutnya masih dengan gugup karna tatapan Nathan.
" Tidak perlu aku bisa sendiri.... " Nathan pun mengambil pakaian tersebut dan membawanya kedalam kamar. Tak lupa dia mengunci pintu kamar nya.
Nathan berjalan menghampiri Rens yang terbaring diatas sofa. Dia membungkuk dengan satu lutut menumpu tubuh nya hingga sejajar dengan Rens.
Diusap nya dengan lembut pucuk kepala Rens yang masih sedikit basah. Lalu didaratkan nya kecupan hangat dikening Rens.
" Sayang .....apa kau bisa bangun dan mengganti pakaian mu sendiri " ucap Nathan membisik ditelinga Rens.
Rens mendengar ucapan suami nya itu, namun apa dayanya dia masih sedikit lemas. Tangan dan kaki nya seperti membeku dan bergetar menggigil.
Dia hanya mengerjapkan matanya beberapa kali ......
" .....baiklah aku akan menggantikan pakaian mu, sebagai balasan waktu itu kau pernah menggantikan pakaian ku saat aku sakit " lanjut Nathan, senyum licik nya kembali terlukis diwajah tampan nya itu.
...****************...
Jangan lupa lika dan vote nya yah my readears.....😊😊
Mampir juga yuk dinovel Author yang satu ini, dijamin dibuat baper dengan pemeran Vindra hehehe🖤🖤