Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
MUSIM KE-3 : Episode 21


"Hehehe....Re, kau kah ini?" Gavin tersenyum bodoh sembari menyentuh wajah Reghata dengan kedua tangan nya.


Perutnya terasa sangat mual ia pun kembali memuntahkan isi perut nya. Reghata yang melihat Gavin seperti itu dengan sigap nya menepuk-nepuk punggung belakang suaminya.


"Dasar bodoh, bisa-bisanya membiarkan wanita asing mengantarmu pulang...." Reghata menggerutu, karena kesal dengan kelalaian Gavin.


Huek....huek....huek.


Gavin terus-terusan mual dan muntah. Reghata pun melirik sinis dan tajam ke arah wanita seksi tersebut. Di perhatikan nya dari ujung rambut hingga ujung kaki wanita itu.


Reghata bergidik ngeri lalu menghela nafas panjang. "Kau siapa? Jika tidak ada urusan cepat pergi sana...." cetus Reghata kepada wanita itu.


Wanita seksi itu menatap skeptis Reghata, baru saja dia hendak menjawab Reghata memotong kembali. "Tunggu apa lagi? Oh iya ini untuk mu....cepat pergi sana" Reghata memberikan beberapa lembar uang kertas kepada wanita tersebut.


"Lihatlah pakaian nya, dasar pria nakal....


Apa kau menyukai wanita yang seperti itu? Gavin....Selera mu sangat buruk...."


Tak terasa Reghata menepuk punggung Gavin dengan sedikit keras. Karena kesal kepada suaminya itu. Selang lima menit kemudian Gavin terbaring tidak sadarkan diri di atas sofa.


"Akhh....Berat sekali, sangat merepotkan" Reghata menggerutu sambil membopong tubuh Gavin memasuki kamar. Lalu merebahkan tubuh suami nya itu di atas tempat tidur.


"Mau tidak mau aku harus membuka seluruh pakaian nya...." ucap Reghata seraya memandangi tubuh Gavin yang terkulai lemas di atas tempat tidur.


Perlahan Reghata membuka satu persatu kancing kemeja Gavin. Kemudian membukakan sepatu yang suaminya itu kenakan. Reghata menghela nafas berat ketika sampai pada waktunya untuk membukakan celana Gavin.


"Haissh.....apa yang sedang ku pikirkan, Reghata kenapa kau memiliki pikiran yang sangat kotor...." Reghata menutup matanya.


Tangan nya gemetaran meraih resleting celana Gavin. Membukanya dengan perlahan. Menanggalkan nya hingga terluncut sampai terlepas.


Reghata pun menyelimuti tubuh Gavin menggunakan selimut tebal. Lalu menyalakan penghangat ruangan agar suaminya itu tidak kedinginan.


***


Sayup-sayup terdengar suara langkah kaki seseorang yang berjalan keluar masuk dari dalam kamar nya. Gavin mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia pun segera duduk di atas tempat tidur sambil memijit kening dan pelipis nya yang terasa penat dan sakit.


"Kau sudah bangun?" ucap seorang wanita yang suara nya sangat familiar terdengar di telinga Gavin.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Gavin sinis, seolah dia tidak suka Reghata ada disitu. Tapi sebenarnya dia sangat senang.


"Apa maksudmu?" Reghata berjalan mendekati Gavin dan duduk di pinggiran tempat tidur. "Apa kau tidak suka aku kembali kesini?" Reghata hendak beranjak pergi. Namun tangan nya di tarik oleh Gavin.


"Minumlah ini, dan jangan lupa makan juga sup rumput laut nya....aku yakin kau pasti belum makan dari siang...." Reghata menunjuk minuman herbal yang sudah dia buat dan sup rumput laut yang terletak di atas nakas sebelah tempat tidur.


Gavin diam tak menjawab. Pria itu menatap lekat wajah sang istri. Dia melihat secercah kecemasan di dalam netra coklat indah milik Reghata.


"Terima kasih untuk perhatian mu...." ucap Gavin berterima kasih. Membuat Reghata tertegun dan salah tingkah sendiri.


"Apa-apaan? Sekarang berterima kasih, apa kau tidak ingat tadi kau sedang bersama siapa disini?" Reghata menatap sinis Gavin.


Gavin menyipitkan matanya seraya mencoba mengingat kejadian tadi. "Maaf, aku tidak sadar....Lagian aku seperti ini semuanya karena kamu...." Gavin tak kalah sinis.


Reghata menatap Gavin dengan skeptis. "Kenapa karena aku?" tanya nya tidak terima.


"Jika tadi siang kamu tidak makan siang bersama 'Maniak Seks' itu dan membuat ku marah, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi...."


"Apa kau bilang? Simon bukan orang yang seperti itu...."


"Kenapa? Kau tidak terima aku mengatai nya seperti itu? Berarti benar jika kamu memiliki perasaan untuk nya..."


Gavin memalingkan wajah nya yang panas karena kesal. Ia tak mau menatap wajah Reghata. "Bukan kah aku sudah pernah bilang, jika aku tidak memiliki hubungan atau perasaan apapun terhadap nya....berhenti bertingkah seperti anak kecil..."


"Kau yang seperti anak kecil Re..." Gavin menyentil dahi Reghata. "Awwh, Gavin kamu benar-benar yah, suka banget bikin aku kesal...." Reghata meringis kesakitan.


"Keluar sana, aku mau makan...." cetus Gavin kasar.


"Yah makan saja, apa hubungan nya dengan aku?" sahut Reghata tak kalah ketus.


"Tentu saja ada hubungan nya, aku tidak bisa makan jika kamu ada disini" ucap Gavin.


Note : Jangan lupa Like☺️