
🌹POV Reghata🌹
Tak terasa satu bulan sudah berlalu. Sebentar lagi kami akan merayakan hari natal dan tahun baru bersama. Aku dan Gavin tentunya, suami yang paling aku cintai.
Aku masih mengingat dengan jelas bagaimana perjalanan kisah cinta kami yang tidak bisa ku tebak akan berakhir bahagia seperti ini.
Dia sudah sering berkata padaku jika dirinya menyukaiku. Sejak kami masih kecil. Tapi aku tidak menduga jika cinta monyet nya akan bertahan menjadi cinta yang tulus padaku.
Aku hampir menyesali telah menikahinya. Tapi aku sadar jika cinta sudah mulai singgah dihatiku. Dengan hati ikhlas aku menerima dirinya menjadi suamiku. Memberikan nya hak untuk diriku satu-satunya.
Gavin adalah suami terbaik menurutku. Bukan hanya paras nya yang menawan tapi hatinya juga sangat tulus. Dia selalu sabar menghadapi sikap dan sifatku yang tempramen. Karena itu aku sangat mencintainya. Kami berdua sudah tidak bisa dipisahkan lagi.
Sampai pada suatu hari.
Aku mendapati berat badan ku yang naik hingga lima kilo dalam satu bulan. Sontak aku sangat terkejut. Bagaimana bisa aku tidak menjaga pola makan ku. Aku makan seperti seekor **** yang kelaparan. Tidak ada yang menahan ku makan dengan pola tidak teratur itu selama sebulan belakangan ini.
Gavin? Tidak mungkin!
Dia adalah orang yang paling senang dan bahagia. Melihatku makan seperti itu. Karena dia sangat membenci postur tubuhku yang sexy dan ramping ini. Dia berkata tubuhku terlalu kurus. Aku sangat membenci kata-kata itu. Tapi aku tidak bisa marah padanya. Karena dia selalu bisa membuat hati ku luluh.
"AAAA! Hiks hiks hiks!" Aku berteriak dan menjerit.
"Ada apa Re? Kenapa kau berteriak seperti itu? Apa ada sesuatu yang terjadi?" Gavin bertanya padaku, raut wajahnya nampak cemas.
"Lihatlah! Aku naik lima kilo bulan ini! Hiks hiks! Sangat susah untuk ku mempertahankan berat badanku! Tapi sekarang malah seperti ini! Huaaa!" Aku menangis memeluk nya.
"Huft! Aku kira kau kenapa! Ternyata karena itu! Syukurlah!" Ucap nya sambil menepuk-nepuk punggung belakangku.
Aku menggerinyit dan melepaskan pelukanku. "Kau! Kenapa kau malah terlihat senang!"
"Jelaslah! Bukan kah sudah pasti aku adalah orang yang paling bahagia sayang, jika berat badan mu naik!" Dia tersenyum lebar dengan senangnya. Membuatku merasa sangat kesal.
"Kau sangat jahat Gavin! Aku tidak mau mencintaimu lagi!" Decak ku kesal, aku pun membalikan tubuhku. Membelakangi dirinya.
Tapi dia malah tertawa. "Hahaha! Silahkan, biarkan aku mendapatkan cinta dari wanita-wanita lain!"
"Kau! Awas saja jika kau berani melakukan itu! Akan ku buat wanita-wanita itu yang akan lari sendiri darimu!" Aku berbalik badan mengepalkan tanganku di depan wajahnya.
Namun tiba-tiba saja. Wajahnya memucat dan dia menjerit memegangi perutnya. Aku sangat terkejut dan panik sekali.
"Gavin? Kau kenapa?" Tanya ku cemas.
Dia tak menjawab dan langsung berlari masuk kedalam kamar mandi. Dia memuntahkan seluruh isi perutnya. Sarapan yang ia makan pagi itu semuanya keluar.
Dia menggelengkan kepalanya. Menatapku dengan wajah pucat nya. "Aku tidak tahu! Kepala ku sangat sakit!"
"Sebaiknya kita kerumah sakit hari ini! Agar kita tahu sebenarnya kau sakit apa?" Ucapku seraya membasuh kan wajahnya yang pucat dari sisa-sisa muntahan.
"Tidak Re! Aku tidak apa-apa! Mungkin ini karena cuaca dingin yang membuat perut ku kembung!" Dia menolak untuk ku bawa ke rumah sakit.
"Jangan keras kepala Vin! Aku tidak mau terjadi apa-apa padamu!"
Dia tersenyum dan mengelus pipiku. " Baiklah sayangku! Hari ini aku akan mendengarkan mu!"
Kami pun pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan Gavin. Jujur saja aku sangat mengkhawatirkan nya. Aku tidak mau terjadi hal buruk kepada suamiku itu. Dia adalah orang yang sangat penting dalam hidupku sekarang. Karena itu jika sesuatu terjadi padanya. Mungkin aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.
"Bagaimana dok! Apa suami saya baik-baik saja?" Tanya ku kepada Dokter. Ketika ia sudah selesai memeriksa Gavin.
"Nona Reghata tidak perlu khawatir! Saya yakin Tuan Gavin tidak memiliki penyakit yang serius!" Ucap dokter itu menjelaskan.
"Lihatlah! Aku tidak apa-apa sayang! Kau tak perlu khawatir!" Sahut Gavin seraya menggenggam tanganku.
"Diamlah! Biarkan aku bertanya lagi!"
"Tapi dok! Pasti ada alasan dari gejala yang dia rasakan akhir-akhir ini! Seperti tiba-tiba merasa pusing dan mual-mual, bahkan dia juga memuntahkan makanan nya!" Aku kembali bertanya pada dokter. Yah! Wajar saja aku cerewet, itu semua karena aku tidak mau dia kenapa-kenapa.
"Itu reaksi yang wajar untuk istilah 'Kehamilan Simpatik' , Tuan Gavin pasti sangat mencintai anda Nona Reghata! Karena itu dia merasakan gejala seperti itu!" Ucap Dokter.
Aku terkejut mendengarnya, begitu pula dengan Gavin. Kami berdua saling menatap dengan keheranan. Lalu kembali menatap dokter yang duduk didepan kami.
"Apa maksud anda dok? Kehamilan simpatik bagaimana maksud anda? Siapa yang hamil!" Gavin bertanya dengan serius.
"Nona Reghata! Apa anda sudah memeriksakan kandungan anda? Saya rasa anda harus segera melakukan pemeriksaan di dokter kandungan! Kabar baik pasti menunggu untuk keluarga kalian!" Ucap dokter.
Aku pun mulai teringat. Jika aku sudah terlambat datang bulan. Jantungku berdegup dengan cepat. Apakah mungkin aku sedang hamil? Aku mengandung anak Gavin? Aku sangat bahagia mendengarnya.
Sampai-sampai air mataku tidak bisa aku tahan lagi. Air mata bahagia itu sudah mengucur deras di pipiku. Gavin memelukku dengan sangat erat. Dia mengucapkan kata cinta beberapa kali. Dan menghujami ku dengan kecupan lembut.
Sangat bahagia!
Itulah kata yang cocok untuk mengekspresikan diriku saat ini. Kebahagiaan ku akan semakin terasa lengkap dengan kehadiran buah hati hasil dari cinta kami berdua. Aku sangat mencintai suamiku. Suami yang selalu bersedia mendukung, menerimaku, dan berada di sisiku selalu.
...🌹Jangan lupa like yah! Dan juga komentar bagaimana perasaan kalian mendengar kabar bahagia ini dari Reghata dan juga Gavin🌹...