
*****
POV Nathan~
Saat ini aku merasa sedikit pusing, kepalaku sangat berat rasanya. Perlahan aku membuka kedua mataku.
Begitu terkejut nya diriku saat melihat sepasang tangan melingkar dileher. Aku langsung membalik kan tubuhku.
Aku melihat Rens sedang tertidur dengan bersender dipagar balkon, sembari memeluk ku dari belakang.
Tanpa sadar senyuman terlukis diwajahku, hatiku serasa sangat adem melihat wajah nya yang sendu ketika tertidur.
Aku bisa merasakan angin begitu kencang berhembus saat ini. Aku pun melihat kearloji ku, ternyata jam sudah menunjukan pukul hampir tengah malam.
Dengan cepat aku beranjak, lalu perlahan aku menggendong tubuh mungil nya masuk kedalam apartemen.
Aku rebahkan tubuh Rens keatas ranjang dikamar. Kupandangi sejenak wajah nya yang cantik walaupun saat tertidur.
Aku menarik selimut dan menyelimuti tubuhnya dari ujung kaki sampai pada leher.
Setelah itu aku pun beranjak dan melangkah menuju kamar mandi. Aku berniat untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum kembali tidur.
.
.
.
Sembari membasahi tubuh diguyuran air hangat dari Shower, aku berusaha mengingat-ingat apa yang sudah terjadi tadi.
Aku ingat jika tadi, aku mengajak Rens untuk keruang kerjaku. Lalu aku duduk di kursi dibalik meja kerja sambil memangku dirinya.
Dari situlah aku mulai menceritakan kisahku dengan Stephanie, yang sampai akhirnya membuat diriku kembali kehilangan kendali.
Bodohnya diriku bisa kehilangan kendali untuk kedua kalinya saat bersama dengan Rens. Awalnya aku hanya ingin menjelaskan tetapi apa daya , aku menjadi hilang kendali.
Entah apa yang sudah ada difikiran Renesmee mengenai diriku. Tetapi aku yakin dia akan mengerti dengan keadaan ku saat itu.
Nyata nya saja saat aku terbangun, aku berada dipelukan nya. Sekarang aku tau penawar dari rasa sakit ku itu hanyalah dekapan nya yang hangat.....
Aku sangat bersyukur telah bertemu dengan mu Rens. Aku berjanji akan belajar mencintaimu dengan sepenuh hatiku.
Aku akan membahagia kan mu, dan menerima semua kekurangan bahkan kelebihan mu. Aku tidak akan menyia-nyiakan seseorang yang begitu spesial seperti dirimu.
****
POV Nathan~
Setelah selesai membersihkan diri Nathan pun bergegas kembali kekamar. Saat baru saja menutup pintu kamar mandi pandangan nya tertuju pada Rens yang sedang duduk diatas ranjang sembari mengucek-ucek matanya.
Nathan pun tersenyum dan berjalan mendekati nya, kini dirinya hanya ditutupi oleh baju mandi berwarna putih.
Seketika mata Rens membulat saat melihat Nathan yang tidak mengenakan apa-apa hanya baju mandi, berjalan mendekati nya.
"Berhenti...." Rens mengangkat tangan nya kedepan, mengisyarat kan Nathan untuk berhenti melangkah.
Nathan yang mendengar nya pun menghentikan langkah nya, alis nya menjungkit dan menatap Rens dengan aneh.
"Kenapa ? apa aku tidak boleh mendekatimu?" Nathan tersenyum licik, dia tahu jika saat ini Rens sedang malu.
"Bukan begitu...tapi pakai bajumu dulu sana" ucap Rens yang masih menunduk.
"Hahaha....bukan kah ini bukan pertama kalinya kau melihat tubuhku?" Nathan tertawa dengan sedikit meledek Rens.
"Pokoknya pakai baju mu dulu....jika tidak..." Rens kembali menyuruh Nathan untuk makai baju.
Nathan hanya tersenyum, dirinya semakin gemas melihat tingkah lucu Rens.
"Jika tidak apa?"
"Em...jika tidak kau dilarang tidur diatas ranjang" Rens berucap dengan gugup.
Nathan semakin memajukan langkah nya kearah Rens....
Rens makin panik dibuatnya, jantungnya berdebar sangat kuat.
"Memangnya aku pernah bilang jika aku akan tidur disini bersama mu? hahah" Nathan kembali menggoda Rens.
Rens pun terdiam, wajahnya kini menjadi makin merona merah.
"Benar juga....bukan kah dia tidak pernah mengatakan akan tidur disini bersama ku!! aaa Renesmee bodoh" gumam Rens dalam hati.
"Kenapa diam? Jangan-jangan kamu yah yang mau aku tidur disini bersama mu?" Kini jarak Nathan pada Rens hanya sekitar 2 meter.
"Berhenti......sana pakai baju dulu aku bilang"
Bugh.....
Rens melempar bantal kearah Nathan, dengan refleks Nathan pun menangkap nya. Dia benar-benar tidak percaya Rens melemparnya menggunakan bantal.
"Hahaha....dia lucu sekali!!" Bathin Nathan.
"Baiklah baik....aku pakai baju dulu!! baru kita tidur bareng yah" ucap Nathan, kemudian dia berbalik kearah lemari lalu memakai piyama tidurnya.
"Sudah ngga...." teriak Rens.
"Sudah sayang...." sahut Nathan.
Dia berputar melihat kesekeliling, ternyata Nathan sedang berada balkon. Rens pun beranjak dari ranjang.
"Apakah dia masih belum tenang?....." gumam Rens.
Rens menghampiri Nathan dibalkon, lalu dia memeluk Nathan dari belakang. Di sandarkan nya kepalanya bahu Nathan.
"Kau baik-baik saja?" Rens bertanya dengan nada cemas nya.
Nathan pun terkejut dengan yang dilakukan Rens, dia tersenyum dan menggengam tangan Rens yang melingkar didadanya.
"Aku baik-baik saja sayang..." Setelah itu dia berbalik dan menatap Rens yang hampir menangis.
"....hei kenapa kau menangis? jelek tau" Nathan mengusap kedua pipi Rens yang basah karna air mata.
"Beneran kamu udah ngga kenapa-kenapa? jangan bohong"
"Iya sayang, aku udah ngga papa kok, aku minta maaf yah udah buat kamu cemas!!" Nathan berucap sembari tersenyum kepada Rens.
"Engga....aku yang minta maaf, seharus nya aku ngga minta kamu untuk menjelaskan semuanya!! aku ngga tau kalau itu bisa membuatmu sakit" Rens merasa bersalah pada Nathan.
Nathan menggeleng dan kembali memeluk Rens dengan erat. Lalu diusap nya rambut Rens beberapa kali.
"Sudah yah...jangan nangis, lets go to sleeping!! Im really so tired sayang" Nathan menuntun Rens masuk dan kembali keranjang, sembari memeluk nya.
Malam ini mereka memutuskan untuk tidur disatu ranjang yang sama. Meskipun tidak melakukan apa-apa.
Rens berbaring menghadap kearah Nathan, begitu pun dengan Nathan yang berbaring menghadap Rens.
Mereka berdua saling menatap dalam diam.
"**Aku yakin aku pasti bisa membuatmu melupakan kenangan itu Nathan..." Bathin Rens.
"Aku berjanji, aku akan berusaha melupakan kenangan buruk itu dan membuat mu selalu bahagia kedepannya!! Renesmee" Bathin Nathan**.
Setelah puas saling menatap satu sama lain, Nathan pun mengecup kening Rens. Lalu membalik kan tubuh Rens membelakangi nya, setelah itu dia memeluk tubuh mungil istrinya tersebut dari belakang.
Tidak lama setelah mematikan lampu, mereka berdua pun tertidur dengan lelap nya. Bahkan Nathan tidak terganggu sama sekali ditidur nya kali ini. Sama seperti sebelum nya saat dirinya tidur bersama dengan Rens.
.
.
.
.
Pagi harinya.....
Rens terbangun dari tidurnya, namun saat terbangun ia kembali tidak menemukan sosok suami yang ia cintai itu disebelahnya.
Dia pun langsung beranjak dari ranjang dan berlari kearah kamar mandi namun Nathan juga tidak ada, dia pun dengan cepat berjalan keluar kamar melangkah kan kaki nya kearah dapur.
Namun sesampai nya didapur....
Nathan dan juga Kevin terkejut saat melihat Rens.
"Nathan....." Rens terhenti melihat Nathan dan juga Kevin sedang sarapan dimeja makan.
Nathan dan Kevin bersamaan menoleh kearah suara itu.
"Pagi sayang, ada apa?" Sapa Nathan dengan tersenyum.
"Em...engga apa-apa kok...hehehe lanjut sarapan nya, aku kekamar dulu" Rens pun berlari kembali kekamarnya.
"Cepat bersiap nya, aku akan antar kekampus" Nathan berteriak, mengingat kan Rens untuk cepat bersiapnya.
"Rens...malu-maluin aja!! ngga mungkin kan Nathan pergi, secara ini adalah rumahnya" Bathin Rens.
Kevin menatap sinis kearah Nathan, Nathan pun sadar akan tatapan Kevin namun dia tidak mau menggubrisnya.
"Kalian sudah baikan? kalau benar, semoga aja waras mu bertahan lama" Kevin berucap sedikit ketus.
"Apa maksudmu? sudah deh pagi-pagi aku ngga pengen berantem" Nathan membalas tatapan sinis Kevin.
"...Sebaiknya fokus pada rapat pagi ini" lanjut Nathan, dia mengalihkan pembicaraan membahas masalah pekerjaan.
"Rapat kali ini akan membahas tentang kerja sama kita dengan perusahaan Tuan Louis, mengenai investasi untuk pabrik ikan tuna kalengan mereka yang berada didaerah pinggiran pantai X" Kevin menjelaskan secara detail pada Nathan.
"Louis Wilton......baiklah jangan sampai ada yang kurang dirapat nanti!! kita harus menunjukan bagaimana kinerja perusahaan kita" ucap Nathan, sembari kembali menyantap sarapan nya.
"Pasti...." jawab Kevin.
Ditengah-tengah sarapan nya itu, tiba-tiba saja terlintas begitu saja dibenak nya tentang surat test DNA waktu itu.
"Maaf kan aku Kevin.....sekarang bukan lah saat yang tepat aku memberi tahumu, tunggulah sebentar lagi" gumam Nathan.
Mereka pun kembali menyantap sarapan masing-masing, sembari menunggu kehadiran Rens.
Bersambung besok lagi yah guys~
Jangan lupa untuk vote nya yah, biar author makin semangat....
Happy Readings, sehat selalu 🤗🤗🤗