Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~87


Mau tidak mau dia harus bersedia menggantikan pakaian basah istrinya itu dengan pakaian yang telah disiapkan. Dengan senang hati dia bersedia, begitu fikir nya.


Pertama Nathan membuka perlahan selimut yang membungkus Rens. Lalu diperhatikan nya saat ini Rens memakai kaos putih dan celana levis berwarna hitam.


" aku akan membuka baju nya lebih dulu " ucap Nathan sendiri.


Kini sudah nampak bra milik Rens yang berwarna hitam sangat serasi dengan warna kulitnya yang putih.


Deg...deg...deg


Dadanya kembali bergetar hebat, seketika matanya membulat, Nathan mencoba menelan salivanya sendiri.


Memang bukan hal baru baginya melihat tubuh wanita, bahkan bukan hanya Stephanie tetapi beberapa tahun terakhir ini Nathan selalu berganti wanita hampir setiap malam nya.


Tetapi berbeda dengan saat ini, perasaan nya berbeda dia lebih bergairah. Apa karna perasaan nya terhadap Rens sangat dalam dan tulus.


Kata orang kita bisa lebih berhasrat dan bergairah jika melakukan nya bersama dengan orang yang kita cintai. Rasa nya pasti beda.....


Tangan nya sedikit bergetar saat ingin membuka bra hitqm yang masih melekat menutupi bagian dada Rens. Kini tubuh bagian atas Rens tidak tertutup sehelai benang pun.


Nathan sedikit gelagapan, dia tidak mengerti cara memasangkan bra yang baru dikasih oleh Sheila tadi.


Jadi sebelum dirinya menjadi tak terkendali Nathan langsung memakai kan Dress tadi. Setelah itu dia mulai membuka kancing dan resleting celana jeans milik Rens yang lembab dan basah itu.


Jantungnya kembali berdetak dengan hebatnya, saat sudah mulai ditariknya hingga terbuka setengah. Nampak sangat jelas terpampang paha putih yang mulus.


Kali ini Nathan sangat susah menelan saliva nya sendiri. ditariknya full celana jeans itu sampai terlepas dari kaki Rens.


Saat ini dia seperti perjaka yang baru pertama kali nya melihat tubuh wanita. Nathan menjadi bingung dan gelagapan untuk menggantikan CD milik istrinya yang basah itu.


" Kenapa aku menjadi seperti ini sih.....tubuhnya begitu menggairahkan ku !! Nathan sadar lah ini bukan saat yang tepat..... " bathin Nathan.


Nathan menggeleng-geleng kan kepalanya. Dia pun akhirnya menemukan ide....


Diturunkan nya dress yang telah dipakai kan nya dibaguan tubuh atas Rens hingga kelutut. Lalu perlahan dia meraba masuk kedalamnya dan membuka CD tersebut tanpa dilihatnya. Setelah itu seperti tadi dia memakaikan penggantinya dengan tak melihat nya.


Setelah selesai Nathan pun menggendong tubuh Rens keatas ranjang. Pakaian yang basah dan selimut tadi dibawanya keluar dari kamar.


Saat baru saja keluar dari pintu, Nathan terkejut melihat Tara, Sheila, beserta seorang pria berpakaian dokter sedang bersdiri didepan pintu nya.


" Rina....cepat cuci dan keringkan semua pakaian milik Rens... " Tara langsung memerintahkan Rina untuk mengambil pakaian basah Rens yang kini dipegang oleh Nathan.


" Baik Tuan.... permisi " Setelah mengambil pakaian tersebut Rina pun pergi.


Tara menatap Nathan sinis, begitu pun dengan Nathan yang pura-pura tidak melihat nya.


" Mau apa kalian.... " tanya nya ketus.


" Presdir... kenal kan ini Dokter Wisnu!! beliau akan memeriksa keadaan Renesmee.


" Baiklah....tetapi saya memerlukan selimut baru " ucap Nathan.


Tara masih sinis menatap tajam, tetapi dia memerintahkan pelayan yang kain untuk memeberikan selimut baru kepada Nathan.


Nathan pun masuk terlebih dahulu, dengan cepat dia menyelimutkan tubuh Rens menggunakan selimut baru tersebut.


Tara,Sheila, dan Dokter Wisnu pun masuk kedalam, tak menunggu lama Dokter Wisnu memeriksa keadaan Rens.


" Nona Renesmee baik-baik saja, saya rasa air laut yang tertelan sudah keluar semua nya!! kini yang dibutuh kan Nona Rens hanyalah istirahat besok pasti sudah akan bisa beraktivitas lagi.... " jelas Dokter Wisnu, menjelaskan keadaan Rens.


Rens seperti memiliki dua orang suami, yang saat itu sangat sigap mendengar penjelasan dari Dokter Wisnu. Kedua pria itu sama-sama terlihat cemas dan khawatir akan keadaan nya. Yah tak lain adalah Nathan juga Tara....


" Baiklah terima lasih Dokter Wisnu....saya akan mengantar anda keluar " ucap Sheila sembari mengajak Dokter Wisnu keluar.


Setelah kepergian Sheila serta Dokter Wisnu. Taraencoba mendekat dan melihat keadaan Rens. Nathan pun yang sedang duduk dipinggiran ranjang sebelah Rens.


Dia langsung menarik selimut hingga menutupi dada milik istrinya tersebut. Dia tak mau Tara melihat jika istrinya tidak memakai bra, yang nampak terlihat jelas didress yang samar-samar itu.


Tara mengerinyitkan dahinya, disempat terkekeh melihat tingkah Nathan....


" Aku hanya ingin melihat keadaan nya..... " ucap Tara ketus.


" Aku tahu.... " jawab Nathan singkat tak kalah ketu, pandangan nya bahkan hanya tertuju pada Rens.


Nathan menoleh dengan tajam, namun Tara tetap santai tak menanggapi nya.


" Apa kau bilang ? " tanya Nathan.


" Aku bilang aku sudah sering melihat nya... " jawab Tara lagi kembali menggoda Nathan.


Nathan pun beranjak dari duduk nya dan langsung menarik kerah baju milik Tara. Mereka saling menatap dengan sengit.


Wajah Nathan memerah menahan emosi nya....


" Brengsekk..... " tangan Nathan mengepal dan langsung saja dia melayangkan tinju nya kewajah Tara.


Namun belum saja menyentuh wajah Tara, Nathan menghentikan tinjuan nya tersebut. Saat mendengar suara lirih dari Rens.


" Nathan..... " panggil Rens dengan nada lirih dan lemah.


Nathan menoleh dengan cepat, dia kembali dudum disamping Rens. Matanya berkaca, betapa bahagia nya Rens telah sadar.


Begitu pun juga dengan Tara, dia bersyukur Eens telah sadar. Meskipun sakit hatinya mendengar Rens menyebutkan nama Nathan terlebih dulu.


" Sakit sekali hatiku saat ini Rens, andai kau tahu " Bathin Tara.


" kamu tidak perlu marah, Tara hanya bercanda kepadamu " ucap Rens lagi dengan tatapan sayu dan senyuman manis nya.


" Aku tahu sayang.....aku tidak marah kok " jawab Nathan dengan membalas senyuman Rens.


" Tidak marah apanya....kau saja sempat ingin memukul ku " ucap Tara.


" Apa kau bilang ? kau mau aku benar-benar memukul mu " ucap Nathan kembali dengan tatapan tajam nya.


" Coba saja....aku akan memukul mu balik " ucap Tara menantang.


Nathan kembali beranjak ingin berdiri, namun dengan cepat Rens menangkap tangan Nathan.


" Nathan .....Tara....jangan seperti anak kecil " ucap Rens sedikit membentak.


" Sayang kamu kok buka selimut nya sih....cepat tutup "


" Rens seperti nya aku akan benar-benar mundur dan melepaskanmu, walaupun aku sedikit tak percaya kepada pria satu ini!! tapi melihat kebahagiaan mu terletak padanya, aku bisa apa aku hanya bisa mendoakan dari kejauhan .... " Bathin Tara.


Nathan sadar jika selimut Rens terbuka, dengan cepat dia kembali menutup dada istrinya itu.


Tak lama setelah perdebatan Nathan juga Tara.....


Ckleekkk......


Sheila membuka pintu dan masuk kedalam sana. Mereka semua terkejut. Nathan dan Tara langsung menoleh kearah Sheila.


Begitu pun dengan Rens dia hampir lupa jika ada Sheila. Namun saat ini dia belum siap untuk bertemu dengan Sheila.


Sheila tersenyum dan mendekat kearah mereka bertiga. Tetapi pandangan nya tertuju pada Rens yang memalingkan wajah nya kearah lain tak mau melihat nya.


" Bagaimana keadaan Rens....syukurlah jika dia telah sadar " ucap Sheila sedikit gugup.


Karna suasana nya tiba-tiba menjadi dingin. Nathan menatap kearah istri nya yang memalingkan wajah nya dengan mata berkaca.


Dia sangat tahu dengan jelas bagaimana perasaan Rens saat ini, pasti dia belum siap untuk bertemu Sheila begitu fikir Nathan....


Begitu pun dengan Tara, dia langsung mengajak Sheila keluar dari ruangan itu.


" Sepertinya Rens memerlukan waktu untuk istirahat sebaiknya kita keluar saja ...... ayo " Tara kembali menarik tangan Sheila dan membawa nya keluar.


" Tapi aku belum..... " Sheila merasa aneh dia baru saja masuk sudah diajak keluar lagi.


Padahal dia juga sangat mencemaskan keadaan Rens. Tapi tenaganya tak sekuat Tara, alhasil dia terpaksa mengikuti Tara keluar....


...****************...


Thankyou๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š Happy Reading...๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š