Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
94.


Di sekolah petarung kota Padang Selatan, Adelia merasa aneh karena biasanya Desmon terus memanggilnya ke kediamannya setiap hari, Tetapi hari ini pria itu tidak memanggilnya jadi dia tidak bisa menahan diri untuk tetap diam di kamarnya.


Oleh sebab itu, ketika malam-malam, dia meninggalkan asrama dan pergi ke kediaman Desmon lalu melihat tempat itu sangat sunyi seperti tidak berpenghuni.


Perempuan itu kemudian berjalan-jalan agak lama dan akhirnya menemukan seorang pelayan yang terburu-buru berlari.


"Pemisi," ucap Adelia langsung menghentikan langkah pelayan itu Dan pelayan begitu terkejut melihat Adelia yang datang ke tempat itu dengan pakaian serba merah.


"Astaga Nona, Ayo cepat ikuti saya," ucap sang pelayan langsung menarik Adelia ke dalam salah satu ruangan, lalu dia mencarikan pakaian yang cocok untuk Adelia dan memberikan sebuah pakaian dengan warna serba putih.


"Saat ini Tuan sedang dalam keadaan berduka, jadi dia akan marah kalau melihat Nona menggunakan pakaian seperti itu." Ucap sang pelayan menyerahkan sebuah gaun berwarna putih langsung membuat Adelia sangat penasaran dengan hal yang membuat Desmond berduka.


Sang pelayan kemudian membantu Adelia berganti pakaian, lalu pelayan itu kemudian mengantar Adelia ke sebuah Aula yang hendak didatangi oleh pelayan itu untuk memberi penghormatan pada almarhumah Ibu Tuan mereka.


Begitu masuk ke dalam Aula, Adelia langsung melihat seluruh orang di kediaman Desmond memang telah dikumpulkan di sana dan memberi penghormatan pada seorang perempuan yang terletak di dalam peti transparan.


Desmon yang terdiri di samping peti kemudian mengangkat wajahnya dan melihat Adelia yang kini berdiam diri di sebuah tempat.


Pria itu tidak ingin kesedihannya terlihat oleh perempuan yang ia cintai, jadi dia langsung berjalan pergi meninggalkan ruangan itu dan membiarkan semua orang tetap memberi penghormatan.


'Siapa perempuan dalam peti itu?' ucap Adelia yang merasa sangat penasaran karena ketika dia melihat perempuan yang ada di peti, terlihat sekali bahwa perempuan itu masih sangat muda dan Adelia memperkirakan bahwa perempuan itu seumuran dengan Desmond.


'Jangan-jangan itu adalah istrinya yang telah meninggal?' ucap Adelia dalam hati yang benar-benar tak percaya dengan apa yang ia pikirkan.


Setelah memberi penghormatan, maka satu persatu pelayan kemudian keluar dari tempat itu hanya meninggalkan beberapa pelayan senior saja yang kemudian membereskan tempat tersebut tanpa memperdulikan Adelia yang terus berdiri di tempatnya.


Setelah beberapa saat, Adelia melangkah ke arah peti dan melihat perempuan yang tampak cantik di dalam peti itu, namun ketika dia memperhatikan seluruh bagian tubuh Perempuan itu dia melihat bahwa kuku tangan dan kuku kakinya memiliki garis hitam yang menandakan bahwa perempuan itu mati keracunan.


'Bagaimana bisa perempuan yang sangat dilindungi oleh Desmond malah mati keracunan?' ucap perempuan itu memperhatikan perempuan cantik di dalam peti mati itu.


"Siapa perempuan ini?" Tanya Adelia yang merasa sangat penasaran dan jantungnya berdegup amat kencang karena dia begitu takut bahwa sebenarnya Desmon sudah memiliki seorang perempuan yang mengisi hatinya.


Meskipun perempuan itu telah meninggal, tapi bukan berarti bahwa Desmon akan berhenti mencintainya.


Jadi tanpa sadar dalam hatinya Adelia merasa ketakutan bahwa dia akan memiliki seorang saingan untuk mendapatkan hati pria itu.


Tetapi hatinya menjadi lega ketika dia mendengar ucapan sang pelayan.


"Ini adalah selir Ananiah, dia adalah ibu kandung Tuan Muda." Jawab sang pelayan itu kemudian menutupi peti dengan kain putih yang telah Ia bawa.


Setelah semua pelayan membersihkan tempat itu maka mereka semua pergi dan meninggalkan Adelia sendirian memandangi wajah perempuan di dalam peti yang sengaja tidak ditutup sampai ke wajahnya.


'Perempuan ini adalah ibunya, tapi kenapa terlihat begitu muda?' ucap Adelia dalam hati yang merasa sangat aneh dan belum pernah melihat kejadian seperti itu di Benua Padang Utara.


Setelah beberapa lama terus berdiri memandanginya, Adelia terkejut dengan suara langkah kaki dari belakangnya jadi dia berbalik dan ternyata orang yang datang ialah Desmond.


Tampak sekali wajah pria itu berusaha menyembunyikan kesedihannya, tetapi karena Adelia adalah orang yang cerdas jadi dia bisa membacanya.


"Kau tidak perlu berpura-pura tegar di hadapanku," kata Adelia langsung mendekati pria itu dan memeluknya dengan hangat berusaha menenangkan pria itu agar perasaannya menjadi lebih baik.


Desmond yang merasakan itu kemudian membalas pelukan Adelia dengan hangat dan hatinya yang kacau kemudian menjadi lebih tenang.


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.