Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
41.


Sang nelayan dengan tubuh gemetar langsung merogoh sakunya untuk mendapatkan kantong uang miliknya.


Tapi dia belum mengambil kantong uang itu ketika putranya langsung menghentikan tangannya, "jangan ayah!!! Jangan berikan!!!" Teriak pria muda itu yang tak rela jika uang hasil kerja keras ayahnya malah diberikan pada orang-orang serakah dan sombong di depan mereka.


"Tidak apa, lebih baik memberikannya daripada nanti mereka menghalangi kita hingga kita tidak bisa lagi mencari makan!!!" Ucapkan nelayan yang tidak mau Jika saja dia dan putranya terluka hanya karena uang senilai 250 perak.


"Ha ha ha..." Tiba-tiba suara tawa dari preman di depan mereka terdengar, "anak muda yang tidak tahu kemampuan!!! Sudah baik masih ada orang tua yang mengingatkannya untuk mengambil pilihan yang benar sekarang masih terus berkeras kepala!!!


"Cepat serahkan uang kalian atau hari ini menjadi hari terakhir kalian berada di dunia ini!!!" Bentak pria itu langsung membuat sang nelayan akhirnya menarik kantong uangnya dan mengulurkannya pada pria di depan mereka.


Sang pria langsung tertawa senang dan mengeluarkan tangannya untuk mengambil uang itu, "Ha ha ha... Bagus sekal--"


"Uang ini tidak ada sedikitpun didapat dari keringat kalian, jadi sepeser pun tidak akan diberikan pada kalian!!!" Ucap Adelia yang menahan tangan sang nelayan agar tidak memberikan uang di tangannya pada bedebah di depan mereka.


Maka pada saat itu semua orang mengadukan pandangannya pada Adelia satu-satunya gadis cantik yang sempat terlihat di desa mereka.


"Gadis cantik,, awalnya aku ingin membiarkan engkau, tapi karena sekarang kau sudah ikut campur maka selain kami akan mengambil uang itu maka kami juga akan mengambilmu untuk menjadi istri dari tuan kami!!!" Ucap pria bertubuh besar sembari memandangi Adelia dengan senang.


Gadis cantik di setiap desa maritan harus menjadi milik tuan Galinea!!!!


"Heh!!" Adelia tersenyum miring, "cobalah kalau kau bisa melakukannya!!!" Ucap Adelia dengan suara mengejek langsung membuat pria di depan Adelia menjadi begitu marah dengan sikap sombong Adelia.


Jadi pria itu menggerakkan giginya dan berjalan untuk menyerang Adelia.


Hal tersebut sudah diduga oleh Adelia, jadi dengan satu gerakan tangannya ia memutar tubuh pria itu dan tangan yang lainnya menarik sebuah belati dari balik pakaiannya.


Set!!!


Belati itu langsung berhenti di leher pria itu dan menggores sedikit kulitnya hingga mengeluarkan darah.


Semua orang sangat terkejut dengan kejadian itu, bahkan sang nelayan dan putranya langsung mundur ke belakang dengan tubuh gemetar mereka.


Adelia tersenyum miring melihat semua orang yang kini ketakutan, "sedikit saja bergerak maka aku yakin darah yang akan keluar dari lehermu bukan hanya sedikit tetapi akan kubuat menjadi satu ember!!!" Ancam Adelia langsung membuat pria yang ditahan oleh Adelia langsung mengepal kuat-kuat tangannya.


Sebenarnya dia hendak menggunakan kekuatannya untuk lepas dari Adelia tapi entah kenapa, setiap kali dia berusaha untuk melawan gadis kecil itu dia tidak bisa melakukannya karena tubuhnya seperti terkunci oleh sesuatu.


"Tuan,, apa yang harus kami lakukan?"


"Tuan?"


Semua orang berada dalam ketakutan Mereka takut bila pria yang sedang disandar itu sekali saja tertebas lehernya oleh pisau yang ada di tangan Adelia.


Tapi haruskah mereka tetap diam menatap pemimpin mereka kini disandera?