Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
204.


Maka akhirnya, Adelia tidak bersikeras lagi untuk mencegah pria itu pergi. Keduanya berjalan beriringan sambil berbincang-bincang sampai akhirnya mereka tiba di sebuah kediaman.


"Menurut ucapan Karina yang pernah menceritakan letak kediamannya, maka ini adalah kediamannya." Ucap ozon.


"Kalau begitu, ayo kita masuk," ucap Adelia lalu melangkahkan kakinya untuk mengetuk gerbang rumah tersebut.


🏜️🏜️🏜️


Tok tok tok...


Ketukan pintu didengar oleh pelayan dalam rumah, lalu pelayan itu kemudian keluar membuka pintu dan melihat dua orang asing di depan pagar.


"Apakah ini rumah Karina yang bersekolah di sekolah petarung kota Padang Selatan?" Tanya Ozon pada pelayan yang keluar itu.


"Ahh,, bukan ini rumahnya, tapi rumahnya adalah yang sebelah sana," ucap pelayan yang mengenali Karina hingga membuat Adelia dan Ozon menatap ke arah rumah yang ditunjuk oleh pelayan itu.


"Ahh,, baiklah, terima kasih dan Maaf sudah mengganggu," ucap Ozon dengan sopan lalu dia dan Adelia kemudian pergi ke rumah yang ditunjuk yang mana rumah itu lebih kecil dari yang sebelumnya.


Tok tok tok...


Kali ini, Ozon lah yang mengetuk pintu kayu yang digunakan untuk memagari rumah itu, lalu kemudian terdengar suara langkah kaki yang berlari dari dalam rumah.


Greettt.....


Pintu kemudian dibuka oleh seseorang dan betapa terkejutnya Karina ketika dia melihat dua orang yang ternyata berada di depan rumahnya.


"Hai," ucap Ozon sambil melemparkan senyuman pada perempuan yang membuka pintu rumah, namun dia terkejut ketika Karina bukannya menjawab sapaannya, namun perempuan itu langsung menutup pintu dan terdengar suara pintu yang dikunci.


Setelah itu, mereka mendengarkan suara langkah kaki menjauhi pintu dan suara pintu dalam yang ditutup dengan keras.


Mendengar itu, maka Ozon langsung menatap Adelia, "Sepertinya dia perlu waktu yang lebih lama untuk menenangkan hatinya. Bagaimana kalau kita berbicara lagi dengannya setelah hari libur selesai?" Ucap Ozon yang jelas tahu bahwa mereka tidak mungkin terus berada di situ untuk menunggu.


"Ahh,, aku tidak bisa melakukan itu, karena lingkungan ini terkenal tidak aman jika kita sendirian saja berada di luar rumah. Jadi aku akan menemanimu di sini." Ucap Ozon yang tidak bisa meninggalkan perempuan itu sendirian.


Melihat Ozon yang sudah mengambil posisi terbaik untuk menunggu, maka Adelia hanya bisa menghela nafas lalu perempuan itu berkata, "kalau begitu kita pergi saja."


Setelah berbicara, Adelia mengeluarkan kotak yang hendak diberikan pada Karina lalu dia kemudian meletakkannya di bagian atas pagar sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.


Ketika sudah berpisah dengan Ozon, Karina membeli sebuah kuda untuk ia tumpangi kembali ke desanya, karena dia tahu jika dia terus berjalan kaki maka dia pasti akan tiba kemalaman dan mungkin saja dia tidak akan menghafal jalan lagi jika gelap Sudah menghampiri bumi.


Maka dengan menunggangi kudanya, Dia kemudian pergi kembali ke desa maritan tetapi di tengah perjalanan dia melihat sekelompok perampok yang berdiri di pohon di mana terakhir kali dia ditawan oleh perampok itu.


"Jangan-jangan mereka adalah orang yang sama?" Ucap Adelia menghentikan kudanya di kejauhan lalu dia mengikat kuda itu pada sebuah batang pohon dan kemudian dia berjalan sendirian untuk memastikan identitas orang-orang yang ada di sana.


Terus mendekat, Adelia Akhirnya bisa mendengar percakapan mereka yang tak dipelankan.


"Kau yakin perempuan itu akan lewat di sini?" Tanya salah seorang yang mana pria itu sudah bosan menunggu karena sudah berapa hari berturut-turut mereka berada di situ.


Tetapi tidak ada satupun tanda-tanda adanya orang yang lewat di tempat itu selain kereta yang membawa barang dan yang pergi mengambil barang ke desa maritan.


"Jangan khawatir, dia pasti akan lewat di sini, kita hanya perlu menunggu." Ucap sala seorang pria yang mana Adelia mengenali pria itu sebagai salah satu pria yang berasal dari desa perampok.


Maka Adelia menghela nafas lalu dia kembali mengambil kudanya dan menunggangi kuda mendekati para perampok itu.


Para perampok sangat terkejut melihat kehadiran Adelia dan mereka bisa mengenali perempuan itu dengan sangat jelas.


"Ahh,, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga!!" Ucap salah seorang yang mana semuanya langsung mengelilingi Adelia yang kini menghentikan kudanya, sebab Adelia berniat memberi pelajaran pada semua orang-orang itu sebelum dia melanjutkan perjalanannya.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️