
Setelah kemenangan Adelia, maka perisai pelindung area pertarungan langsung dihilangkan oleh penjaga arena pertarungan, lalu Adelia segera keluar dari tempat itu meninggalkan perempuan yang telah runtuh di dalam area pertarungan.
"Junior Adelia hebat!!"
"Adelia pemenangnya!!!"
"Aku mencintaimu murid baru!!!"
"Jadilah kekasihku wahai murid cantik yang hebat!!!"
Sorak-sorak para senior melambaikan tangan mereka ke arah Adelia yang berjalan keluar langsung memenuhi Aula bertarung membuat suara kegaduhan itu terdengar sampai keluar aula.
"Ukhh,,,," Agatha membuka matanya sembari menyerah darah yang keluar dari mulutnya.
Perempuan itu menggerakkan giginya mendengar sorak-sorakan orang-orang yang ada di situ, karena dia benar-benar tak percaya bahwa dia akan dipermalukan seperti itu oleh perempuan yang lebih rendah darinya.
"Perempuan sialan, lihat saja nanti aku akan membalaskan rasa maluku pada hari ini!!!" Ucap perempuan itu dengan mata sayup memandangi kepergian Adelia meninggalkan arena pertarungan.
Sorak-sorakan dari semua orang masih menggema tetapi perempuan itu sudah tidak sanggup lagi mendengarkannya dan dia menutup matanya dan membiarkan tidur mengambil alih dirinya.
Salman yang melihat keadaan adiknya berusaha mengumpulkan semua kekuatannya yang masih tersisa lalu pria itu langsung melompat ke dalam area pertarungan dan membawa adiknya pergi sembari menahan rasa malunya.
Terlalu malu bagi keluarga mereka yang dikalahkan oleh seorang perempuan yang memiliki tingkat kekuatan lebih rendah dari mereka.
Sementara Adelia, perempuan itu menghampiri Karina yang pingsan di kursinya.
"Hah,,, dia pingsan karena melihat kekuatanku yang begitu hebat atau dia pingsan karena berpikir akun akan dikalahkan oleh ulat bekicot itu?" Ucap Adelia menghela nafas memandangi Karina yang pingsan di tempat duduknya.
Maka Adelia berpikir bahwa dia harus membopong perempuan itu kembali ke kamar, tetapi sebelum menaikkan perempuan itu ke punggungnya, Adelia terlebih dahulu duduk di samping Karina sembari melihat ke arah langit yang telah gelap.
'Aku harus menemui Desmond pada pukul 08.00 malam, Tapi kalau aku menunggu perempuan ini bangun, maka aku tidak akan bisa menemui pria itu tepat waktu.' ucap Adelia menghela nafas jadi dia langsung membawa Karina ke punggungnya lalu menggendong perempuan itu kembali ke asrama mereka.
Dalam perjalanan ke asrama, banyak orang berbisik-bisik melihat Adelia dan Karina, karena mereka semua sudah menyaksikan kemampuan Adelia yang begitu mengesankan.
"Iya, aku menyaksikan kehebatannya hanya menggunakan dua jari untuk mengalahkan naga emas milik Agatha."
"Hah,, selain kekuatannya yang begitu hebat, dia juga memiliki paras yang cantik. Aku rasa aku dia akan segera dikibarkan sebagai murid baru tercantik di angkatan mereka bahkan mungkin saja bisa menjadi murid tercantik di sekolah kita."
Adelia mendengarkan bisik-bisik itu kau mati tapi dia hanya melangkahkan kakinya mengabaikan bisik-bisikan itu.
Tiba-tiba seorang pria datang menghampiri Adelia dengan wajah yang begitu bersemangat.
"Hei, Apa kau mau dibantu?" Tanya pria itu langsung membuat Adelia menyipitkan matanya menatap pria yang sok kenal di depannya.
Tapi karena dia tidak mengenalinya maka Adelia hanya melangkahi pria itu karena tidak mau berbicara dengan orang asing.
Tapi pria itu tak mau diabaikan begitu saja, jadi dia mengejar Adelia sambil berkata, "Apa kau masih ingat padaku?"
Pertanyaan pria itu tak digubris oleh Adelia, jadi pria itu langsung berkata, "namaku Ozon, Aku adalah pria yang kemarin menarik tanganmu saat kita disuruh pindah barisan karena kau sedang melamun. Apa sekarang kau ingat?"
Adelia yang mendengarkan itu kembali mengingat ketika dia yang sedang merasa bosan mendengar pidato lalu ditarik oleh seorang pria karena tidak mendengar arahan dari kepala sekolah.
Jadi perempuan itu menghentikan langkahnya dan menatap Ozon, "aku sudah tahu. Jadi sekarang tinggalkan aku karena aku sedang tidak ingin berbicara dengan siapapun!!!" Ucap Adelia yang merasa kesal pada pria itu.
Seandainya dia tidak menariknya, maka saat itu dia tidak akan mendapat tatapan tajam dari Desmon.
Tidak akan membuat Desmond terus menatapnya di sela-sela pidatonya hingga membuatnya bertengkar dengan Agatha.
"Oh,, Baiklah, tapi kita akan bertemu lagi ya!!" Ucap Ozon sembari melemparkan senyumnya ke arah perempuan yang terus berjalan sembari menggendong Karina di punggungnya.
'Ah,, sial!! Meski Karina ini tidak berat, tapi ini cukup menyebalkan karena Ini pertama kalinya aku membawa seseorang di punggungku setelah kehidupan keduaku. Padahal aku sudah berpikir bahwa di kehidupan keduaku ini aku akan hidup dengan lebih tenang, tidak Lagi mengurus banyak prajuritku yang selalu saja merepotkanku.' pikir Adelia dalam hati sembari terus melangkahkan kakinya hingga Dia tiba di kamar mereka dan membaringkan Karina di tempat tidurnya.
Setelah selesai, Adelia kembali mengganti pakaiannya, lalu perempuan itu menatap Karina yang masih pingsan di atas tempat tidur.
"Aku pergi dulu!" Ucap Adelia lalu dia berlalu meninggalkan Karina untuk menemui Desmond.