Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
233.


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Adelia diizinkan untuk masuk, lalu Adelia diantar menuju sebuah kediaman yang ditempati oleh kedua orang tua Adelia dan juga serial Anania yang datang dari kerajaan Selatan.


"Ibu!!" Ucap Adelia merasa sangat senang melihat Merinika yang langsung menyambutnya di depan kediaman.


Kedua perempuan itu langsung berpelukan bersama, lalu Adelia juga memeluk ayahnya dan selir Anania yang telah menunggunya.


"Untunglah kau bisa menyusul dengan selamat,, tapi di mana Desmon?" Tanya selir Anania yang mana saat itu dia sangat khawatir terhadap putranya yang entah berada di sana.


Adelia menghembuskan nafasnya dengan panjang lalu berkata, "dia masih tinggal di sekolah petarung kota Padang Selatan, karena dia masih harus melindungi semua guru besar dan murid-murid yang ada di sana. Tapi sekarang keadaan di benua Padang Selatan telah menjadi sangat kacau, bahkan ibukota telah dibakar sampai habis dan tempat itu sudah tidak bisa lagi untuk dihuni karena racun bertebaran di mana-mana."


Ucapan Adelia benar-benar membuat terkejut Ketiga orang yang ada di sana, karena tak menyangka bahwa ternyata benua Padang Selatan kini telah menjadi tempat yang sangat berbahaya untuk dikunjungi.


"Lalu apa yang harus dilakukan sekarang?" Tanya selir Anania yang saat itu dia kebingungan, karena tentunya dia benar-benar harus memastikan bahwa putranya berhasil selamat dan mereka masih bisa bertemu kembali.


"Itulah maksud kedatanganku kemari, sekarang aku akan membersihkan diri dan pergi menemui Raja untuk menceritakan apa yang telah terjadi di benua Padang Selatan," ucap Adelia yang saat itu sebenarnya sudah menduga bahwa mungkin saja orang-orang dari kerajaan barat sudah mengetahui tentang hal itu.


Tiga orang yang bersama dengan Adelia langsung menganggukkan kepala mereka lalu Adelia kemudian diantar oleh salah seorang pelayan menuju sebuah tempat untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


Setelah mengganti pakaian dengan pakaian yang lebih layak, maka Adelia kemudian berpamit pada Ketiga orang tuanya lalu perempuan itu meminta seorang pelayan untuk mengantarnya menuju istana Raja.


'Aku akan bertemu dengan pamanku sendiri, aku juga akan memastikan Apakah dia benar-benar pewaris yang sesungguhnya ataukah tidak,' ucap Adelia dalam hati sembari mengingat apa yang dikatakan Desmond padanya.


Meski Dia sangat mempercayai Semua ucap Desmon, tetapi perempuan itu juga masih ingin membuktikannya secara pribadi.


Namun, beberapa saat seorang pengawal Raja kemudian menghampiri Adelia, "Maaf sekali Nona, tetapi Raja tidak ingin bertemu dengan siapa-siapa karena saat ini Raja sedang sibuk. Silakan kembali dan datang lagi lain kali," ucap sang pengawal yang berdiri di depan Adelia.


"Aku datang kemari karena situasi yang sangat darurat, katakan padanya bahwa aku membawa informasi dari benua Padang Selatan yang mana informasi ini benar-benar penting dan harus didengarkan oleh raja Banua Padang barat." Ucap Adelia langsung membuat sang pengawal mengerutkan keningnya, karena tentunya dia tidak bisa sembarangan menyampaikan apapun kepada raja, sebab Raja adalah orang yang sibuk, jadi tidak punya waktu hanya untuk sebuah informasi yang tidak penting.


Adelia yang melihat perubahan raut wajah pengawal yang ada di depannya kemudian menghembuskan nafas dengan kasar sambil berkata, "telah terjadi kerusuhan di benua Padang Selatan dan saat ini iblis telah dibangkitkan, kalau benua Padang barat tidak menutup seluruh akses masuk, maka benua Padang barat juga akan dikuasai oleh iblis iblis itu dan tidak akan ada lagi--"


"Apa katamu?!!" Sela seorang pria yang muncul dari dalam istana yang dilihat Adelia dari pakaian dan penampilannya bahwa pria itu kemungkinan besar ialah Raja benua Padang barat.


Maka Adelia sedikit menundukan kepalanya, lalu dia kemudian kembali mengangkat kepalanya dan berkata, "saya benar-benar datang untuk menyampaikan informasi penting terhadap raja. Saat ini benua Padang Selatan telah dikuasai oleh iblis yang dibangkitkan oleh pria bernama sarome."


Sang raja yang mendengar nama Sarome sangat terkejut, lalu dia kemudian berkata, "cepat masuklah!!!"


Melihat itu, maka Adelia langsung berjalan mengikuti Raja memasuki istana milik Raja, lalu dia kemudian berdiri di depan raja yang kini duduk di kursi kebesarannya.


"Tadi kau bilang Sarome?" tanya sang raja yang mana pria itu juga mengenal Sarome.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️