
"Aku berencana membuka petinya hari ini, tapi pendeta dari kuil belum datang Jadi aku sedang menunggunya." Ucap Desmond dengan suara yang tenang menatap wajah ibunya yang masih tampak terlihat segar.
"Ahh baguslah, dia benar-benar harus diperiksa, karena ini adalah fenomena aneh yang seharusnya tidak terjadi pada orang yang telah meninggal." Ucap Adelia.
🏵️🏵️🏵️
"Hm,, Ayo kita bicara di luar." Ucap Desmond langsung diangguki oleh Adelia, lalu kedua orang itu segera keluar dari sana dan mereka kemudian berakhir di sebuah taman bunga, yang mana di taman itu telah dinyalakan beberapa obor yang memberikan penerangan terhadap mereka.
"Ada apa kau datang?" Tanya Desmon ketika mereka agak lama terdiam.
"Itu,, bolehkah aku meminjam salah satu tempat di rumahmu? Aku ingin menyimpan sesuatu di sana, karena aku tidak punya tempat di sekolah untuk menyimpannya." Ucap Adelia langsung menghentikan langkah Desmond lalu dia berbalik menatap perempuan di depannya.
"Kau boleh mengambil sebanyak apapun, aku akan memberitahukan pada Venom agar dia mengaturnya. Kalau kau membutuhkan sesuatu yang lain Kau bisa mengatakannya pada Venom karena beberapa waktu ke depan aku mungkin akan sibuk mengurusi persoalan ibuku." Ucap Desmond langsung diangguki oleh Adelia.
"Baiklah, kalau kau membutuhkan bantuan tolong katakan juga padaku." Ucap Adelia kemudian diangguki oleh Desmond lalu kedua orang itu berpisah.
Adelia langsung bergegas pergi ke depan asramanya dan melihat Ozon dan juga Karina sudah berdiri di sana sembari berbincang-bincang yang mana wajah Karina tampak sangat cemas.
"Kalian sudah datang, kita akan memulainya sebentar lagi." Ucap Adelia langsung membuat Ozon dan Karina menatap perempuan itu dengan tatapan penuh tanya sebab mereka perlu penjelasan yang lebih rinci tentang apa yang mereka lakukan sebelum mereka bertindak.
"Rute ini adalah rute tercepatnya jadi kita akan lewat di sini, dan karena kita ada tiga maka kita akan bolak-balik sebanyak 2 kali. Masing-masing orang akan membawa dua anak setiap kali pergi.
"Untuk perjalanan ke sana membutuhkan waktu sekitar 5 menit sehingga pulang perginya membutuhkan 10 menit, oleh sebab itu kita akan menggunakan 20 menit untuk menyelesaikan semuanya, tidak dihitung dengan perjalanan kita ke gudang itu." Ucap Adelia menjelaskan lalu dia menatap dua orang di depannya yang masih tampak bingung.
"Itu, apakah kau mengatakan bahwa kita akan membawa anak?" Tanya Karina yang merasa aneh bahwa di dalam gudang sekolah mereka terdapat anak, dan lagi, terdapat 12 anak di dalam gudang sekolah mereka?
"Iya, setelah anak-anak diamankan maka kalian bisa kembali ke asrama sementara aku akan kembali ke gudang dan melakukan sisanya." Ucap Adelia lalu dia menghapus gambar yang ia buat di tanah menggunakan kaki kanannya agar tidak meninggalkan jejak.
"Itu,, aku sedikit ragu untuk melakukan ini, dan--"
"Kalau kau ragu kau bisa mengatakannya sekarang biar aku dan Ozon yang pergi." Ucap Adelia langsung membuat Karina kini merasa tidak enak lalu dia menatap Ozon yang mana pria itu tampak biasa-biasa saja.
"Itu,, kalau begitu aku akan tetap pergi bersama kalian. Tapi kau harus janji kalau setelah semuanya selesai kau harus pulang ke asrama dan berpura-pura seperti tidak ada yang terjadi." Ucap Karina langsung dianggap oleh Adelia maka mereka menunggu beberapa saat lagi sampai akhirnya malam benar-benar gelap lalu Ketiga orang itu kemudian bergegas ke gudang yang telah dilihat oleh Adelia.
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.