
"Untungnya guru besar Beloma belum meninggal." Ucap Desmond langsung membuat Adelia berlari ke atas.
"Kita harus memastikannya agar dia tetap hidup!!!" Ucap Adelia yang begitu takut kalau saja di tubuh pria itu tertanam sebuah mantra yang akan membunuhnya begitu kedok mereka terbongkar.
Desmon langsung mengikuti Adelia hingga mereka tiba di atas, dan tempat ketika mereka tiba tubuh guru besar Beloma sudah meledak dan menyisakan sebuah mantra kuno yang sepertinya pernah ditelan oleh pria itu.
Adelia dan Desmon, beserta Venom dan beberapa orang yang melihat itu sangat terkejut dan tak menyangka bahwa tubuh pria itu benar-benar akan meledak seperti bom.
... * * * ...
"Kita terlambat," ucap Adelia sembari menghela nafas melihat tubuh guru besar beloma yang telah hancur berkeping-keping dan hanya meninggalkan selembar kertas mantra kuno yang ada di tubuhnya.
Saat itu, Venom yang melihatnya langsung mendekati arah tubuh itu dan dia hendak mengambil sementara itu ketika Adelia mencegahnya.
"Jangan sentuh!!!" Ucap Adelia langsung membuat Venom berdiri kaku di tempatnya lalu beberapa saat kemudian pria itu menarik tangannya dan mundur beberapa langkah.
Bagaimanapun, selama beberapa saat terakhir ada banyak kejadian-kejadian tak terduga yang terjadi, jadi dia takut kalau mungkin dia bertindak gegabah lagi maka bukan hanya dia akan terluka, tetapi nyawanya mungkin akan melayang.
"Ada apa?" Tanya kepala sekolah sembari melihat Adelia sebab pria itu berpikir mungkin saja perempuan itu memiliki sesuatu yang belum ia ketahui.
"Aku tidak tahu, tetapi seseorang dari benua Padang Selatan pernah mengatakan bahwa mantra kuno yang sudah digunakan biasanya tidak bisa disentuh oleh sembarang orang." Ucap Adelia sembari menghela nafas lalu perempuan itu kembali ke ruang bawah tanah.
Desmon melihat itu kemudian menatap Venom sambil berkata, "jaga tempat ini jangan sampai ada orang yang berani memasukinya, kalau ada, langsung habisi saja mereka!!!"
"Baik Tuan," jawab Venom lalu memberi perintah pada semua bawahannya agar mereka memperketat penjagaan.
Sementara Desmon, pria itu langsung mengikuti Adelia yang masuk ke ruang bawah tanah dan dia mendengar perempuan itu berkata, "kita sudah tidak memiliki orang untuk mengungkapkan kebenaran dari tempat ini.
Desmon yang mendengar itu langsung mengganggukan kepalanya, "pendeta dari kuil baru saja memeriksa Ibuku dan mengatakan bahwa ia sebenarnya Ibuku belum meninggal. Tetapi dia sengaja dibuat seperti meninggal karena ada sesuatu yang tersembunyi di sana." ucap Desmond langsung membuat Adelia menghentikan langkahnya lalu perempuan itu baru balik menatap kepala sekolahnya.
"Tadi ketika aku bersembunyi di tempat ini aku sempat mendengar guru besar Beloma mengungkit Ratu, jadi aku berpikir bahwa mungkin saja kematian Selir Ananiah berhubungan dengan Ratu.
"Kalau aku mendengar cerita tentang selir Anania yang menjadi selir kesukaan raja dan juga dimanjakan seperti Ratu, maka aku bisa menduga bahwa sebenarnya Ratu memiliki sifat cemburu terhadap selir hingga dia melakukan semua itu pada selir Ananiah."
Ucapan Adelia sangat mengejutkan Desmon hingga pria itu terpaku di tempatnya dengan tangan terkepal erat, karena tidak menyangka bahwa ternyata segala sesuatu yang terjadi di tempat itu berhubungan dengan Ratu.
Melihat pria di depannya tampak terkejut, maka Adelia kembali berkata, "tapi jika Ratu hanya merasa iri pada selir Ananiah maka dia tidak mungkin menyiapkan semua ini, Bahkan mereka menculik anak berusia 4 sampai 5 tahun untuk diambil darahnya demi sebuah ritual. Kalau aku melihat semua mayat-mayat yang dikurung di sini mungkin saja mereka sebenarnya dipersiapkan untuk pemberontakan."
"Itu,, apa yang kau maksud dengan darah anak-anak berusia 4 sampai 5 tahun?" Tanya Desmon.
"Dua hari yang lalu ketika aku meminta sebuah tempat di kediamanmu, aku pergi menyelamatkan anak-anak perempuan berusia 4 sampai 5 tahun yang dikurung di gudang milik guru besar beloma. Aku membawa mereka kekediamanmu lalu datang ke tempat ini dan mendengar bahwa ternyata darah anak-anak itu hendak digunakan untuk sebuah ritual." Jawab Adelia.
"Apa?!" Desmond merasa agak lemas mendengar hal itu, yang artinya bahwa sekolah petarung kota Padang Selatan yang awalnya ia bangun dengan niat yang baik ternyata sudah salah digunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab yang berada di tempat itu.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....