
Adelia pun yang mendapat kekuatan dari Desmond merasa menjadi lebih baik lagi mengendalikan dirinya, hingga dia akhirnya berhasil menggerakkan kekuatannya menutupi mantra dalam tubuh selir Ananiah, lalu perlahan-lahan dia mengambil mantra itu dan Akhirnya dia berhasil mengeluarkan mantra itu.
Tetapi sayang sekali ketika kertas mantra itu keluar dari tubuh selir Ananiah, Adelia merasakan terjadinya perubahan drastis dalam tubuh selir Anania yang disebabkan oleh sisa-sisa racun yang masih ada di dalam, maka mau tidak mau Adelia kemudian melukai dirinya sendiri dan memberikan darahnya untuk selir Ananiah.
🔥🔥🔥
Tepat sekali, darah itu menetralisir semua racun dalam tubuh selir Anania dan Adelia merasakan bahwa tubuh selir Anania telah bersih dari racun. Tetapi dia menyadari bahwa degup jantung perempuan itu melemah, jadi Adelia berusaha ku kuat untuk mempertahankan selir ananiah hingga akhirnya kekuatannya dan kekuatan Desmon benar-benar terkuras karena tentunya tak mudah untuk menyelamatkan orang yang sebenarnya hendak meninggal.
"Ini gawat!!!" Ucap sang pendeta tua ketika dia melihat menggunakan mata penerangannya Bagaimana keadaan selir ananiah jadi pria itu kembali lagi duduk bersila untuk membantu mereka tetapi sang pendeta kecil menghentikannya.
"Tenaga guru sudah terkuras habis, kita tidak bisa melawan mantra ini karena orang yang membuatnya begitu kuat." Ucapin data kecil itu yang tentunya tidak mau membuat pendeta tua yang merupakan salah satu gurunya harus meninggal karena menyelamatkan Selir Anania.
Tetapi pendeta tua tetap mengumpulkan kekuatan terakhirnya dan menyalurkannya untuk membantu kedua orang itu.
Hal itu membuat pendeta kecil menjadi sangat cemas, jadi dia pun melakukan hal yang sama dengan menyentuh belakang tubuh pendeta tua untuk membantunya, hingga akhirnya mereka berhasil mempertahankan tubuh selir Ananiah dan penyatuan kekuatan itu berhenti.
Namun sayang sekali, ketika Desmond sudah mendarat di lantai ia melihat Adelia masih melayang di udara lalu beberapa saat kemudian perempuan itu pingsan tak sadarkan diri dan terjatuh.
Untunglah, saat itu Desmond berhasil meraih tubuh Adelia dan melihat Adelia yang sudah menjadi sangat pucat dengan semua pakaian yang basah oleh keringat perempuan itu.
Sementara semua orang sangat terkejut melihat selir Ananiah yang kini membuka matanya dan mulai duduk di dalam peti.
"Selir,, selir,," sang tabib berbicara dengan gagap yang langsung didengar oleh Desmon hingga dia menatap ke arah ibunya yang telah duduk di dalam peti.
"Periksa dia!" Perintah pria itu langsung membuat sang tabib cepat-cepat mendekati Adelia dan memeriksa Adelia.
Kedua pendeta yang ada di sana juga ikut berjalan ke arah Adelia dan mereka memeriksa keadaan Adelia.
Sementara itu, Desmond mendekati Ibunya dan hendak memegang tangan ibunya ketika sang pendeta tua yang menyadari sesuatu langsung menghentikan mereka.
"Jangan sentuh dia!!" Ucap sang pendeta tua langsung membuat Desmond dan selir Ananiah yang hendak berpelukan kini menghentikan gerakan mereka dan selir Ananiah meneteskan air matanya menatap putranya yang tak bisa ia sentuh.
Desmon yang melihat itu kemudian berkata, "ada apa?"
"Meski racun dan mantra yang ada pada tubuhnya sudah dikeluarkan, tapi masih tetap berbahaya untuk menyentuh tubuh selir Ananiah. Tunggu sampai Adelia terbangun baru kita bisa mengetahui Apa yang harus dilakukan selanjutnya." Ucap sang pendeta tua sangat mengejutkan Desmond.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....