
Ketiga guru besar yang dilempar oleh Adelia dari hutan ke sekolah, langsung terjatuh di atas tanah dan semua guru besar yang sedang berjaga di tempat itu sangat terkejut melihat ketiga guru besar itu.
"Apa yang terjadi?" Tanya wakil kepala sekolah sembari mendekati ketiga guru besar itu, karena tidak menyangka bahwa ketiga orang yang ditugaskan untuk pergi mendapatkan darah ular putih kini kembali begitu cepat dan mereka mendarat dengan tidak sempurna.
"Ukh,,, tiga murid yang nakal itu menghalangi perjalanan kami untuk memusnahkan ular putih itu, dan entah bagaimana cara mereka melakukannya, kami yang hendak mengembalikan mereka ke sekolah malah dibuat membalikkan kekuatan pada kami sehingga kamilah yang dikembalikan ke sini!!!" Ucap sala satu guru besar yang jelas tak mengerti Bagaimana cara Adelia melakukannya hingga jurus yang mereka berikan pada perempuan itu malah berbalik mengarah pada mereka.
"Apa?"
"Bagaimana bisa?"
"Itu mustahil!!"
Para guru besar mengungkapkan ketidakpercayaan mereka terhadap apa yang diceritakan oleh guru besar yang baru saja kembali dari tempat ujian.
Seorang murid bisa mengalahkan seorang guru besar dengan tingkat kekuatan 60? Sangat mustahil untuk dipercayai!!!
"Itu, memangnya siapa murid yang kalian maksud?" Tanya wakil kepala sekolah yang tentu saja dia juga tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh guru besar.
Bahkan jika itu adalah murid tingkat 10, maka tingkat kekuatannya hanya 30 saja, 1/2 dari tingkat kekuatan ketiga guru besar itu, jadi sangat mustahil untuk mengalahkan 3 guru besar!!!
"Itu adalah murid yang memenangkan penghargaan di ujian sebelumnya, murid bertingkat satu yang bernama Adelia dan kedua temannya yang Kalau tidak salah namanya Karina dan Ozan." Jawab Sang Guru Besar.
"Apa?! Murid tingkat 1 dengan tingkat kekuatan 10?" Tanya wakil kepala sekolah yang terakhir kali ketika dia bertemu dengan Adelia dia bisa melihat bahwa Adelia sudah berada di tingkat kekuatan 10.
Guru besar yang ditanya seperti itu merasa begitu malu untuk mengakui bahwa dia dikalahkan oleh seorang murid tingkat 1 dengan tingkat kekuatan 10, tetapi tentu saja dia harus mengatakan yang sebenarnya jadi guru besar itu menganggukkan kepalanya.
"Ah ya, Sepertinya dia tidak menggunakan tingkat kekuatannya untuk melawanku tapi ada sesuatu yang aneh padanya, lagi pula dia melakukannya dalam waktu yang sangat singkat jadi saat itu aku belum bisa bereaksi ketika kamu sudah menghilang dari hadapannya." Jawab sang guru besar diangguki oleh kedua guru besar yang juga dilemparkan dari area ujian.
Mereka berdua memang melihat jelas bahwa Adelia hanya sedikit menggunakan tingkat kekuatannya, dan terjadi begitu cepat hingga mereka berdua bahkan belum bisa bereaksi apapun untuk mencegah kelakuan buruk murid tersebut lalu mereka menghilang.
"Kalau begitu, sebaiknya kita pergi ke sana untuk mengeceknya," ucap wakil kepala sekolah langsung diangguki oleh semua guru besar, jadi pada akhirnya wakil kepala sekolah dan 3 guru besar yang lain kemudian pergi ke tempat ujian tepat di titik terdekat dengan Adelia dan kawan-kawannya.
"Setelah memakan ini, kita akan lanjut berburu." Usap Adelia langsung diangguki oleh Ozon.
Tetapi Karina yang duduk di samping Adelia, gadis itu berkata: "Apakah tidak masalah kalau kita meninggalkan ular putihnya?"
"Tidak akan ada masalah, ular putih itu memiliki tingkat kekuatan yang tak akan bisa dikalahkan oleh para guru besar, kecuali oleh kepala sekolah. Jadi dia akan tetap aman." Ucap Adelia.
"Ahh,, Tapi, bagaimana kalau para guru besar datang menyerangnya saat salah satu telur sedang menetas, bisa jadi fokus ular itu akan terbagi, dan akhirnya dia akan dikalahkan." Ucap Karina yang merasa cemas pada ular putih itu, karena bagaimanapun, dia sudah melihat bahwa ular putih itu adalah ular yang sangat baik berbeda sekali dengan ular yang mereka temui di ujian sebelumnya.
Ozon yang melihat wajah cemas Karina langsung menghembuskan nafasnya dengan panjang lalu pria itu menatap Karina dengan cemas.
"Kau tidak perlu mencemaskan ular putih itu, sekarang yang perlu kita cemaskan ialah Apakah nanti ketika kita keluar dari tempat ujian ini kita masih akan diterima di sekolah petarung kota Padang Selatan? Bagaimanapun kita sudah melawan perintah guru besar dan menghalangi mereka untuk mendapatkan obat bagi Ketiga murid yang terluka." Ucap Ozon yang kini menjadi cemas.
"Ah,, iya, Apa yang harus kita lakukan?" Ucap Karina kini baru mengerti akar permasalahan yang sebenarnya mereka hadapi.
Saat itu, Ozon hendak menjawab lagi ketika mereka dikejutkan oleh munculnya empat guru besar di dekat mereka.
Lebih parahnya lagi, wakil kepala sekolah melihat keberadaan mereka, jadi perempuan itu langsung menghampiri mereka hingga ketiga murid itu langsung berdiri.
"Wakil kepala sekolah," ucap Ozon segera membungkuk pada wakil kepala sekolah diikuti oleh Karina dan juga Adelia yang sedikit menunduk.
"Perlihatkan pada kami di mana sarang ular putih itu!!" Ucap wakil kepala sekolah dengan tegas.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....