Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
153.


'Sepertinya aku harus pergi ke ruang kesehatan dan memastikan sendiri bahwa tubuhku benar-benar kebal terhadap penyakit itu.' ucap Adelia dalam hati yang merasa begitu penasaran tentang dirinya sendiri


Maka, setelah mengantar dua orang itu ke asrama Adelia kemudian kabur dari asrama dan pergi ke ruang kesehatan untuk menemui tabib kediaman Desmon yang bertugas menjaga semua guru besar yang ada di sana.


😜😜😜


Setelah tiba di ruang kesehatan, Adelia langsung disambut oleh tabib dari kediaman Desmon dan tabib itu menatap Adelia dengan bingung karena tidak menyangka gadis itu akan kembali lagi menemuinya.


"Apakah kau tidak takut akan tertular penyakit ini hingga kau datang lagi kemari?" Tabib itu dari balik kain yang menutupi hampir seluruh bagian tubuhnya kecuali matanya.


Adelia tersenyum lalu berkata, "aku kemari untuk memastikan bahwa aku benar-benar tidak akan tertular penyakit ini."


Setelah berbicara, Adelia langsung masuk ke dalam ruangan hingga membuat tabib menjadi sangat terkejut, jadi dia mengulurkan tangannya untuk menghentikan gadis itu ketika dia mengingat bahwa tangannya yang dibungkus dengan kain baru saja menyentuh pasien, Jadi kalau dia menyentuh Adelia maka gadis itu juga akan tertular.


Oleh sebab itu, dia hanya berjalan mendahului Adelia Untuk menghentikan langkah Adelia.


Tetapi Adelia tidak memperdulikannya dan hanya menerobos masuk sampai akhirnya dia masuk ke ruangan di mana ke tujuh orang yang terkena serangan ular putih kini dibandingkan di sana dalam keadaan yang hampir seluruh tubuhnya sudah mulai menghitam.


"Penularannya sangat cepat, apakah mereka masih bisa bertahan sampai besok hari?" Tanya Adelia pada sang tabib ketika dia berdiri di sana dan sedikit mencium bau busuk yang berasal dari tubuh ketujuh orang yang terbaring di sana.


"Aku rasa masih bisa sampai besok siang, Tetapi setelah itu Mungkin mereka akan menghembuskan nafas terakhir mereka." Ucap sang tabib langsung membuat Adelia menghela nafas.


'Ini benar-benar buruk, Tetapi aku harus melihat diriku sendiri apakah aku benar-benar kebal terhadap penyakit ini ataukah hanya kebetulan aku tidak tertular.' ucap Adelia dalam hati lalu dia mengulurkan tangannya menyentuh tangan wakil kepala sekolah yang terluka.


Tabib dari kediaman Desmon yang melihat itu sangat terkejut di tempatnya, jadi dia mengulurkan tangannya menarik tangan Adelia, tetapi Adelia menahan tangannya hingga dia cukup lama menyentuh tangan wakil kepala sekolah tanpa sedikitpun pengalas.


"Apakah kau ingin mati sehingga kau melakukan ini?" Ucap sang tabib yang jelas tahu bagaimana mengerikannya penyakit itu, karena para guru besar yang tidak terkena serangan ular putih namun hanya tertular saja kini berada dalam situasi yang bisa dikatakan akan memburuk dalam dua hari ke depan.


Tetapi Adelia menggelengkan kepalanya lalu dia kemudian berjalan meninggalkan tempat itu dengan tabib yang mengikutinya di belakangnya.


Adelia Lagi duduk di salah satu kursi dan mengulurkan tangannya pada sang tabib, "periksa aku, kalau aku tertular maka itu artinya aku tidak kebal Tetapi kalau aku tidak tertular maka mungkin saja kita bisa mencari cara untuk menyembuhkan nya." Ucap Adelia langsung membuat Sanata habib menghela nafas lalu dia kemudian pergi mencuci tangannya dan mengambil benang untuk memeriksa nadi Adelia.


"Kenapa kau diperiksa lagi?" Tanya Venom yang merasa cemas akan perempuan itu karena bagaimanapun nyawanya juga tergantung pada keadaan Adelia.


"Aku baru saja menyentuh wakil kepala sekolah Jadi kemungkinan besar aku akan tertular penyakit itu." Ucap Adelia langsung membuat wajah Venom menjadi pucat dan keringat dingin memenuhi keningnya.


"A,, apa? Bagaimana bisa kau menyentuh wakil kepada sekolah yang sudah tertular?" Tanya Venom dengan suara gemetar.


"Aku sengaja melakukannya untuk mengecek Apakah aku benar-benar kebal terhadap penyakit itu atau tidak." Jawab Adelia langsung membuat Venom merasakan kedua kakinya menjadi seperti agar-agar, tulangnya telah menghilang sehingga kedua kakinya tak mampu lagi menopang tubuhnya.


Ketika pria itu hendak terjatuh ke lantai karena tak kuat mendengar ucapan Adelia maka sang tabib selesai mendiagnosa Adelia.


"Dia tidak tertular, dia baik-baik saja." Ucap tabib itu langsung membuat Venom mendekat ke arah dua orang itu dan menatap tabib dengan tatapan yang meminta penjelasan yang sejelas-jelasnya.


Sang tabib yang melihat tatapan Venom langsung menganggukkan kepalanya, "aku yakin dia sama sekali tidak tertular dan dia dalam keadaan yang baik-baik saja." Ucap tabib itu langsung membuat Venom merasa begitu lega karena akhirnya nyawanya yang akan hilang ketika Desmon kembali kini kembali lagi ke tempatnya.


Adelia yang ada di sana kemudian berkata, "lalu apa yang menyebabkan Aku sama sekali tidak tertular? Padahal semua guru besar yang memiliki tingkat kekuatan yang lebih di atas dariku langsung tertular oleh penyakit yang disebabkan oleh ular putih."


Dua orang yang berada di depan Adelia kemudian sama-sama tenggelam dalam pikiran mereka karena Tentu saja sangat sulit untuk mendapatkan jawabannya.


Apalagi, itu pertama kalinya sang tabib menangani penyakit menular yang disebabkan oleh ular putih, sebab ular putih adalah ular yang sangat langka.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....