Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
57.


"Tapi sayang sekali, dia lupa bahwa arena bertarung masih dipasangi pelindung karena saat itu belum diputuskan Siapa pemenang antara dua orang yang sedang bertarung." Ucap penjaga arena bertarung langsung mengejutkan dua orang yang ada di sana.


"Ini gawat,,," ucap tabib sambil menghela nafas, "sejauh ini sudah ada 20 orang yang mati akibat berusaha menembus perlindungan arena bertarung." Ucap tabib itu segera membuka tasnya dan mengambil beberapa obat dari dalam tasnya.


"Hanya ini yang bisa saya berikan untuk menyembuhkan anak muda ini. Sebenarnya masih ada satu bahan lagi, tetapi itu sangat sulit ditemukan jadi saya tidak bisa membuat ramuannya. Dan seandainya bahan itu ada, maka dia pasti akan langsung sembuh hanya dalam sekali minum." Kata Sang tabib.


"Apa?! Kalau begitu, cepat katakan Di mana aku bisa menemukan bahan itu agar cucuku bisa sembuh!" Ucapkan wakil kepala sekolah.


"Dua hari lagi akan perburuan hewan, dan bahan obat itu bisa ditemukan di sana. Jadi kita bisa menambahkan pencarian bahan itu dalam acara itu. Setidaknya, jika lebih banyak orang yang mencari maka mungkin bunga rumput emas bisa lebih cepat dicari."kata Sang tabib langsung diangguki oleh wakil kepala sekolah.


"Kalau begitu aku akan mengumumkannya dua hari lagi supaya seluruh murid dari sekolah petarung kota Padang Selatan bisa membantu dalam pencarian bahan obat itu." Ucap pria itu lalu mengantar sang tabib untuk meninggalkan kediamannya.


Ketika penjaga aula bertarung juga hendak meninggalkan tempat itu, wakil kepala sekolah menahannya.


"Apakah masih ada yang perlu saya bantu?" Tanya penjaga Aula bertarung.


Wakil kepala sekolah menatap pria itu dengan dalam dan berkata, "kau bilang cucuku dikalahkan oleh perempuan bernama Adelia. Bagaimana secuku bisa dikalahkan oleh perempuan yang Bahkan hanya memiliki tingkat kekuatan 8?"


"Apa?!!" Wakil kepala sekolah sangat terkejut, "bisakah kau menjelaskannya lebih rinci?" Ucap wakil kepala sekolah yang tak percaya bahwa perempuan dengan tingkat kekuatan 8 bisa mengalahkan cucunya yang memiliki tingkat kekuatan 12.


Bukan hanya itu saja jurus andalan cucunya dikalahkan hanya dengan menggunakan dua jari saja!!


"Saya juga sangat terkejut ketika melihatnya, tetapi Adelia menggunakan pedang kecil yang diciptakan di ujung jari telunjuknya untuk menghancurkan perisai naga emas. Setelah itu Adelia menggunakan jari tengahnya membuat piringan yang bisa memantulkan jurus.


"Setelah itu jurus cucu perempuan langsung berbalik menyerang cucu Tuan sendiri. Tapi karena itu terjadi secara tiba-tiba dan di luar dugaan semua orang, maka Agata pun tidak punya waktu untuk menghindar atau membuat penghalang. Jadi dia tertelan oleh jurusnya sendiri, bukan dilukai oleh Adelia." Ucap penjaga aula bertarung menjelaskan keadaannya pada wakil kepala sekolah.


"Apa?!!" Wakil kepala sekolah menghembuskan nafasnya dengan panjang karena tak menyangka hal seperti itu bisa terjadi.


"Kalau begitu, Aku ingin kau memberitahuku setiap kali Adelia memiliki pertarungan dengan para murid lain. Aku harus melihat kemampuan gadis itu." Ucap wakil kepala sekolah yang benar-benar tak percaya bahwa naga emas keluarga mereka yang diwariskan secara turun temurun akhirnya dikalahkan oleh seorang gadis hanya menggunakan dua jari saja.


Apalagi, perbedaan tingkat kekuatan cukup jauh yaitu senilai 4 tingkat.