Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
162.


Adelia menyipitkan matanya melihat hal itu, Dan ketika pil itu selesai diletakkan ke dalam mulut Adelia, maka Adelia dengan cepat melangkahkan kakinya ke arah peti untuk membuktikan dirinya sendiri.


Venom beserta semua orang yang ada di sana sangat terkejut melihat tingkah Adelia, namun mereka tak bisa menghentikan perempuan itu karena Adelia bergerak begitu cepat di tengah-tengah kelalaian mereka.


🥃🥃🥃


Venom berusaha untuk bergerak menghentikan Adelia, namun dia terlambat karena Adelia sudah mengulurkan tangannya ke dalam peti lalu dia menyentuh dada Selir Anania.


Saat itu juga, tangan Venom yang terulur ke tubuh Adelia langsung berhenti di tempatnya dan dia merasakan seluruh tubuhnya menjadi melemas, lalu terjatuh ke lantai dalam keadaan pingsan.


Para pengawal yang ada di sana langsung bergegas menyelamatkan Venom dan membawa pria itu ke tempat yang aman.


Sementara sang tabib dan kedua pendeta yang ada di sana, mereka mematung di tempat mereka melihat Adelia yang benar-benar menyentuh selir Anania dengan tangan telanjangnya.


"Berapa lama baru efek racunnya akan terasa jika aku terkena racunnya?" Tanya Adelia sembari menatap 2 pendeta yang tampak terkejut di tempat mereka.


Kedua pendeta itu langsung mundur beberapa langkah lalu mereka berdua mengeluarkan ramuan dari saku mereka dan meminumnya sampai habis.


Sang tabib yang melihat itu langsung berkata, "tolong,, Tolong berikan juga ramuan itu pada Nona Adelia!!"


Pendeta kecil yang ada di sana kemudian mengeluarkan ramuan dari sakunya lalu dia hendak menyerahkannya ke Adelia ketika Adelia menggelengkan kepalanya.


"Aku merasa baik-baik saja," ucap Adelia sembari mengulurkan tangannya menyentuh tangan selir Ananiah dan melihat kuku perempuan itu yang seluruh permukaannya hampir menjadi hitam, kecuali pinggir-pinggirnya yang masih tersisa beberapa mm.


Dia kemudian memperhatikannya beberapa waktu, tetapi sama sekali tidak ada perubahan, jadi Adelia meletakkan nya kembali dan dia mengulurkan tangannya mengecek mulut selir Ananiah untuk memastikan bahwa pilnya telah dimakan oleh selir ananiah.


"Sepertinya pilnya sudah habis," ucap Adelia kemudian menutup peti tersebut lalu dia menatap semua orang yang tampak begitu terkejut melihatnya.


Adelia tersenyum, "Jangan khawatir, aku merasa sangat sehat. Jadi aku akan pergi mengganti pakaianku dulu lalu kembali lagi menemui kalian," ucap Adelia segera pergi dari tempat itu.


Sang tabib yang ada di sana kemudian duduk di sebuah kursi dan dia merasakan keringat membasahi punggungnya setelah apa yang terjadi barusan.


Pendeta kecil yang berdiri di samping pendeta tua kemudian menatap pendeta tua sambil berkata, "guru, ini benar-benar aneh, gadis itu bisa menyentuh sellir Ananiah, tetapi tidak terjadi apapun padanya, sementara pendeta Zoa yang menyentuhnya langsung lumpuh hanya dalam beberapa menit setelah selesai menyentuh Selir Ananiah."


Pendeta tua berpikir sambil berjalan ke arah kursi yang kosong lalu dia duduk di sana sambil melihat ke arah peti selir Ananiah.


"Memang ada keluarga kerajaan yang kebal terhadap racun apapun yang ada di dunia ini, bahkan racun mematikan sama sekali tidak bisa mempengaruhi mereka. Tetapi dari keturunan kerajaan itu hanya ada satu orang setiap generasinya, Apakah gadis itu keturunan dari keluarga kerajaan?" Ucap pendeta tua sambil melihat kearah tabib yang duduk di seberangnya.


Tabib yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya, "aku juga tidak tahu apapun tentang Nona Adelia, yang jelas dia adalah Nona pilihan tuan muda kami jadi kami memperlakukannya dengan sangat baik. Mungkin sebaiknya pendeta langsung bertanya padanya ketika dia kembali," ucap tabib itu langsung membuat pendeta tua menganggukkan kepalanya.


Pendeta kecil yang sudah duduk di samping pendeta tua kemudian berkata, "Tetapi, kalau dia bukan keturunan dari keluarga kerajaan yang guru maksud, maka apakah ada hal lain yang mungkin mempengaruhinya hingga dia kebal terhadap racun?"


Pendeta tua itu mengerutkan keningnya, "sangat mustahil ada orang seperti itu, sejak aku muda sampai 5 tahun yang lalu, aku sudah berkelana keempat benua. Tetapi belum pernah menjumpai desas-desus ada orang lain selain keturunan kerajaan barat yang bisa kebal terhadap semua racun yang ada di bumi.


"Terakhir kali ketika aku pergi ke benua Padang barat dan bertemu dengan anggota keluarga kerajaan yang menjadi raja di sana, dia benar-benar tahan terhadap racun apapun yang kubawa. Dia bahkan memperlihatkan dirinya memakan makanan beracun dan sama sekali tidak berefek padanya." Ucap Pendeta tua benar-benar membuat kagum pendeta kecil dan tabib yang mendengarkannya, karena baru kali itu mereka mendengar bahwa ternyata di benua Padang barat ada keturunan kerajaan yang sangat kebal terhadap racun apapun di dunia.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....