Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
91.


Keesokan harinya, Adelia bangun pagi dan terkejut mendapati perempuan yang tak pernah bangun pagi yang tidur bersamanya ternyata sudah bangun duluan dan kini sedang duduk sembari membaca catatan yang ia berikan.


"Kau belum menghafalnya?" Tanya Adelia sembari merapikan selimutnya.


Karina yang mendengar pertanyaan Adelia langsung menghela nafas meletakkan catatan itu dan berbalik menatap Adelia dengan raut wajah yang kesal.


"Bagaimana kau bisa menghafalnya?" Tanya perempuan itu yang merasa bahwa terlalu sulit untuk menghafal semuanya, karena catatan itu sangat banyak dan harus dihafal sesuai urutan yang benar, dan lagi, harus dihafal di luar kepala membuat otaknya yang tidak terlalu bagus akhirnya kesulitan melakukannya.


Adelia tersenyum mendengar pertanyaan konyol perempuan itu, "kau harus mengandalkan dirimu sendiri untuk menghafalnya." Ucap Adelia sembari berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Melihat itu, karina kembali menghembuskan nafasnya dengan berat dan merasa bahwa untuk menjadi orang yang hebat ternyata tidak hanya bisa mengandalkan kemampuan bertarung saja, tapi otak juga harus digunakan!!!


"Tidak, aku tidak boleh menyerah!!! Aku harus menghafalnya secepatnya supaya nanti Ozon tidak mengalahkanku. Bisa gawat kalau aku harus mentraktirnya makan karena dia makan terlalu banyak!!!" Ucap perempuan itu kembali fokus untuk menghafal tulisan-tulisan di catatan miliknya.


Setelah mereka berdua selesai bersiap-siap, maka keduanya pergi ke kelas yang akan mereka ikuti hari itu.


Dalam perjalanan menuju ke tempat pelajaran yang akan dimulai, Adelia mendengar cerita murid-murid yang juga berjalan Bersama dengan mereka.


"Pertarungan senior tingkat 7 kemarin sangat luar biasa ya,, tapi aku tidak menyangka bahwa ternyata ular bisa mengalahkan naga. Padahal selama ini tidak ada yang bisa mengalahkan naga."


"Hm,, menurut legenda naga adalah hewan terkuat, apalagi naga emas, dia adalah yang paling terkuat. Tapi apa Kau ingat tentang pertarungan Agatha dan Adelia? Bahkan Adelia mengalahkan naga emas Agatha hanya menggunakan sepucuk pedang kecil. Sekarang aku jadi ragu bahwa naga adalah hewan yang paling kuat."


"Hm,, kau benar, aku rasa yang mempengaruhi kekuatan bukanlah apa yang bisa kita ciptakan dari kekuatan kita, tetapi yang mempengaruhi kekuatan adalah bagaimana kemampuan kita untuk mengolah kekuatan kita menjadi lebih baik. Apa kau sudah dengar kabar tentang Salman, katanya sejak kemarin sore ketika dia pingsan di aula bertarung dan dibawa ke ruang medis, ternyata sampai sekarang dia belum sadarkan diri."


"Ah, iya, katanya kakeknya juga sangat marah di kediamannya, tapi dia tidak bisa melakukan apapun sebab Dia sedang dikukuh oleh kepala sekolah. Ahh,, Aku merasa sangat bangga memiliki kepala sekolah yang tampan dan muda dan ternyata adalah orang yang sangat bijak."


"Ah benar,, jangan-jangan sebenarnya di sekolah ini ada satu murid yang sedang ia kagumi?"


"Ahh! Benarkah!"


"Beruntung sekali!!!" Para murid yang ada di sekitar Adelia dan Karina menjerit menceritakan hal tersebut langsung membuat Karina menjadi besar kepala.


'Hm,, mereka tidak tahu saja kalau orang yang dibicarakan itu adalah aku. Ahh,, aku tidak bisa membayangkan jika suatu saat ternyata guru pendamping yang kudapatkan adalah kepala sekolah." Ucap perempuan itu merasa begitu luar biasa.


Tetapi, ketika dia kembali mengingat bahwa bahkan jurus yang dituliskan Adelia padanya belum ia hafal, maka perempuan itu menghela nafas dan berpikir bahwa tidak akan ada kesempatan baginya untuk menjadi murid bimbingan kepala sekolah.


'Kenapa aku tidak memiliki kekuatan yang baik dan juga tidak memiliki otak yang baik?' Ucap perempuan itu dalam hati lalu dia menatap ke Adelia dan merasa begitu iri pada Adelia yang bisa melakukan segalanya.


Jadi dia langsung mendekati Adelia dan memeluk lengan perempuan itu dengan erat, "aku merasa iri padamu,,,," ucap Karina dengan suara yang sangat manja.


Sementara Adelia yang mendengar itu, dia hanya berjalan dengan tenang dan tidak memperdulikan perempuan yang terus saja baper itu.


Hal kecil saja sangat mempengaruhi suasana hati Karina.


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.