Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
215.


Ketika Adelia tiba di sekolah petarung kota Padang Selatan, perempuan itu langsung dijemput oleh seorang pelayan yang kemudian mengantarkan Adelia ke kediaman kepala sekolah.


Begitu tiba di kediaman kepala sekolah, Desmond langsung membawa perempuan itu ke dalam kamarnya.


"Ada apa?" Tanya Adelia yang merasa bahwa ada sesuatu yang penting sehingga pria itu tampak sangat terburu-buru.


Tetapi Desmond tidak langsung menjawab ucapan perempuan itu, dia langsung memeluk Adelia dengan hangat dan menciumi puncak kepala perempuan itu.


"Aku akan menyuruh seseorang Untuk mengantarmu ke benua Padang barat," ucap Desmon mengejutkan Adelia hingga perempuan itu berusaha melonggarkan pelukannya, Tetapi Desmond tidak mengizinkannya.


Sehingga meski masih terus dipeluk erat oleh pria itu, Adelia kemudian berkata, "Memangnya ada apa? Apakah terjadi sesuatu?" Tanya Adelia.


"Aku sudah menemukan obat untuk tanganmu, satu-satunya obat untuk tanganmu ialah air suci dari kerajaan barat yang bisa menyembuhkan lukanya, Jadi aku ingin kau pergi ke sana untuk menyembuhkan lukamu. Aku telah mengirim surat pada pemimpin kerajaan barat supaya mereka membiarkanmu memasuki istana kerajaan barat." Ucap Desmond sambil melepaskan pelukannya lalu pria itu mengambil tangan Adelia dan melihat luka Adelia yang masih basah.


Adelia yang melihat pria itu terlalu cemas kini merasa sangat curiga, jadi dia berkata, "Aku tidak yakin kau menyuruhku buru-buru pergi ke kerajaan barat hanya untuk luka ini, apakah terjadi sesuatu?"


Desmond dengan tenang menggelengkan kepalanya, "tidak,, Aku melakukan ini hanya murni untuk menyembuhkan luka-luka mu, ibuku juga akan ikut bersamamu untuk menemanimu Jadi kau tidak perlu khawatir akan apapun." Ucap Desmond langsung membuat Adelia mengerutkan keningnya.


"kau akan berangkat besok pagi, dan orang-orang juga akan menjemput kedua orang tuamu di desa Maritan, jadi kau tidak perlu khawatir akan apapun juga," ucap Desmond lalu pria itu kembali memeluk Adelia dengan erat.


Pelukan itu membuat Adelia menjadi semakin curiga, tetapi perempuan itu tidak menampakkan kecurigaannya dan dia hanya membiarkan pria itu memeluknya dengan erat.


"Kita akan bertemu lagi saat aku menyusulmu ke benua Padang barat. Kau harus menjaga diri dengan baik dan jangan pernah lagi melukai dirimu sendiri untuk menyelamatkan orang lain." Ucap Desmond diangguki oleh Adelia meski perempuan itu memiliki rencana lain dalam hatinya.


"Baiklah, aku akan segera kembali begitu lukaku selesai diobati. Tapi, apakah kau sudah menemukan kebenaran tentang asal-usulku yang sesungguhnya?" Tanya Adelia yang kini juga merasa penasaran dengan hal itu.


Desmon melonggarkan pelukan mereka, lalu dia menatap Adelia sambil menganggukkan kepalanya, "iya, Kau adalah penerus untuk kerajaan barat, tetapi ibumu telah meninggal dan dia adalah Ratu terdahulu di sana, namun sayangnya beliau telah meninggal akibat perebutan tahta yang terjadi ketika kau masih kecil.


"Yang memimpin saat ini adalah paman mu, tetapi aku meragukan bahwa dia adalah orang yang dipilih Dewi untuk memimpin, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan. Kau bisa menyelidikinya pelan-pelan saat kau disana, Jadi kau tidak perlu buru-buru untuk kembali ke mari." Ucap Desmond langsung membuat Adelia menganggukan kepalanya meski tentu saja perempuan itu sangat curiga dengan sikap Desmon yang sangat aneh.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️