
Adelia yang berada di ruang bawah tanah terbangun ketika seseorang terus menerus menendangnya, dan perempuan itu begitu terkejut saat ia melihat dia dan seorang pria telah dikurung di sebuah tempat yang sekelilingnya dipagari besi.
"Kau sudah bangun?" Ucap pria itu menatap Adelia dengan begitu penasaran.
Sementara Adelia, dia juga menatap pria di depannya lalu dia berusaha untuk berdiri ketika dia menyadari bahwa tangannya diikat pada sebuah besi yang ada di belakangnya.
"Di mana ini?" Tanya Adelia sembari memperhatikan sekeliling dan dia melihat beberapa mayat di masukkan dalam peti transparan, dan terlihat jelas bahwa mereka adalah mayat-mayat dari anak-anak yang berusia 8 sampai 20 tahun.
"Aku tidak tahu kita berada di mana, yang jelas tempat ini adalah milik guru besar Beloma, dan dia akan berkeliling setiap beberapa waktu mengamati satu persatu mayat yang ada di peti. Tapi baru saja aku mendengar dia berkata pada asistennya kalau selanjutnya kitalah yang akan dibuat menjadi bahan percobaan dan aku tidak mau dibuat seperti mayat-mayat itu!!!"
Adelia yang mendengar ucapan pria di depannya bisa mengetahui ketakutan pria itu Dan Dia teringat akan cerita Ozon.
"Apa kau senior tingkat 5 yang bernama Dio?" Tanya Adelia langsung diangguki oleh pria di depan Adelia.
"Benar!! Bagaimana Kau mengenalku?" Tanya Dio yang merasa bingung.
Sebab Dia sendiri tidak pernah berkenalan dengan Adelia meski dia mengenali Adelia, karena perempuan itu yang sudah mengalahkan Agatha dan juga menjadi perempuan yang mendapat penghargaan karena berhasil membawa timnya mendapatkan inti roh hewan buas paling banyak di hari ujian.
"Ahh, seseorang menceritakan tentangmu yang menghilang." Kata Adelia sembari berusaha melihat ke belakangnya untuk mengetahui apa yang digunakan untuk mengikat tangannya.
Melihat itu, Dio langsung berkata, "Kau tidak perlu berusaha melepaskan ikatannya, karena meskipun tali itu terlihat seperti tali biasa, tapi itu adalah tali yang telah diberi mantra, jadi kita tidak akan bisa melepaskannya begitu sa---" dia menghentikan ucapannya ketika dia melihat Adelia sudah terbebas dari ikatan itu.
"Bagaimana kau melakukannya?" Tanya Dio memperhatikan perempuan di depannya yang sudah menggunakan kedua tangannya yang terbebas untuk melepas ikatan di kakinya.
"Mantra rendahan itu sangat mudah dipatahkan, dan Apalagi itu adalah mantra benua Padang Selatan yang sudah bocor ke telingaku," ucap Adelia yang di kehidupan sebenarnya dia pernah bertemu dengan seorang pria dari benua Padang Selatan yang berkelana ke benua Padang Utara.
Kebetulan pria itu ahli dengan mantra dan dia mengajari Adelia beberapa mantra, sebab pria itu berterima kasih karena Adelia menyelamatkannya dari serangan orang-orang benua Padang Utara yang ingin membunuhnya.
"Kau bilang itu mantra rendahan?" Ucap Dio yang tak percaya bahwa junior tingkat satunya ternyata malah menyebut mantra milik guru mereka sebagai mantra rendahan.
"Hm!" Jawab Adelia dengan singkat lalu dia membantu pria di depannya membuka tali ikatannya.
Setelah itu, keduanya keluar dari dalam sel dan berjalan-jalan melihat peti-peti yang diletakkan berdiri dengan semua orang-orang yang telah mati berada di sana.
'Ini sangat mirip dengan Apa yang dilakukan pada mayat selir Anania. Jangan-jangan kematian selir Anania ada hubungannya dengan guru besar Beloma?' ucap Adelia dalam hati sembari memperhatikan satu persatu mayat dalam peti mati itu dan melihat bahwa di buku mereka semuanya memiliki tanda keracunan.
Beberapa mayat pun sudah mengalami hitam di seluruh kukunya, yang artinya bahwa tingkat racun pada tubuh itu telah sampai ke titik tertinggi.
"Kita harus segera pergi dari sini dan melaporkan semua ini pada orang-orang supaya tempat ini bisa segera digeledah." Ucap Dio yang merasa bahwa dirinya tidak bisa berlama-lama di tempat itu karena tempat itu dipenuhi dengan mayat yang sangat banyak hingga membuatnya merasa begitu ketakutan.
Apalagi jika tiba-tiba saja guru besar mereka datang ke tempat itu dan membuat mereka menjadi sama dengan mayat-mayat itu.
Namun pria itu terkejut ketika Adelia berbalik menatapnya sambil berkata "aku harus menyelidikan semua ini, Tapi Apakah kau melihat anak-anak berusia sekitar 4 sampai 5 tahun?"
Pertanyaan itu langsung membuat Dio mengerutkan keningnya lalu dia menggelengkan kepalanya, "mana mungkin di sini ada anak-anak berumur segitu, sedangkan sekolah kita tidak menerima murid-murid dengan umur segitu." Ucap Dio, tidak dijawab oleh Adelia.
Perempuan itu kemudian berkeliling-keliling di tempat yang luas itu dan dia mencari anak-anak berusia 4 sampai 5 tahun.
Tetapi setelah lama berkeliling dia tidak menemukannya hingga mereka dikejutkan dengan suara langkah kaki yang terdengar berasal dari salah satu lorong di tempat itu.
Adelia dan Dio langsung berpandangan satu sama lain dan mereka kemudian bersembunyi di antara peti peti yang diletakkan berdiri dan tersusun rapi di tempat itu.
'Sial!! Ini sangat menakutkan,' ucap Dio dalam hati yang mana pria itu sudah gemetar di tempatnya karena dia merasa begitu takut kalau sampai mereka ketahuan.
Apalagi, membayangkan dirinya sedang bersembunyi di antara mayat-mayat yang diawetkan, Dia merasa bahwa suatu saat mayat-mayat ikut itu akan bangkit dan berbalik menyerang mereka.
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.