Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
195.


Di pagi hari di sekolah petarung kota Padang Selatan, aktivitas para murid dan para guru besar sudah berjalan normal lagi, meski para guru besar menjalani hari-hari mereka dengan lesu setelah terjadinya pemotongan gaji secara besar-besaran.


Sementara di depan gerbang, seorang pria yang bertugas sebagai penjaga gerbang di tempat itu dikejutkan oleh seorang pria yang baru saja datang.


"Aku datang untuk bertemu keponakanku yang bersekolah di sini, namanya Darius." Ucap Amaratus yang memang di tempat itu ada seorang murid yang bernama Darius, tetapi tentu saja mereka tidak saling mengenal.


Sang penjaga gerbang kemudian menganggukkan kepalanya lalu membiarkan pria itu masuk setelah mengisi buku tamu.


Begitu masuk, Amaratus kemudian berjalan-jalan di sekitar sekolah dan dia membuka peta yang telah Ia ambil yang mana peta itu ialah peta yang dikirim oleh guru besar Beloma ke ibukota.


Setelah menemukan kediaman guru besar Beloma di peta, maka dia kemudian pergi mencari kediaman itu hingga ketika dia tiba di sana, pria itu terkejut mendapati penjagaan yang sangat ketat di sana.


"Tidak ada satupun orang yang diizinkan untuk masuk ke sini," ucap penjaga yang ada di sana langsung membuat Amaratus merasa begitu aneh.


"Memangnya apa yang terjadi di sana?" Tanya Amaratus langsung dijawab gelengan kepala sang penjaga.


"Kami tidak bisa memberikan informasi pada siapapun, jadi silahkan pergi dari sini," ucap sang penjaga langsung membuat Amaratus menghela nafas karena dia akan menarik banyak perhatian Jika dia membuat keributan di tempat itu.


Oleh sebab itu, Amaratus pergi dan menemui dua orang murid yang sedang bercakap-cakap di bawah sebuah pohon.


"Hei anak muda," ucap Amaratus mengejutkan kedua murid itu karena mereka tidak pernah melihat Amaratus di sana.


"Siapa kau?" Tanya salah satu murid yang merasa begitu Aneh ketika dia melihat orang asing di tempat itu.


Apalagi, sangat mudah mengenal pria di depannya karena pria itu berusia 30-an tahun, dan tidak ada murid ataupun guru besar yang berusia seperti itu di sekolah petarung kota Padang Selatan.


"Ahh,,, Aku adalah paman dari salah satu murid di sini, tapi aku ingin bertanya Mengapa kita tidak bisa memasuki kediaman guru besar Beloma?" Tanya Amaratus yang merasa penasaran dan berharap juga bahwa dua murid yang ia temui memiliki informasi yang berguna untuknya.


"Itu, insiden apa yang kalian maksud?" Tanya Amaratus yang merasa bahwa pasti ada sesuatu yang penting di sana yang bisa ia bahwa untuk menjadi informasi bagi kliennya.


Dua murid saling berpandangan lalu mereka berpikir sesaat sebelum salah satu murid berkata, "entahlah, tetapi saat itu terjadi sesuatu yang mana kepala sekolah sangat marah dan menghancurkan kediaman tersebut. Lebih anehnya lagi, kepala sekolah sepertinya membunuh guru besar Beloma dan ada rumor yang mengatakan bahwa di dalam tubuh pria itu ada sebuah mantra yang tak dapat disentuh oleh siapapun."


Amaratus langsung menganggukan kepalanya mendengar hal tersebut karena memang tujuannya ke tempat itu ialah mencari tahu soal guru besar Beloma dan tentu saja mencari tahu apakah di tempat itu ada pria yang diculik.


Maka, Amaratus menanyakan beberapa hal lagi yang menyangkut pria yang diculik serta selir Ananiah dan juga pangeran ke-9.


Tetapi para murid kebingungan mendengar informasi itu, "di sini tidak ada hal yang seperti itu, tidak ada pangeran ke-9 di sini. Apalagi selir Ananiah yang telah meninggal. Tempat kami juga sangat aman, jadi tidak Mungkin ada orang yang diculik dan disembunyikan di tempat ini." Ucap salah satu murid.


Merasa tidak mendapatkan informasi yang berguna, maka Amaratus kemudian pergi meninggalkan kedua murid itu dan dia berniat untuk mengecek kediaman kepala sekolah sebagai orang yang paling dicurigai telah menyembunyikan jasad selir Ananiah.


Begitu pria itu tiba di pintu masuk kediaman kepala sekolah, dia mengamati sekitar dan melihat bahwa penjagaan di tempat itu amatlah ketat.


Jadi pria itu hanya bisa memanjat sebuah pohon dan mengamati ke dalam kediaman di mana kediaman itu terlihat sepi.


"Hah,, Aku tidak akan bisa menemukan informasi apapun, tapi sepertinya kediaman ini benar-benar dijaga sangat ketat dan di sekitar dindingnya ada kekuatan yang membatasi." Ucap pria itu ketika dia memperhatikan dinding yang seperti dilapisi oleh sesuatu yang tak kelihatan bagi orang dengan tingkat kekuatan di bawah 60.


Oleh sebab itu, karena pria itu memutuskan untuk tetap berada di sana mengamati sekitar dan menunggu momen yang tepat jika dia bisa menyelinap masuk ke kediaman tersebut.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️