
Setelah bersemedi beberapa menit, maka Adelia merasa bahwa kekuatannya sudah pulih, jadi perempuan itu kemudian melihat dinding-dinding di sekitarnya lalu dia membobol salah satu dinding, sebab dia tidak mau mengambil resiko lagi untuk menghadapi orang-orang beracun yang ada di depan pintu ruangan tersebut.
Begitu berhasil membobol, Adelia tiba di sebuah ruangan kosong lalu dia terus berjalan dan akhirnya menemukan Sarome yang kini berjalan dengan sangat hati-hati.
'Pria itu, Apakah dia belum menyentuh pintunya?' ucap Adelia dalam hati yang merasa aneh bahwa pria itu masih hidup, sementara dia berpikir bahwa tadinya pria itu langsung berlari ke arah pintu untuk berusaha membuka pintu.
Tetapi ketika Adelia semakin mendekat, dia melihat pria itu sebenarnya sudah terkena racun tetapi masih bisa memaksakan dirinya untuk terus berjalan.
'Ini sangat aneh, tapi aku akan terus mengikutinya dan mengetahui apa yang sebenarnya digunakan oleh pria itu hingga dia tidak langsung mati ataupun berubah menjadi orang-orang seperti yang di luar itu.' ucap Adelia dalam hati sambil melangkah hati-hati agar pria yang berjalan dengan sangat lemah itu tidak menyadari kehadirannya.
Dan akhirnya, setelah cukup lama mengikuti Sarome, Adelia melihat pria itu menyentuh sebuah pintu, lalu dengan menempelkan satu kertas mantra, pintu tersebut langsung terbuka.
Begitu Sarome hendak masuk, maka Adelia dengan cepat berlari ke sana dan mendorong pria itu hingga pria itu terjatuh ke lantai yang menuju ruang bawah tanah.
Buk buk buk...!!!!
Adelia yang melihat itu langsung mengikutinya tanpa lupa menutup pintu terlebih dahulu.
Begitu tiba di bawah, Dia melihat pria itu sama sekali tidak berusaha untuk mencegahnya masuk, tetapi Sarome langsung berjalan cepat ke arah sebuah ruangan yang membuat Adelia mengikuti pria itu.
Clek!!
Ruangan itu langsung terbuka, dan Adelia mengikuti pria itu ke dalam ruangan tersebut, ia lalu melihat ada banyak sekali kertas mantra yang diletakkan di sana.
"Ruangan apa ini?" Ucap Adelia sambil menutup pintu dan dia juga melihat bahwa di pintu itu ada banyak sekali mantra yang ditempelkan.
Semuanya adalah mantra kuno yang tentunya tidak diketahui Adelia apa yang tertulis di sana dan Apa fungsi dari mantra tersebut.
Begitu tercebur ke dalam kolom, Sarome langsung bangkit berdiri seperti tidak pernah teracuni.
"Ha ha ha..!!!" Sarome masih tertawa keras sambil menyeka air yang ada di wajahnya, lalu menatap Adelia dengan senyum menghinanya.
"Kau gadis yang terberani, tapi sayang sekali kau datang ke ruangan ini berarti sama saja mengantarkan nyawamu. Kau lihat di semua ruangan ini terdapat kertas mantra? Apakah kau tahu apa fungsi dari kertas mantra itu?" Ucap Sarome kimi berjalan keluar dari kolam dan pria itu kemudian menggunakan tenaga dalamnya mengeringkan pakaian yang melekat di tubuhnya.
Adelia tetap diam memperhatikan pria di depannya, Tetapi dia terus berjaga-jaga sambil memegang erat pedang pemberian Desmond yang ada di tangannya.
'Air kolam di belakang pria itu benar-benar bisa menyembuhkan racunnya, kalau begitu, Semua orang yang terkena racun akan langsung pulih Jika mereka dicaburkan ke dalam kolam itu.' ucap Adelia dalam hati.
"Hah,,,, kau gadis pemberani, katakan padaku kau berasal dari benua apa? Apakah Kau berasal dari benua Padang barat?" Tanya sarome sambil berjalan mengambil sebuah wadah yang berisi sesuatu yang aneh.
"Aku berasal dari desa Maritan," jawab Adelia yang penasaran dengan pria di depannya.
Dan benar saja, Sarome yang mendengar ucapan itu langsung tertawa terbahak-bahak, "ha ha ha....!!! Sekarang aku ingat, saat itu ketika aku melewati jalan menuju benua Padang Selatan, aku bertemu dengan dua orang yang membawa seorang bayi. Aku pikir keranjang yang mereka gunakan itu hanya mirip saja dengan keranjang yang kugunakan untuk menghanyutkanmu, tapi ternyata bayi itu memang dirimu. Mereka mengatakan bahwa mereka berasal dari desa maritan dan datang ke benua Padang barat untuk melahirkan." Ucap Sarome Sambil tersenyum langsung membuat Adelia benar-benar marah mendengar ucapan pria itu.
Sekarang dia tahu bahwa dirinya yang dipisahkan dari kedua orang tuanya ternyata adalah ulah dari pria di depannya.
Maka begitu, Adelia semakin menguatkan tekadnya untuk membunuh pria itu, tetapi dia belum melakukan apapun ketika tiba saja menumpahkan cairan berwarna merah ke dalam kolam yang ada di belakang sarome.
"Aku tidak akan membunuhmu sekarang, tapi aku akan melihatmu Bagaimana caraku membangkitkan iblis untuk memasuki seluruh tubuh beracun yang telah ku ciptakan dengan ritual yang paling khusus. Dengan para iblis di tubuh mereka maka aku tidak membutuhkan lagi orang-orang bersemedi untuk mengendalikan mereka, karena para iblis akan mengendalikan mereka dan membunuh semua orang yang ada di dunia ini!!! Ha ha ha...." Tawa Sarome mengiris telapak tangannya lalu meneteskan darahnya ke dalam kolam yang ada di depannya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️