Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
71.


Venom berkata, "Dia sangat hebat, tapi Bukankah dia masih terlalu muda?"


Ucapan pria itu langsung membuat Desmon menatapnya dengan tajam dengan aura raja iblis yang membuat tubuh Venom langsung bergetar.


"Kau baru saja mengatakan bahwa aku terlalu tua untuknya?" Ucap Desmon langsung membuat venom menyadari kesalahannya.


🐾🐾🐾


"Bukan!! Bukan begitu Tuan, maksud saya, dia masih terlalu muda untuk sangat hebat seperti itu, jadi Saya sangat terkesan padanya. Tapi kalau dia menjadi kekasih Tuan, Saya rasa kalian berdua sangat cocok untuk bersama. Dia pasti juga sangat menyukai tuan." Ucap Venom tidak mampu menghibur Desmond.


Dia tetap saja mengingat kata-kata Venom yang mengatakan bahwa Adelia terlalu muda.


Jadi beberapa saat kemudian pria itu kembali bertanya, "berapa umur yang paling jauh yang kau ketahui untuk sepasang suami istri?"


Venom yang mendengar ucapan tuannya langsung mengerti bahwa pria itu sedang marah jadi Venom tidak mau lagi mencari gara-gara.


Oleh sebab itu, pria itu berkata, "sejauh ini yang saya tahu ada yang menikah dengan jarak umur 50 tahun. Bahkan ada yang sampai 60 tahun."


Ucapan pria itu langsung membuat Desmond tersenyum, "baguslah, jarak umurku dengannya tidak sampai sejauh itu."


Venom yang melihat senyuman tuannya langsung terpaku di tempatnya, itu ialah pertama kalinya dia melihat senyum dari tuannya dan terlebih senyum itu ternyata terbentuk karena seorang perempuan!!!!


Tetapi, Venom tidak mengatakan apapun dan dia hanya diam di sana melihat ekspresi tuanya yang tampak tersenyum mengamati Adelia yang sedang berjalan-jalan dalam hutan.


"Kenapa di sini jarang sekali hewan?" Tiba-tiba ucap Karina ketika mereka sudah berjalan cukup jauh namun tidak menemukan satupun hewan.


"Mungkinkah semua hewan di sekitar sini sudah diambil? Mungkin kita perlu ke tempat lain untuk mencari beberapa hewan." Ucap Ozon sembari terus melangkah dengan mata pria itu memperhatikan Adelia yang masih tampak tenang.


"Ada banyak hewan di sekitar sana tapi ada banyak murid juga yang berkumpul di sana. Sepertinya mereka merencanakan penyergapan," kata Adelia tiba-tiba berbelok ke suatu tempat lalu diikuti oleh Karina dan Ozon.


"Kita akan menyergap mereka bersama-sama, jadi semuanya akan berlomba untuk mendapatkan hewan buruan. Namun, tidak akan ada yang melindungi satu sama lain, apalagi murid yang berada di tingkat 5, kalian sebaiknya berhati-hati!!!" Ucap salah seorang pria yang merupakan murid tingkat 10.


"Baik, kami mengerti," jawab semua orang lalu murid tingkat 10 yang memimpin kembali melihat arah hewan buas yang sedang berkumpul yang merupakan hewan dengan kekuatan tingkat 3 sampai tingkat 35.


"Apakah mereka akan berhasil mengalahkan hewan-hewan itu?"ucap Karina sembari memperhatikan para senior-senior mereka.


"Coba kita tanya pada mereka, Mungkinkah kita bisa ikut bersama mereka." Ucap Ozon langsung diangguki oleh Karina, jadi kedua orang itu menghampiri salah seorang yang berdiri di sana untuk berbicara dengan mereka.


"Halo,, Apakah kami juga bisa ikut memburu hewan buas itu?" Tanya Karina ketika dia sudah beladiri di depan salah seorang pria.


Namun, pria itu sama sekali tidak mendengarnya dan bahkan terlihat bahwa pria itu tidak sedang melihatnya. Padahal dia berdiri tepat di depan pria itu.


Jadi Karina langsung mengayunkan tangannya di depan pria itu, "hei...? Apa kau mendengarku?" Tanya Karina.


Tetapi, pria yang dibicarai Karina tidak bergeming sedikitpun jadi Hal itu membuat Karina dan Ozon kebingungan.


Dan setelah beberapa saat Karina menatap Ozon dengan ekspresi merahnya, "kau bilang kita belum mati, tapi kenapa mereka tidak melihat kita dan tidak mendengar kita?!" Tanya perempuan itu kini merasa merasa dan sangat aneh.


"Itu,,," Ozen juga menggaruk kepalanya karena dia juga kebingungan.


"Apa?" Tanya Karina kini merasa sangat cemas, "jangan-jangan kita sudah menjadi arwah gentayangan!!!" Ucap perempuan itu lalu berbalik berusaha berbicara dengan semua orang, tetapi tak satupun dari mereka yang mendengarnya ataupun melihatnya.


Hal itu membuat Karina menjadi frustasi dan dia merasakan kepalanya berdenyut tak karuan.


"Bagaimana ini???" Ucap perempuan kembali menghampiri Ozon dengan seluruh kecemasan nampak di wajahnya.