
Krak!
Krak!!
Krak!!
Suara patahan dari dalam tubuh ular semakin terdengar keras dan semakin terdengar cepat dibarengi dengan suara engrangan ular itu yang terdengar sangat memilukan.
Shhhnngggg!!!!!
Shhhnngggg!!!!!
Shhhnngggg!!!!!
Buak!!!!
Semua orang yang ada di sana langsung melindungi badan mereka dari tubuh ular yang telah hancur berkeping-keping dan tersebar sejauh 100 meter dari tempat mereka berada.
"Uh,, sangat menjijikan!!!" Seorang pria menggerutu ketika badannya telah dipenuhi oleh daging-daging ular yang sudah terpisah-pisah satu sama lain.
Namun ketika mereka mengangkat wajah mereka dilihatnya seorang perempuan berdiri di tengah-tengah daging yang berhamburan itu lalu perempuan itu mengambil inti roh dari ular yang telah berpisah dengan tubuh ular itu.
"Kau....! Bukankah kau perempuan yang sudah mengalahkan cucu wakil kepala sekolah???" Salah seorang pria berbicara tak percaya melihat perempuan yang kini berjalan ke arah mereka.
"Astaga,, Bagaimana kau mengalahkannya?"
"Ya ampun Adelia, untunglah kau Selamat, kalau tidak, aku tidak tahu harus mengatakan apa pada Karina ketika dia bangun nanti. Tapi, bagaimana kau bertahan dalam tubuh ular itu??" Tanya Ozon sembari memperhatikan perempuan di depannya yang sama sekali tidak memiliki luka di setitikpun tubuhnya.
Bahkan pakaiannya, terlihat baik-baik saja tidak ada setitik noda darah, tidak ada sedikitpun yang robek, semuanya tampak utuh seolah perempuan itu sedari tadi baik-baik saja, tidak pernah masuk ke dalam tubuh seekor ular raksasa.
Tetapi Adelia yang mendengar ucapan Ozon, perempuan itu hanya bisa menghela nafas, 'hah,, tidak mungkin aku mengatakan pada kalian bahwa semua ini berkat pengalamanku yang di kehidupan lalunya pernah tiga kali masuk ke dalam perut hewan buas bukan?' ucap perempuan itu dalam hati sembari melirik ke arah Karina.
"Tidak ada yang lebih penting Sekarang, yang penting adalah perempuan itu, Kenapa dia suka sekali pingsan?" Ucap Adelia yang merasa bahwa mungkin saja ada sesuatu yang salah dengan perempuan itu hingga perempuan itu cepat sekali mengalami pingsan.
Gara-gara perempuan itulah mereka membunuh anak dari ular yang bersembunyi di dalam danau, jadi dia pasti sangat merasa bersalah saat melihat Adelia tertelan oleh hewan buas.
"Baguslah kalau hanya itu saja tapi,,,," Adelia beralih menatap 3 pria yang Bersama dengan mereka, "Apa kalian murid di tingkat 3?" Tanya Adelia yang bisa langsung mengenali ketiga pria itu lewat tembakan tingkat kekuatan mereka yang masih berada pada level 12.
"Ah,, iya, kebetulan tadi kami mendengar suara ular yang begitu keras Jadi kami datang kemari dan menemukan mereka berdua." Jawab salah seorang pria sembari menunjuk ke arah Ozon yang masih menggendong Karina.
Seandainya mereka tidak melihat bagaimana Adelia baru saja menghancurkan seekor ular dengan tingkat kekuatan yang sangat tinggi maka saat ini juga mereka pasti sudah akan merampas inti hewan yang telah dimiliki oleh ketiga orang itu.
Tapi karena sudah melihatnya, maka tentu saja mereka tidak berani macam-macam kepada ketiga orang itu meskipun mereka memiliki tingkatan yang lebih rendah.
"Ahh,, kalau begitu, kita pergi ke jalan masing-masing." Ucap Adelia yang tidak mau bergabung dengan Ketiga orang itu, sebab jika mereka bergabung maka sudah dipastikan bahwa Ketiga orang itu tidak akan mendapatkan satupun inti hewan.
Ke-3 pria yang ada di sana pun tidak mau pergi bersama dengan Adelia dan timnya karena mereka tahu bahwa mereka tidak akan mendapatkan apapun jika pergi bersama tim tersebut.
Lebih baik mereka mencari hewan dengan tingkat kekuatan yang lebih rendah, setidaknya mereka masih bisa naik tingkatan asalkan bisa mendapatkan inti hewan.
Jadi salah satu di antara mereka langsung berkata, "Ah,, ya, kami mengerti. Kalau begitu Kami pergi duluan."
Adelia tidak mengatakan apapun, hanya dari sudut matanya saja dia melihat kepergian ketika orang itu.
Tetapi, Ketiga orang itu belum berjarak 5 m dari mereka ketika tiba-tiba saja dari dalam hutan segerombolan murid muncul ke arah mereka.
"Gawat,, mereka adalah murid-murid tingkat 5 yang memiliki kebiasaan untuk menggabungkan tim mereka." Ucap salah satu diantara Ketiga orang yang langsung menghentikan langkah mereka dan berhenti di tengah-tengah.
Kalau mereka maju, mungkin saja mereka akan ditindas oleh senior tingkat 5, tapi kalau mereka kembali maka Adelia pasti tidak menginginkan hal tersebut.
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.