Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
83.


Maka dengan cepat pria itu kembali beristirahat lalu keesokan harinya dia akhirnya bisa meninggalkan kediaman kakeknya karena dia merasa begitu segar setelah dua kali meminum ramuan dari bunga rumput emas.


Pria itu tidak menunda-nunda waktu, dia langsung pergi ke tempat pelatihan murid tingkat 1 karena dia ingin mencari Adelia untuk membalaskan dendam keluarganya terhadap perempuan itu.


Ketika pria itu tiba, dia terkejut melihat semua murid tingkat 1 sedang dilatih cara mengumpulkan tenaga dalam untuk mendapatkan kekuatan.


🐾🐾🐾


'Katanya ujiannya dibatalkan, tapi kenapa semua umur tingkat 1 sudah mulai mendapatkan pelajaran dari guru besar?' ucap Salman dalam hati yang merasa sangat aneh, tetapi ketika salah seorang guru besar menghampirinya dia berniat untuk kabur dari tempat itu ketika guru besar menghentikannya.


"Jangan pergi dulu." Ucap Sang Guru Besar langsung membuat Salman menghentikan langkahnya, lalu dia menatap guru besar di depannya yang mana tanda pengenalnya telah berubah.


Dulunya dia adalah guru besar tingkat 4 Tapi sekarang berubah menjadi guru besar tingkat 5.


Sang guru besar menyadari apa yang dilihat oleh Salman, jadi pria itu langsung berkata, "karena berusaha membantu kakekmu mendapatkan bunga rumput emas itu, maka pangkatku pun diturunkan dari guru besar tingkat 4 menjadi guru besar tingkat 5. Dan syukurlah perjuanganku tidak sia-sia, kau sekarang sudah sembuh. Tapi oya, Bagaimana keadaan kakek yang sekarang?"


Salman mendesah, "Dia baik-baik saja, tetapi aku ingin bertanya Mengapa para murid sudah mulai mendapatkan kelas, sementara mereka belum resmi masuk ke sekolah ini?" Tanya Salman langsung membuat guru besar tersenyum menatap ke arah para murid baru yang sedang berlatih.


"Ini semua perintah dari kepala sekolah, dia tidak ingin para murid itu membuang-buang waktu mereka selama beberapa hari di sekolah, jadi dia memerintahkan kami untuk memberikan mereka pelajaran sambil menunggu waktu ujian untuk menentukan apakah mereka akan lulus ke sekolah ini atau tidak." Ucap guru besar itu langsung membuat Salman menganggukkan kepalanya.


'Kalau begitu, jika aku menyogok salah satu guru besar agar dia mengajarkan pelajaran yang salah pada Adelia, maka perempuan itu pasti tidak akan diterima di sekolah ini karena dia akan mengalami kekacauan dalam ujian,' ucap Salman dalam hati yang merasa tidak sabar untuk membalaskan dendam kakeknya terhadap Adelia.


Tetapi, ketika dia tiba di asramanya, betapa terkejutnya dia ketika dia melihat bahwa kamarnya telah diambil oleh murid yang lain.


"Apa yang kalian lakukan?!!" Teriak Salman sembari menatap tajam dua pria yang keluar dari kamarnya.


"Ahh,, akhirnya cucu dari mantan wakil kepala sekolah yang telah dipecat dari jabatannya itu kini datang ke asrama. Tapi sayang sekali, kamarmu telah dipindahkan ke kamar paling buruk di asrama ini, ada di lorong terakhir di sana," ucap salah satu pria dengan tatapan merendahkan membuat Salman begitu marah.


"Sialan!!!" Teriak pria itu hendak menyerang kedua pria itu ketika salah seorang guru besar tiba-tiba saja muncul membuatnya menghentikan pergerakannya.


"Kalian ini sudah murid tingkat atas, tapi masih tidak tahu bagaimana aturan di tempat ini. Kalau mau berkelahi, pergilah ke Aula bertarung, jangan di dalam asrama dan merusak banyak properti sekolah!!


"Kalau sekali lagi aku melihat kalian hendak bertarung seperti ini, maka kalian semua akan segera dikeluarkan dari asrama ini!!!" Kesal guru besar itu segera meninggalkan Ketiga murid yang tampak marah di depannya.


Setelah Sang Guru Besar pergi maka Salman menatap kedua pria itu dengan perasaan marah memenuhi dirinya, "temui aku di aula bertarung sore ini!!!" Tegas Salman lalu pria itu berbalik meninggalkan dua murid lain yang tampak sangat senang melihat kepergian Salman.


"Meskipun dia murid dengan tingkat kekuatan 30, tetapi kita berdua, Jadi tidak mungkin dia akan mengalahkan kita, apalagi selama beberapa waktu ini kita sudah berlatih penggabungan kekuatan." Ucap salah seorang pria lalu kedua pria itu tersenyum meninggalkan kamar mereka dan tidak sabar untuk mempermalukan Salman di depan semua orang.


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.