Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
187.


Selir Anania menghela nafas melihat hal itu, lalu dia berkata, "aku pernah melihat tulisan seperti itu di kediaman Ratu. Mungkinkah kita bisa menanyakannya pada Ratu?"


Desmond langsung menggelengkan kepalanya, "bukti bahwa ibu pernah melihatnya di ruangan Ratu, maka mungkin saja ratulah dalang dari semua yang terjadi. Lagi pula, aku menangkap seseorang yang merupakan pelayan Ratu, Dia adalah orang yang mencurigakan yang sepertinya akan menjadi salah satu sumber informasi kita untuk memecahkan mantra ini." Ucap Desmond mengejutkan semua orang.


🥶🥶🥶


Mendengar itu, akhirnya semua orang menjadi lebih tenang lalu mereka kemudian menunggu Adelia yang muncul hingga akhirnya perempuan itu tersenyum melihat selir Ananiah yang telah terbangun.


Bagaimanapun, tadinya ketika dia diangkat oleh Desmon meninggalkan tempat itu, dia tidak sempat memperhatikan apapun sebab perasaannya yang masih sangat kacau karena mimpinya yang terasa begitu aneh.


"Kau baik-baik saja?" Tanya selir Anania sembari melemparkan sebuah senyum ke arah Adelia yang baru datang.


Adelia kemudian memberi hormat pada perempuan itu, lalu dia berkata, "aku baik-baik saja, tapi bagaimana dengan selir?"


selir Ananiah memperhatikan perempuan di depannya yang tampak cemas padanya dan selir Anania menganggukkan kepalanya.


"Berkatmu, sekarang aku baik-baik saja." Ucap sang selir.


Adelia merasa tenang, tetapi ketika melihat bahwa selir belum berganti pakaian, maka dia menjadi agak heran mengapa perempuan itu masih memakai pakaian yang selalu dipakainya di dalam peti.


Sang pendeta tua yang ada di sana kemudian berkata, "masih berbahaya untuk menyentuh selir Ananiah. Jadi kami tidak bisa menyentuhnya sekarang karena takutnya hal itu mungkin akan menimbulkan sesuatu yang buruk."


"Ahh,," Adelia mengganggukan kepalanya lalu dia hendak berjalan ke selir Ananiah ketika Desmon langsung mencegahnya.


Pria itu menahan tangan Adelia dan menatap ke arah tangan Adelia yang terluka di mana luka itu semakin membesar karena tadi ketika Adelia menyelamatkan silir Anania, dia juga masih menggunakan darahnya yang murni pada perempuan itu.


"Kau selalu berkata begitu. Tapi bagaimana dengan lukamu? Luka mu ini Sudah berhari-hari tapi belum sembuh juga." Kata Desmon.


"Aku akan mengurusnya nanti," ucap Adelia menarik tangannya ketika Desmon tetap mencengkram tangan perempuan itu.


"Kalau begitu, berjanjilah padaku setelah Ibuku dipastikan baik-baik saja kau akan menuruti semua perkataanku untuk merawat luka ini!!" Tegas Desmon kemudian membuat Adelia terdiam beberapa saat lalu akhirnya dia menganggukkan kepalanya.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Adelia maka Desmon membiarkan perempuan itu mendekati selir Ananiah dan ketika Adelia sampai pada selir Ananiah, Dia memegang tangan perempuan itu dan ternyata dia baik-baik saja.


Sang tabib kemudian berkata, "biarkan aku memeriksa tubuhnya menggunakan benang."


Adelia mengganggukan kepalanya lalu dia kemudian membantu tabib itu memasang benang pada pergelangan tangan selir Ananiah, lalu sang tabib duduk memeriksa tubuh Selir Anania melalui aliran benang yang telah diberikan kekuatan tenaga dalam.


Beberapa saat kemudian sang tabib akhirnya merasa lega dan berkata, "Dia sangat sehat, kecuali dia kekurangan gizi sehingga beberapa waktu ke depan asupan nutrisinya benar-benar harus diperhatikan."


Semua orang yang mendengar itu merasa sangat senang, lalu Adelia berkata, "pada pakaian yang digunakan oleh selir masih terdapat racun, jadi aku akan membantu selir untuk mengganti pakaian."


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....