
"Kau bisa melakukannya karena pedang itu, lalu cepat ceritakan pada kami Bagaimana situasi di sana?" Tanya para guru besar yang begitu penasaran tentang sosok ular putih itu hingga bisa membuat keempat guru besar yang datang ke sana mengalami luka parah, sementara menurut 3 guru besar yang sebelumnya datang ke sana bahwa ular itu memiliki tingkat kekuatan yang tidak setara dengan tingkat kekuatan para guru besar.
🎃🎃🎃
Adelia menghela nafas, dia kembali menyimpan pedang di tangannya sebelum dia berkata, "ular itu menyembunyikan tingkat kekuatannya, ketika kami baru pertama kali bertemu kami melihat bahwa tingkat kekuatannya berada di bawah kami, lalu ketika aku melihatnya menyerang 3 murid tingkat 9 aku melihat kekuatannya meningkat dari yang sebelumnya ku ketahui, tetapi masih berada di bawah tingkat kekuatan Ketiga murid itu.
"Lalu ketika ketiga guru besar datang ke sana, aku mengetahui bahwa kekuatannya mencapai 80 ke atas yang artinya bahwa dia memiliki kepandaian untuk menyembunyikan tingkat kekuatannya dari lawan yang sedang berada bersamanya," ucap Adelia sambil melirik ke arah 7 orang yang sedang terbaring di tempat tidur.
"Apa? Tingkat kekuatan 80?"
"Hewan yang sangat pintar, bisa menyamarkan tingkat kekuatan menandakan Dia sangat cerdik dalam menghadapi musuh-musuhnya."
"Lalu bagaimana kau dan kedua temanmu itu tidak dilukai oleh ular putihnya?" Tanya salah satu guru besar yang begitu penasaran Bagaimana cara Adelia dan kedua temannya bisa keluar dari sarang ular putih itu dengan selamat, sementara para guru besar bahkan terluka parah akibat serangan ular itu.
"Aah, kami berhasil keluar dari sana dengan selamat karena kami tidak mengganggunya, kami bahkan membantunya menjaga telur-telurnya, jadi dia tidak melukai kami. Sepertinya ular itu juga pintar membedakan antara orang yang berniat jahat padanya dan orang yang berniat baik padanya." Ucap Adelia kembali mengejutkan seluruh guru besar hingga mereka bercakap-cakap dengan rasa tak percaya mereka dengan apa yang dikatakan oleh Adelia.
Tetapi Adelia sama sekali tidak mau mengatakan rahasia untuk mendekati ular putih itu, karena dia takut para guru besar mungkin memiliki niat jahat pada ular putih itu hingga akan memanfaatkan hal tersebut demi melukai ular putih tersebut.
Maka setelah para guru besar mendapatkan penjelasan dari Adelia, guru besar itu kemudian berpencar ke tempat mereka masing-masing, sementara Adelia, dia kembali memeriksa 7 orang yang terbaring di tempat tidur dan menemukan bahwa luka mereka semakin melebar.
"Hah,, ini buruk," ucap Adelia kemudian meninggalkan ruang kesehatan lalu dia bergegas pergi ke kediaman kepala sekolah untuk menemui Venom.
Begitu tiba di sana, dilihatnya Venom sedang sibuk berbicara dengan seorang pria yang terlihat merupakan salah satu pekerja di kediaman tersebut.
Maka Adelia tidak ingin mengganggu mereka, jadi dia pergi ke ruangan tempat selir anania dibangun baringkan lalu Adelia melihat bahwa kuku selir ananiah lebih cepat menghitam dibanding beberapa waktu yang lalu.
"Kalau dia tidak kembali dalam 7 hari ini, maka aku takut dia sudah terlambat ketika tiba di sini," ucap Adelia sembari menghela nafas dan dia begitu cemas memikirkan bagaimana orang yang memiliki mantra di tubuh selir Ananiah akan mengendalikan selir Ananiah ketika terlambat kembali.
Tetapi, karena tidak ada yang bisa ia lakukan, maka Adelia hanya berdiri di sana sembari berusaha menghilangkan rasa cemas dalam hatinya.
"Ada apa?" Tanya Venom sembari melangkah mendekati Adelia langsung membuat Adelia berbalik menatap pria itu.
"Sedang terjadi kekacauan di sekolah, wakil kepala sekolah bersama 3 guru besar dan 3 murid tingkat 9 diserang oleh ular putih yang membuat mereka tak sadarkan diri. Apakah aku bisa meminjam tabib kediaman ini untuk memeriksa mereka?" Tanya Adelia yang merasa bahwa tabib yang bertugas di kediaman Desmon pastilah memiliki pengetahuan yang luas dibanding dengan tabib yang bekerja di sekolah petarung kota Padang Selatan.
"Baiklah, aku juga akan pergi melihat mereka." Ucap Venom yang sudah mendapat amanat dari Desmond bahwa dia harus mengikuti apapun yang dikatakan oleh Adelia selama itu tidak merugikan kediaman dan juga sekolah.
Maka setelah itu, Adelia bersama dengan Venom dan seorang tabib kediaman Desmon bergegas pergi ke ruang kesehatan sekolah petarung kota Padang Selatan untuk memeriksa ketujuh orang yang sedang sakit di sana.
Begitu tiba, Venom maupun sang tabib sangat terkejut melihat keadaan tujuh orang itu hingga sang tabib bahkan mundur beberapa langkah karena rasa terkejutnya yang luar biasa.
"Ada apa?" Tanya Adelia yang bisa melihat ekspresi ketakutan pada tabib tersebut.
"Siapa saja yang sudah menyentuh mereka?" Tanya tabib itu.
Sang tabib yang bertugas di ruang kesehatan itu langsung berkata, "selain aku yang sudah menyentuh mereka, ada juga beberapa guru besar lainnya yang menyentuh mereka."
"Cepat bawa kemari orang-orang itu mereka pasti sudah tertular!!!" Ucap tabib tersebut langsung mengejutkan semua orang.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....