Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
248


Setelah semua makanan disajikan di hadapan Raja, maka Raja makan dengan tenang sambil sesekali menatap ke arah tangan kanannya yang duduk tak jauh darinya.


"Bagaimana keadaan di luar ibukota?" Tanya Raja.


"Semuanya aman terkendali, kecuali orang-orang yang berusaha untuk masuk ke dalam ibukota, tetapi tidak satupun diantara mereka diijinkan untuk masuk kemari sebab bertambah satu orang yang masuk kemari maka persediaan makanan kita akan berkurang juga dan mungkin tidak akan cukup lagi untuk enam bulan ke depan," jawab tangan kanan raja.


Raja menganggukkan kepalanya, "hah,, itu bagus sekali, kalau begitu biarkan mereka tetap berada di luar dan jika mereka benar-benar berdesak dan memaksa untuk masuk, maka bunuh saja mereka daripada mereka harus menjadi mangsa iblis dan memperkuat iblis yang akan menyerang kita," perintah raja yang merasa bahwa orang-orang yang berusaha untuk masuk ke ibukota akan lebih berguna jika mereka dibunuh ketimbang jika mereka mati karena dilahap oleh iblis yang berusaha mencari kekuatan.


Sang tangan kanan raja yang mendengarkan itu kemudian berkata, "perintah yang mulia akan segera kami laksanakan."


Mendengar itu, maka semua pelayan yang ada di sana sangat terkejut karena sebagian besar dari mereka tidak berasal dari ibukota hingga di luar ibukota terdapat banyak kerabat mereka yang beberapa terdiri dari orang tua kandung mereka.


Hal itu tentu saja membuat mereka sangat sedih karena kemungkinan besar semua kerabat mereka yang ada di luar ibukota akan segera meninggal.


Tetapi tidak ada satupun diantara mereka yang berani berbicara, sampai seorang pelayan yang sedari tadi berkeringat secara terus-menerus kini menggerakkan tangannya lalu api berwarna merah tiba-tiba menyala ditunggu belakang kaisar.


"Apa yang,," seorang pria paruh baya yang merupakan tangan kanan kaisar langsung melihat ke arah tungku dan dia sangat terkejut ketika dia tiba-tiba melihat api berwarna merah menyala di dalam tungku itu.


Sang raja yang mendengar ucapan tangan kanannya benar-benar mengerutkan keningnya karena tentunya tangan kanannya tidak seharusnya berbicara seperti itu ketika dia tidak mengizinkannya atau sedang tidak membutuhkan ucapan darinya.


"Apa yang kau kulakukan?!!" Tanya Raja dengan suara yang tegas karena dia merasa sangat marah ketika dia sedang makan dan seseorang tiba-tiba saja berbicara.


Ucapan pria tersebut benar-benar membuat sang raja terkejut hingga Dia kemudian berdiri dan berbalik menatap api berwarna merah yang menyala di dalam tungku, padahal seharusnya api itu tidak pernah menyala.


Tetapi sang raja yang sedari dulu sudah berusaha berpura-pura menyembunyikan menyalanya api merah tersebut berusaha bersikap tenang dan berkata, "hah,, Apakah kalian semua melihat apinya?"


Semua orang berkata, "ya yang mulia."


Raja yang mendengarkan itu sangat terkejut, tetapi sekali lagi dia berusaha bersikap tenang, "aku memang sengaja melakukannya karena sudah saatnya api merah diperlihatkan pada semua orang setelah iblis akan menyerang benua Padang barat, sehingga iblis tidak akan berani datang kemari saat mengetahui di sini ada api merah." Ucap sang raja sangat membuat semua orang terkejut dan entah kenapa merasa mereka kini merasa sangat aman karena adanya api merah yang berada di istana yang ternyata merupakan api yang bisa melindungi mereka dari iblis.


Adelia yang berada di luar yang bisa mendengarkan ucapan Raja, ia benar-benar terpukau dengan sandiwara pria itu, tetapi dia tidak berlama-lama ada di sana dan dia hanya pergi meninggalkan tempat itu.


Baru saja Adelia berbalik pergi dan melepaskan kendalinya terhadap pelayan, maka pelayan yang tadi dikendalikan oleh Adelia langsung terjatuh ke lantai dengan tubuh Perempuan itu penuh keringat dingin.


Semua orang terkejut dengan hal itu, bahkan raja yang ada di sana merasa sangat marah hingga Dia kemudian mengusir semua pelayan yang ada di sana karena dia merasa bahwa dia perlu mempelajari api merah yang tiba-tiba saja muncul Padahal selama bertahun-tahun kepemimpinannya api merah tak pernah muncul.


'Sejarah mengatakan bahwa api merah hanya bisa dibuat oleh pewaris tahta, tapi kenapa api merah tiba-tiba saja muncul? Bahkan di tempat ini tidak ada seseorang yang mungkin bisa menyalakan api merah ini, tapi bagaimana caranya bisa menyala sendiri?' ucap raja dalam hati yang merasa bahwa dia perlu memecahkan teka-teki tersebut.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️