Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
38.


Pemilik perahu yang melihat Adelia berjalan pergi hanya bisa menggelengkan kepalanya, lalu dia kembali menatap lesu ke arah tengah laut di mana teman-temannya sedang berusaha menjaring ikan di laut.


Setelah beberapa saat pria itu terkejut ketika Adelia kembali menghampirinya lagi sembari membawa seorang tukang yang memperbaiki perahu.


Pria itu langsung berdiri menatap Adelia sambil berkata, "Apa yang--"


"Perbaiki perahu ini, aku akan membayarnya nanti." Ucap Adelia langsung diangguki oleh tukang lalu pria itu segera memperbaiki perahu yang dimaksud oleh Adelia.


Pemilik perahu langsung menghela nafas lalu dia menatap Adelia sambil berkata, "aku benar-benar berkata yang sejujurnya, saat ini adalah masa yang sulit, tidak ada ikan yang bisa ditangkap. Harga ikan pun menjadi sangat mahal dan semua orang sedang kesulitan karena masalah ini."


Tetapi Adelia menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Paman Jangan khawatir, aku tahu apa yang kau lakukan."


Maka sang nelayan hanya bisa menghembuskan nafasnya lalu pria itu berjalan ke sebuah pohon dan duduk di bawah pohon sambil menatap tukang yang sedang diamati Adelia memperbaiki perahu.


Setelah beberapa saat, akhirnya perahu selesai di perbaiki lalu Adelia menghampiri nelayan yang sudah tertidur karena mengantuk.


"Paman! Saatnya pergi menjala ikan!!" Ucap Adelia mengejutkan pria yang sedang tertidur lalu menggosok matanya.


"Baiklah,," jawab pria itu dengan lemas lalu menaiki perahu bersama Adelia untuk masuk ke tengah laut.


Beberapa orang yang melihat seorang gadis cantik berpakaian indah menaiki perahu bersama seorang nelayan tua langsung tercengang menatap pemandangan itu.


"Aku rasa dia bukan berasal dari keluarga yang berada, kalau tidak mana mungkin dia berhutang pada seorang tukang dan sekarang pergi bersama seorang nelayan untuk menjala ikan."


"Benar sekali, lagi pulang ini masa-masa yang sulit harga ikan melambung menjadi 5 koin perak 1 ekor karena tidak ada ikan yang dijala oleh para nelayan. Sedangkan untuk membeli daging rasanya lebih mahal daripada seekor ikan!!"


"Benar sekali, hanya tuan Galinea saja yang memiliki stok ikan yang banyak karena didatangkan dari kampung bagian utara. Tapi dia juga menjualnya dengan harga yang tinggi dan rakyat kecil seperti kita tidak sanggup membelinya." Semua orang merasa lemas dengan hal tersebut.


Dia merasakan pergerakan ikan-ikan di laut tetapi hanya satu dua saja, tidak banyak yang ada di sana Jadi Adelia memberi kode pada nelayan yang bersamanya agar mereka mengitari laut.


"Sudah kubilang tidak akan ada ikan percuma saja kita berlayar seperti ini hanya membuang-buang waktu saja. Bagaimana kalau kita kembali saja dan--"


"Jalankan perahunya ke sebelah sana!!" Ucap Adelia menunjuk sebuah tempat yang tidak pernah didatangi oleh perahu karena tempat itu terkenal tidak pernah ada ikan di sana.


"Jangan buang-buang waktu, di sana adalah tempat yang tak pernah ada ikan, tidak ada yang pernah ke sana untuk menjala ikan!" Tegas pria itu membuat Adelia menghela nafas.


Adelia dengan kesal menatap nelayan yang bersamanya, "jalankan perahunya ke sana, sekarang juga!!" Tegas Adelia pada nelayan langsung membuat nelayan tua itu menghela nafas lalu dia mengikuti perintah Adelia.


"Baiklah, aku akan mendengarkan perkataanmu sekali Ini saja!!! Setelah itu kita akan kembali ke tepi pantai!!!" Tegas nelayan tua itu lalu akhirnya membelokkan perahunya ke arah yang ditunjuk oleh Adelia.


Tempat itu adalah tempat yang biasa ditempati muncul pusaran air jadi sang nelayan begitu berhati-hati memperhatikan tempat itu dan menjalankan perahunya dengan perlahan-lahan.


Beberapa nelayan yang berada di sekitar mereka memperhatikan arah perahu mereka lalu berbisik-bisik satu sama lain.


"Apa yang mereka lakukan ke sana? Di tempat itu tidak ada sedikitpun ikan dan hanya ada bahaya dari pusaran air yang tiba-tiba muncul secara tidak diketahui."


"Sepertinya mereka sedang pergi ke sana untuk mengantar nyawa mereka!"


"Hais,,, sayang sekali, padahal gadis yang duduk di atas perahu itu adalah gadis yang cantik. Daripada pergi bunuh diri ke sana mendingan dia menjadi istriku saja!".


"Ha ha ha... Mana mungkin dia cocok untukmu dia lebih pantas bersamaku yang jauh lebih tampan darimu!!"


Semua orang saling berbicara satu sama lain memandangi dua orang yang sedang pergi mengantar nyawa mereka ke tempat yang begitu berbahaya.